<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>diki &amp;mdash; KitKat</title>
    <link>https://kitkat.writeas.com/tag:diki</link>
    <description>a place for my alternate universe from my head</description>
    <pubDate>Sat, 23 May 2026 20:22:14 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>CAT SHELTER LOST AND FOUND</title>
      <link>https://kitkat.writeas.com/cat-shelter-lost-and-found-qr4j?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Kitty&#xA;&#xA;---&#xA;Yoonmin Au, meminjam nama Min Yoongi dan Park Jimin sebagai karakter utama, tidak ada kaitannya dengan pemilik nama asli.&#xA;!--more--&#xA;One shoot&#xA;Tidak ada karakter kucing tersakiti dalam tulisan ini.&#xA;Slice of Life&#xA;Harsh words&#xA;Mature Content&#xA;Implisit Seks and Kissing Scenes&#xA;Based on @shadowyoonie beautiful art of #Diki Au&#xA;img alt=&#34;diki&#34; src &#34;https://pbs.twimg.com/media/E0yjFDoWYAESK4a?format=jpg&amp;name=small&#34;/&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;QnA with Jimin &amp; Yoongi&#xA;Kenapa tak lagi pakai nama Agust D?&#xA;&#xA;Y :  Agust D sudah mati sejak malam itu&#xA;J : Gaya, aslinya dia perlu nama aslinya untuk mengurus pendirian Cat Shelter ini&#xA;&#xA;Boleh menanyakan tentang malam itu ya?&#xA;Y : Hmm&#xA;J : Silahkan&#xA;&#xA;Bagaimana Kitty eh maksud saya Jimin tahu kalau Yoongi dalam masalah?&#xA;Y : Dia Stalker&#xA;J : Enak Saja, waktu itu usai semuanya berlomba sudah jalan mau pulang, sekalian cek rute balapan, karena belum pernah di lintasan itu. Jadi ya sekalian. Eh malah ada yang tergeletak kesakitan. Jadi ya, mau tak mau dibantu&#xA;&#xA;Jimin masih balapan?&#xA;J : Sudah pensiun, mengurus kucing tua ini dan majikan berbulu menguras banyak tenaga, jadi ya ... begitu..&#xA;&#xA;Kitty Gank bagaimana?&#xA;J : Ada, masih ada. Mereka masih balapan, sesekali mampir membantu memberi info atau menitipkan kucing yang ditemukan. &#xA;&#xA;Siapa yang memimpin kalau Jimin pensiun?&#xA;J : Anak baru namanya Choi Yeonjun&#xA;&#xA;Susah tidak mengurus shelter?&#xA;Y : Gampang&#xA;J : Yang susah mengurus Yoongi untuk mengingatkannya makan, mandi atau tidur&#xA;&#xA;Eh, benarkah? Padahal Yoongi terliihat baik-baik saja?&#xA;Kenapa membuka Shelter?&#xA;Y : Kenapa Enggak?&#xA;J : Halah, alasan. Katamu siapa tahu diantara kucing yang kau tolong ini ada dewa kucing, kalau iya mau minta dia ngabulin permintaan kamu biar di kehidupan berikutnya bisa jadi batu. Ngaku aja.&#xA;Y : (angkat bahu)&#xA;&#xA;Memang Yoongi sudah bertemu dewa kucing?&#xA;Y : Sudah.&#xA;J  : Eh.&#xA;Y : Dewa kucing datang memberikan nyawanya dan membiarkanku hidup sekali lagi.&#xA;J : Yoon..&#xA;&#xA;Baik sekali dewa kucingnya, dia tak meminta imbalan?&#xA;Y : Hanya perjanjian akan selalu menemaninya sampai kematian datang, dan membiarkannya sesekali menang dalam berbagai hal. Hmmm makan Patbingsoo, atau minum wine dan bir saat badai tiba. Memeluknya saat tidur, dan membiarkannya mengambil selimutmu. Memasakkan makanan kesukaannya atau hanya yah membiarkannya menguasai remote TV.&#xA;J  : (muka Jimin bersemu merah, berusaha mencubit pinggang Yoongi, namun jemarinya ditarik dan ditautkan pada jemari Yoongi)&#xA;&#xA;Pewawancara melirik sekilas, dan melanjutkan.&#xA;&#xA;Ah, begitu. Omong-omong selamat atas pernikahan kalian&#xA;Y : Terima kasih&#xA;J  : Sejujurnya kami berdua tidak menikah, hanya saling menanda tangani perjanjian bersama, dan saling menjadi wali satu sama lain.&#xA;&#xA;Kenapa begitu?&#xA;Y : Kenapa Enggak?&#xA;J  : Tidak ada administrasi untuk pasangan sesama jenis.&#xA;&#xA;Bagaimana tanggapan warga sekitar shelter?&#xA;Y : Baik.&#xA;J  : Tidak ada masalah, meski mereka warga senior, rata-rata yang berada di sekitar sini berusia lanjut. Tak ada komentar apa-apa.&#xA;&#xA;Kalian tinggal di sini?&#xA;Y : Ya, di lantai atas.&#xA;J  : Shelter semakin besar, perlu ruang lebih, kebetulan ruko sebelah kosong, dan simpanan kami cukup. Jadi ya, kami menggabungkan dua ruko ini jadi satu. Inipun tak lepas dari sumbangan Tuan Han dan warga yang lain. Kebetulan ruko sebelah kosong bertahun-tahun, dan anaknya tak mampu mengurusnya, jadi ya.. Dilepas pada kami.&#xA;&#xA;Kalian mengurus shelter hanya berdua?&#xA;Y : Ada sukarelawan dan pekerja paruh waktu&#xA;J : Anak-anak di Kitty Gank yang bekerja di sini.&#xA;&#xA;Seandainya terjadi sesuatu pada kalian, bagaimana nasib shelter?&#xA;(Yoongi dan Jimin saling berpandangan dan mengeratkan genggamannya)&#xA;Y : Yang terjadi, terjadilah&#xA;J  : Sudah kami siapkan, bersamaan dengan perjanjian wali. Dana sudah kami siapkan, dan mereka akan dihibahkan ke penampungan kota, dan ruko ini akan dikelola oleh pengurus panti asuhan.&#xA;&#xA;Panti Asuhan?&#xA;Y : Iya, tempat saya tinggal dulu.&#xA;J : Pekerja paruh waktu di sini, juga ada anak-anak panti, yang kami latih untuk mendapatkan keterampilan lain. &#xA;&#xA;Oh ya? Jimin apa tidak ada keinginan membuka rumah desain atau sejenisnya&#xA;Y : Sudah ditawari tapi menolak.&#xA;J  : Hahahhaa.. Bukan begitu, sudah, agensi online. Saya hanya penanam saham dan menjadi penasihat. Selebihnya sudah ada yang mengurus. Proyek kerjasama dengan teman sesama freelancer.&#xA;&#xA;Tidak takut dicurangi?&#xA;J : Seperti kata Yoongi yang terjadi terjadilah.&#xA;&#xA;Kembali ke pertanyaan Shelter, Bagaimana kabar Totoro?&#xA;Y : Semakin mirip Jimin.&#xA;J : Kau mengataiku gendut hah? (memukul pelan dada Yoongi). Sehat, Toro sehat, dia ada di atas.&#xA;&#xA;Begitukah, baiklah. Pojok peluk, siapa pencetusnya?&#xA;Y : Jimin.&#xA;J  : Ya, melihat banyaknya anak kecil yang ingin memeluk kucing tapi tak bisa merawatnya. Banyak alasan, yah semirip sesi terapi binatang di rumah sakit. Sejujurnya ide ini muncul saat mengingat Yoongi di rumah sakit dulu, dia lebih ceria saat bertemu dengan anjing perawat bernama Holly&#xA;Y : Holly menggemaskan.&#xA;J : Ya begitulah.&#xA;&#xA; Memang ada berapa kucing yang kalian miliki?&#xA;Y : Dengan Toro, 15 ekor. 10 Betina, 5 Jantan.&#xA;J : Semuanya memiliki akte kelahiran, vaksin dan sudah disteril. Dokter hewan di area ini donatur tetap kami, dia memberi steril gratis asalkan mahasiswa kedokterannya yang diijinkan melakukan tindakan di bawah pengawasannya.&#xA;&#xA;Ah begitu. Ada pesan untuk pembaca?&#xA;Y : Bekerja keraslah untuk meraih impian kalian, kalaupun kalian tidak punya impian. Hiduplah dengan bahagia, itu sudah cukup&#xA;J : Semuanya akan baik-baik saja. Jangan membenci dirimu. Apapun alasannya kami akan mencintaimu.&#xA;&#xA;Ah hangat sekali, terimakasih Yoongi,, Jimin&#xA;Y : Ya, sama-sama.&#xA;J : Sampai Jumpa. Kapan-kapan mampirlah lagi.&#xA;&#xA;Ndeee&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kitty</strong></p>

<hr/>

<p>Yoonmin Au, meminjam nama Min Yoongi dan Park Jimin sebagai karakter utama, tidak ada kaitannya dengan pemilik nama asli.

<em>One shoot</em>
Tidak ada karakter kucing tersakiti dalam tulisan ini.
<em>Slice of Life</em>
<em>Harsh words</em>
<em>Mature Content</em>
<em>Implisit Seks and Kissing Scenes</em>
Based on @shadowyoonie beautiful art of <a href="https://kitkat.writeas.com/tag:Diki" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">Diki</span></a> Au
<img alt="diki"></p>

<hr/>

<p><strong>QnA with Jimin &amp; Yoongi</strong>
* <em>Kenapa tak lagi pakai nama Agust D?</em></p>

<p><strong>Y</strong> :  Agust D sudah mati sejak malam itu
<strong>J</strong> : Gaya, aslinya dia perlu nama aslinya untuk mengurus pendirian <em>Cat Shelter</em> ini</p>
<ul><li><p><em>Boleh menanyakan tentang malam itu ya?</em>
<strong>Y</strong> : Hmm
<strong>J</strong> : Silahkan</p></li>

<li><p><em>Bagaimana Kitty eh maksud saya Jimin tahu kalau Yoongi dalam masalah?</em>
<strong>Y</strong> : Dia Stalker
<strong>J</strong> : Enak Saja, waktu itu usai semuanya berlomba sudah jalan mau pulang, sekalian cek rute balapan, karena belum pernah di lintasan itu. Jadi ya sekalian. Eh malah ada yang tergeletak kesakitan. Jadi ya, mau tak mau dibantu</p></li>

<li><p><em>Jimin masih balapan?</em>
<strong>J</strong> : Sudah pensiun, mengurus kucing tua ini dan majikan berbulu menguras banyak tenaga, jadi ya ... begitu..</p></li>

<li><p><em>Kitty Gank bagaimana?</em>
<strong>J</strong> : Ada, masih ada. Mereka masih balapan, sesekali mampir membantu memberi info atau menitipkan kucing yang ditemukan.</p></li>

<li><p><em>Siapa yang memimpin kalau Jimin pensiun?</em>
<strong>J</strong> : Anak baru namanya Choi Yeonjun</p></li>

<li><p><em>Susah tidak mengurus shelter?</em>
<strong>Y</strong> : Gampang
<strong>J</strong> : Yang susah mengurus Yoongi untuk mengingatkannya makan, mandi atau tidur</p></li>

<li><p><em>Eh, benarkah? Padahal Yoongi terliihat baik-baik saja?</em></p></li>

<li><p><em>Kenapa membuka Shelter?</em>
<strong>Y</strong> : Kenapa Enggak?
<strong>J</strong> : Halah, alasan. Katamu siapa tahu diantara kucing yang kau tolong ini ada dewa kucing, kalau iya mau minta dia ngabulin permintaan kamu biar di kehidupan berikutnya bisa jadi batu. Ngaku aja.
<strong>Y</strong> : (angkat bahu)</p></li>

<li><p><em>Memang Yoongi sudah bertemu dewa kucing?</em>
<strong>Y</strong> : Sudah.
<strong>J</strong>  : Eh.
<strong>Y</strong> : Dewa kucing datang memberikan nyawanya dan membiarkanku hidup sekali lagi.
<strong>J</strong> : Yoon..</p></li>

<li><p><em>Baik sekali dewa kucingnya, dia tak meminta imbalan?</em>
<strong>Y</strong> : Hanya perjanjian akan selalu menemaninya sampai kematian datang, dan membiarkannya sesekali menang dalam berbagai hal. Hmmm makan Patbingsoo, atau minum wine dan bir saat badai tiba. Memeluknya saat tidur, dan membiarkannya mengambil selimutmu. Memasakkan makanan kesukaannya atau hanya yah membiarkannya menguasai remote TV.
<strong>J</strong>  : (muka Jimin bersemu merah, berusaha mencubit pinggang Yoongi, namun jemarinya ditarik dan ditautkan pada jemari Yoongi)</p></li></ul>

<p>Pewawancara melirik sekilas, dan melanjutkan.</p>
<ul><li><p><em>Ah, begitu. Omong-omong selamat atas pernikahan kalian</em>
<strong>Y</strong> : Terima kasih
<strong>J</strong>  : Sejujurnya kami berdua tidak menikah, hanya saling menanda tangani perjanjian bersama, dan saling menjadi wali satu sama lain.</p></li>

<li><p><em>Kenapa begitu?</em>
<strong>Y</strong> : Kenapa Enggak?
<strong>J</strong>  : Tidak ada administrasi untuk pasangan sesama jenis.</p></li>

<li><p><em>Bagaimana tanggapan warga sekitar shelter?</em>
<strong>Y</strong> : Baik.
<strong>J</strong>  : Tidak ada masalah, meski mereka warga senior, rata-rata yang berada di sekitar sini berusia lanjut. Tak ada komentar apa-apa.</p></li>

<li><p><em>Kalian tinggal di sini?</em>
<strong>Y</strong> : Ya, di lantai atas.
<strong>J</strong>  : Shelter semakin besar, perlu ruang lebih, kebetulan ruko sebelah kosong, dan simpanan kami cukup. Jadi ya, kami menggabungkan dua ruko ini jadi satu. Inipun tak lepas dari sumbangan Tuan Han dan warga yang lain. Kebetulan ruko sebelah kosong bertahun-tahun, dan anaknya tak mampu mengurusnya, jadi ya.. Dilepas pada kami.</p></li>

<li><p><em>Kalian mengurus shelter hanya berdua?</em>
<strong>Y</strong> : Ada sukarelawan dan pekerja paruh waktu
<strong>J</strong> : Anak-anak di Kitty Gank yang bekerja di sini.</p></li>

<li><p><em>Seandainya terjadi sesuatu pada kalian, bagaimana nasib shelter?</em>
(Yoongi dan Jimin saling berpandangan dan mengeratkan genggamannya)
<strong>Y</strong> : Yang terjadi, terjadilah
<strong>J</strong>  : Sudah kami siapkan, bersamaan dengan perjanjian wali. Dana sudah kami siapkan, dan mereka akan dihibahkan ke penampungan kota, dan ruko ini akan dikelola oleh pengurus panti asuhan.</p></li>

<li><p><em>Panti Asuhan?</em>
<strong>Y</strong> : Iya, tempat saya tinggal dulu.
<strong>J</strong> : Pekerja paruh waktu di sini, juga ada anak-anak panti, yang kami latih untuk mendapatkan keterampilan lain.</p></li>

<li><p><em>Oh ya? Jimin apa tidak ada keinginan membuka rumah desain atau sejenisnya</em>
<strong>Y</strong> : Sudah ditawari tapi menolak.
<strong>J</strong>  : Hahahhaa.. Bukan begitu, sudah, agensi online. Saya hanya penanam saham dan menjadi penasihat. Selebihnya sudah ada yang mengurus. Proyek kerjasama dengan teman sesama freelancer.</p></li>

<li><p><em>Tidak takut dicurangi?</em>
<strong>J</strong> : Seperti kata Yoongi yang terjadi terjadilah.</p></li>

<li><p><em>Kembali ke pertanyaan Shelter, Bagaimana kabar Totoro?</em>
<strong>Y</strong> : Semakin mirip Jimin.
<strong>J</strong> : Kau mengataiku gendut hah? (memukul pelan dada Yoongi). Sehat, Toro sehat, dia ada di atas.</p></li>

<li><p><em>Begitukah, baiklah. Pojok peluk, siapa pencetusnya?</em>
<strong>Y</strong> : Jimin.
<strong>J</strong>  : Ya, melihat banyaknya anak kecil yang ingin memeluk kucing tapi tak bisa merawatnya. Banyak alasan, yah semirip sesi terapi binatang di rumah sakit. Sejujurnya ide ini muncul saat mengingat Yoongi di rumah sakit dulu, dia lebih ceria saat bertemu dengan anjing perawat bernama Holly
<strong>Y</strong> : Holly menggemaskan.
<strong>J</strong> : Ya begitulah.</p>
<ul><li><em>Memang ada berapa kucing yang kalian miliki?</em>
<strong>Y</strong> : Dengan Toro, 15 ekor. 10 Betina, 5 Jantan.
<strong>J</strong> : Semuanya memiliki akte kelahiran, vaksin dan sudah disteril. Dokter hewan di area ini donatur tetap kami, dia memberi steril gratis asalkan mahasiswa kedokterannya yang diijinkan melakukan tindakan di bawah pengawasannya.</li></ul></li>

<li><p><em>Ah begitu. Ada pesan untuk pembaca?</em>
<strong>Y</strong> : Bekerja keraslah untuk meraih impian kalian, kalaupun kalian tidak punya impian. Hiduplah dengan bahagia, itu sudah cukup
<strong>J</strong> : Semuanya akan baik-baik saja. Jangan membenci dirimu. Apapun alasannya kami akan mencintaimu.</p></li>

<li><p><em>Ah hangat sekali, terimakasih Yoongi,, Jimin</em>
<strong>Y</strong> : Ya, sama-sama.
<strong>J</strong> : Sampai Jumpa. Kapan-kapan mampirlah lagi.</p></li></ul>

<p>Ndeee</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kitkat.writeas.com/cat-shelter-lost-and-found-qr4j</guid>
      <pubDate>Fri, 18 Jun 2021 14:22:52 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>CAT SHELTER LOST AND FOUND</title>
      <link>https://kitkat.writeas.com/cat-shelter-lost-and-found-gv2b?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Matinya Agust D&#xA;!--more--&#xA;&#xA;---&#xA;Yoonmin Au, meminjam nama Min Yoongi dan Park Jimin sebagai karakter utama, tidak ada kaitannya dengan pemilik nama asli.&#xA;One shoot&#xA;Tidak ada karakter kucing tersakiti dalam tulisan ini.&#xA;Slice of Life&#xA;Harsh words&#xA;Mature Content&#xA;Implisit Seks and Kissing Scenes&#xA;Based on @shadowyoonie beautiful art of #Diki Au&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Rasanya baru kemarin, dia dipanggil Agust D oleh banyak orang, dielu-elukan, ditepuk punggungnya penuh kebanggan, diberi beragam macam hal dan didekati oleh pria ataupun perempuan yang hanya dengan berbasa basi busuk dan keinginan untuk dijamah atau dimanjakan di atas ranjang.&#xA;&#xA;Puluhan bibir sudah dia lumat, hisap, dan jelajahi. Puluhan bibir pula sudah merasakan nikmat kejantannya yang yah, bisa dibilang ukurannya di atas rata-rata, sesuatu yang dia banggakan.  Tak terhitung pula berapa berapa vagina atau anal yang merasakan kenikmatan jari-jarinya yang kurus dan panjang. Bahkan beberapa diantaranya benar-benar hanya datang untuk dipuaskan di bawah sana, untuk jarinya.&#xA;&#xA;Tapi tidak untuk badannya, bisa dibilang Agust D sangat pemilih, hanya yang terpilih yang bisa memuaskannya di ranjang, atau dipuaskan oleh Agust D di ranjang. Hal inilah yang semakin banyak membuat pria dan wanita mendekat padanya. Testimoni yang telah dipuaskannya, juga menjadi salah satu faktor. Agust D tak akan mengajak orang yang sama untuk berhubungan badan, baginya seks adalah kebutuhan biologis semata. Memuaskan hasrat primata dalam dirinya.&#xA;&#xA;Sungguh dia sangat menikmati momen mereka merintih, memekik, atau memohon untuk dipuaskan. Agust D tak mau repot dengan pernyataan cinta, baginya suka dan cinta adalah konsep yang sangat tak masuk di akalnya. Baginya manusia berhubungan dengan manusia yang lain hanya karena kebutuhan. Sudah selesai ya sudah. Nyatanya dia tak sadar kalau prinsipnya ini yang juga memakannya.&#xA;&#xA;Setenar itulah dia, Agust D, si penguasa jalanan. Pembalap yang tak pernah kalah, dan Penjudi yang selalu memenangkan sepuluh kali lipat uang taruhannya. Beberapa dari mereka menjulukinya Minstradamus karena kepiawaiannya memprediksi tim mana yang akan menang, kala dia tak bertanding atau bisa dengan mudah menebak kendaraan apa yang akan dipakai lawannya, spesifikasinya, maupun trik kejutan yang akan mereka gunakan.&#xA;&#xA;&#34;Siap Broo?&#34;, tanya Kim Woseok padanya&#xA;&#xA;&#34;Selalu siap Bro&#34;, kata Agust D dia atas motor kesayangannya Gloss. &#xA;&#xA;&#34;Gue tunggu di garis finish, gue yakin bakalan gampang sih malam ini anak baru juga&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmm..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kita partyy abis itu, temen-temen si Aera udah nungguin lu broo...&#34;, Woseok mengarahkan pandangannya pada sekumpulan gadis berpakaian minim di pinggir jalan yang mereka gunakan sebagai lintasan balap malam ini.&#xA;&#xA;AgusT D hanya diam, beberapa dari gadis itu dikenalinya sebagai patner tetap make outnya di bar langganan ketika merayakan kemenangan.&#xA;&#xA;&#34;BERSIAAAAAAAAAAAPPPP&#34;, sebuah suara dari megaphone menyadarkan Agust D, Wuseok hanya melambai dan mengacungkan jempolnya, serta menepuk punggungnya pelan.&#xA;&#xA;Bersiap.&#xA;&#xA;Agust menempati posisinya di lintasan, diliriknya beberapa wajah baru, yang hadir malam ini. Satu yang menarik perhatiannya, penunggang motor Hitam dengan higlight pink, yang memakai chelsea boot, celana kulit ketat yang membalut kakinya, serta jaket pink hitam yang membungkus badannya.&#xA;&#xA;Nice Booty, begitu dia dalam hati memperhatikan penampilan fisik anak baru itu, samar-samar diingatnya ada pembalap baru yang nyaris bisa menyamai rekor kemenangannya. Mereka menyebutnya Kitty, nama yang cukup feminim di antara arena balap yang penuh dengan laki laki yang pamer dan berlomba dominasi.&#xA;&#xA;Sigh, mungkin hanya nama dan badannya saja yang cantik.&#xA;&#xA;&#39;MULAAAIIIIIIIII&#34;&#xA;&#xA;dan bersamaan dengan bendera dikibarkan, beberapa motor melaju dengan kecepatan tinggi bagi Agust inilah momentnya. Menunjukkan siapa raja yang sesungguhnya di antara mereka.&#xA;&#xA;  &#34;Menang lagi Broooo..... Agust D memang Kaepjaaaanggg! WOHOOOOOOOOO&#34;, &#xA;&#xA;Woseok segera mendekat menyambutnya di garis akhir lintasan bersama Aera yang langsung bergelanyut manja pada lengannya, dan membuka helmnya tak sabar untuk berciuman.  Di saat yang bersamaan sebuah motor mendekat dan membunyikan klaksonnya&#xA;&#xA;&#34;Nice game... See You next Time Agust D&#34;&#xA;&#xA;&#34;You too Kitty... Nice match...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kuakui skill lu memang bener bagus, dan gue terlalu meremehkan jalur kali ini. Next match gue bakal lebih bagus dari ini&#34;&#xA;&#xA;&#34;I know.. kemampuan lu di kelokan tadi cukup impresif, baru kali ini ada yang bisa mengekor gue dari awal sampai akhir&#34;&#xA;&#xA;&#34;Well, im just lucky, i guess.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sampai jumpa di match selanjutnya&#34;, serunya sambil mengulurkan tangan yang dibalas oleh Agust D. Saat menjabat tangannya diamatinya lamat-lamat muka Kitty dari bagian helmnya yang terbuka. Matanya sungguh indah, dan saat tersenyum membentuk lengkungan bulan sabit yang indah. Dan suaranya,, begitu mengalun..merdu dan menenangkan. Sesaat Agust D begitu tersihir pada sosok di depannya, yang terlihat begitu kontras.&#xA;&#xA;Kuat tapi lembut, Auranya tenang tapi tetap menghanyutkan. Matanya sayu tapi juga menunjukkan kekuatan dan keteguhan. Tangannya munggil tapi gengamannya tersa kuat dan mantap. Dan sungguh ini membuatnya penasaran.&#xA;&#xA;&#34;Next tanding lagi, gue mau minta sesuatu sama lu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmm... apa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Nama... nama asli lu Kitty dan gue mau lihat wajah lu tanpa helm ini.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gue dapet apa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Apapun yang lu minta?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Apapun?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Apapun Kitty&#34;&#xA;&#xA;&#34;Deal&#34;&#xA;&#xA;&#34;Deal&#34;&#xA;&#xA;Entah setan apa yang merasukinya, tak pernah Agust D seberani ini. Bahkan Woseok dan Aera yang ada di dekatnya melotot tak percaya mendengar apa yang Agust D pertaruhkan, hanya untuk sebuah nama dan wajah.&#xA;&#xA;Dan malam bergulir seperti biasa tapi tidak untuk Agust D yang pikirannya terpaku pada sosok mungil bernama Kitty itu.&#xA;&#xA;&#34;Menarik..&#34;, serunya sambil menenggak gelas vodkanya.&#xA;&#xA;Dan sejak malam itu, Agust D selalu menantikan kehadirin Kitty di arena setiap kali dia bertanding atau hanya melihat orang lain bertanding. Sudah tiga kali mereka berselisih jalan, kala dia bertanding Kitty tak ikut. Dan kala dia tak ikut, Kitty selalu berpartisipasi dan memenangkan semua pertandingannya. Bertambahlah rasa pensaran dalam diri Agust D, ditambah usai pertandingan Kitty selalu menghilang, tak ikut berpesta di bar atau bercengkrama layaknya pembalap lainnya.&#xA;&#xA;  &#34;Bro, kali ini Tim Yoonshik nantang lu di lintasan di gunung itu Bro&#34;&#xA;&#xA;&#34;Masih belum kapok mereka?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Belum bro, bahkan denger-denger taruhannya gedhe kali ini. Ambil gak?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kitty?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Belum ada tanda-tanda ikutan, cuma krunya Hyunmin sama Jisub juga ikutan sih&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmmm mencurigakan.. Mereka semua kan yang udah pernah gue kalahin?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Iya sih emang, tapi kali ini promotornya Tuan Hansol bro. Dia kan pro banget sama elu, kalau ada yang bau amis pasti dah diberesin sama dia&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmmmm... gue ga ikutan lah&#34;&#xA;&#xA;&#34;Heh, Bro ayolah.. ikut. Ini ajang ngerebutin gelar King tahun ini. Masa lu yang yang king bertahan ga ikutan. Ntar lu dikata cupu bro. Ayolah bro... Lintasan Gunung itu kan lu apal banget bro. kecil buat lu. sabi lah habisin mereka. Toh lu juga apal mereka mainnya gimana&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmm..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya.. ya.. ikut lah ya...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ck .. oke deh, tapi gue minta area bener bener disterilin, gila aja terakhir main di sana taunya ada mobil tukang tahu, sama truk antar barang&#34;&#xA;&#xA;&#34;Beres..&#34;&#xA;&#xA;  Waktu yang ditentukanpun tiba, sepertinya tuan Hansol benar-benar mempromosikan acara balapan ini dengan maksimal. Bahkan kabarnya dia mempersiapkan drone untuk merekam langsung pertandingan dan menyiarkannya secara berbayar di banana tivi. Penontonnya cukup fantastis, beberapa menjagokan Agust D hingga nilai taruhan kali ini meningkat 3 kali lipat dari biasanya. Benar benar ajang pertaruhan pembalap kota ini. Sayangnya Kitty tak ikut turun di pertandingan kali ini. Selintas Agust D melihat Kitty dan motornya tak jauh dari arena, bergabung dengan penonton lainnya.&#xA;&#xA;  MULAAAAAAAAAAAAIII&#xA;&#xA;Dan balapun dimulai, suara tarikan gas, deru angin dini hari, dan sorakan penonton terdengar jelas mereka bahkan menunggu di beberapa titik untuk melihat secara langsung. Berada di start kelima, sedikit menguntungkan Agust D, dia bisa melihat dan membaca gerakan lawan-lawannya. Tak ada yang berubah, masih tetap sama. &#xA;&#xA;Cih ...&#xA;&#xA;Gampang sekali...&#xA;&#xA;Ditariknya gas lebih kencang..&#xA;&#xA;Satu..&#xA;&#xA;dua...&#xA;&#xA;Tiga...&#xA;&#xA;Empat...&#xA;&#xA;dan Lima pebalap dilewatinya satu persatu, dirinya kini berada di depan. Memimpin barisan motor berkecepatan tinggi itu untukmencapai garis akhir yang berada di akhir bukit. Lima kelokan terakhir, dan pertandingan akan selesai dan dia akan menjadi pemenangnya..&#xA;&#xA;Di spion terlihat Yoonshik yang berada di urutan kedua mengekorinya dengan tenang. Aneh... ada yang aneh... &#xA;&#xA;Di tikungan terakhir, Agust D bersiap membelok, tapi yang dilihatnya Yoonshik dan seluruh pembalap lainnya mengambil jalan lurus. &#xA;&#xA;Sial.. Sialan,,, dia ditipu. Rute yang ditunjukkan tadi jelas jelas berbelok.. &#xA;&#xA;Kenapa?&#xA;&#xA;Belum habis keheranannya dari arah berlawan datanglah truk besar yang melaju dengan kecepatan sedang. &#xA;&#xA;SIALLL SIALLL SIALLLLL&#xA;&#xA;Agust D terjepit, dia berada di tikungan, tak memungkinkan untuk mengurangi kecepatan saat ini, satu satunya jalan adalah menyelinap di sisi kiri berhimpitan dengan dinding gunung berharap di belakang truk itu tak ada kendaraan lain yang berkecepatan sama.&#xA;&#xA;SEKARANG&#xA;&#xA;Beberapa meter sebelum truk itu mendekat, Agust mempercepat laju motornya dan mengambil jalur kiri, tapi perhitungannya meleset, sopit truk itu terlihat malah menambah kecepatannya dan dalam waktu singkat Agust D nyaris tergerus roda depan truk itu. Aksinya menepikan motornya di bagian bukit, membuatnya selamat, namun, anginyang lewat dari truk itu menghempasnya semakin kuat ke arah dinding dan membuatnya kehilangan keseimbangan. Beruntungnya tak ada kendaraan lainyang lewat, tapi karena laju motornya yang cukup tinggi membuatnya terguling dan terseret oleh beban motornya sendiri.&#xA;&#xA;Lalu semuanya menggelap.&#xA;&#xA;Saat terbangun, yang pertama kali dirasakannya adalah sakit kepala hebat dan bau anyir darah, samar-samar dilihatnya seseorang berusaha memindahkan motornya yang menindih tubuhnya. Jaket hitam dengan hiasan manik pink, helm hitam dan pink, celana kulit, chelsea bots, dan aroma lembut ini.&#xA;&#xA;&#34;Kitty...&#34;, gumam Agust D.&#xA;&#xA;Samar-samar dilihatnya penolongnya berhasil mengangkat motornya dan memindahkannya menjauh dari tubuhnya. &#xA;&#xA;Melepas helm hitam miliknya, penolong Agust D itu berjongkok, memeriksa kesadarannya dan mengecek kondisinya.&#xA;&#xA;&#34;kitt yy... &#34; lirih suara Agust D.&#xA;&#xA;&#34;Bertahan.. bertahan sebentar... bantuan segera datang...&#34;&#xA;&#xA;&#34;di.. ngin..&#34;, &#xA;&#xA;&#34;Hei... tetaplah terjaga... Hei... Agust D....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Yoon... gi.... nama.. ku... Yoon... Gi...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Yoongi... kau harus tetap sadar.. lihat aku.. hei... lihat aku,,,&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kit.. ty.... can... tik....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sadarlah... kau berjanji padaku untuk bertanding ulang...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ma.. af... Ma... af...&#34;, bersamaan dengan kata yang diucapkannya Agust D menutup matanya, meninggalkan Kitty yang masih sibuk menguncang badannya memintanya untuk tetap sadar.&#xA;&#xA;Malam itu tak hanya tahta raja jalanannya yang dicopot paksa, semua yang memihaknya ternyata berkhianat. Prinsip Agust D tentang manusia itu berhubungan jika membutuhkan, ternyata berbalik kepadanya.&#xA;&#xA;Berbulan-bulan dirawat di Rumah Sakit, tak ada seorangpun yang menjengguknya. Tidak juga Woseok, yang mengaku sebagai adik angkatnya. Hanya orang suruhan tuan Hansol yang datang menengoknya,memberi kabar bahwa semua baiaya perawatannya ditanggung oleh Tuan Hansol selaku promotor malam itu. Tak ada pembicaraan mengenai perubahan jalur ataupun kecurangan tim lain. Rupanya Tuan Hansol telah menginformasikan rute yang benar, semua bukti file rute dan lain-lain sesuai dengan jalur balap. Hanya saja yang diterima Agust D sebelum pertandingan bisa berbeda.&#xA;&#xA;Mungkinkah Woseok mengkhianatinya?&#xA;&#xA;Ternyata jawabannya hadir tak lama sesudahnya, Woseok mengirim surat, permohonan maaf karena mengacaukan balapannya malam itu, Dia butuh uang untuk pengobatan ibunya segera, dan Yoonshik membayarnya mahal hanya untuk mendapatkan akses ke ponselnya, menghapus email resmi tuan Hansol. Pelaku pengubah rute dan pengiriman file yang salah adalah Yoonshik dan Aera.&#xA;&#xA;Aera, jalang itu&#xA;&#xA;Cih..&#xA;&#xA;Namun nasi telah menjadi bubur. Semua yang memujanya sudah berpaling. Hukum Jalanan, mereka yang menguasai jalanan, merekalah rajanya, yang lain? hanya alat atau budak pesuruh mereka yang di posisi atas.&#xA;&#xA;Berada dalam waktu lama di rumah sakit dan nyaris kehilangan seluruh kemampuan dasarnya,lebih-lebih saat dia tahu kaki kanannya harus diamputasi sebatas paha karena hancur terkena tekanan motornya saat terjatuh dan terseret. Hal ini membuatnya menjadi pendiam dan muram.&#xA;&#xA;Di rumah sakit dia lebih banyak diam dan menatap jendela, mengamati awan yang bergerak perlahan. Bukan sekali dua kali keinginan meninggalkan dunia ini menghampirinya. &#xA;&#xA;Sendirian.&#xA;&#xA; Orang tua tak ada, keluarga apalagi. teman tak peduli.&#xA;&#xA;Jadi buat apa?&#xA;&#xA;Tapi ada satu hal yang membuatnya bertahan. Kiriman kartu pos, bertanda tangan Kitty bergambar aneka ilustrasi kucing. Awalnya diacuhkannya kartu pos itu, sampai suatu ketika dilihatnya gambar ilustrasinya yang menunjukkan dua kucing sedang mengendarai motor, satu kucing hitam dan satu kucing putih. Di bawah Kucing Hitam tertulis Kitty, dan di bawah gambar kucing putih tertulis Agust D yang dicoret dan diganti dengan nama Min Yoongi.&#xA;&#xA;Sejak saat itu, dia selalu menantikan kehadiran kartu pos kartu pos itu. Sampai pada yang terbaru, sehari sebelum dia diperbolehkan keluar, selembar kartu pos bergambar kucing hitam yang tertidur di padang rumput hijau, bersebelahan dengan seekor kucing putih yang kehilangan satu kakinya.&#xA;&#xA;Di bawahnya tertulis, &#xA;&#xA;Kutunggu, pertandingan kita. Rasanya tak adil jika aku saja yang mengetahui namamu Min Yoongi. Lekaslah pulih, dan akan kutantang kau menghabiskan Patbingsoo.&#xA;&#xA;Tersenyum Yoongi mengumpulkan kartu pos itu dalam kotak bersama dengan kartu pos lainnya. Tindakannya itu dilihat oleh suster yang merawatnya.&#xA;&#xA;&#34;Aigooooo... manis sekali.. Kekasihmu itu tak pernah absen mengirimimu kartu pos ya...Aigooo lucunya&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tapi dia bukan....&#34;&#xA;&#xA;&#34;SShhh sudah jangan mengelak, dia rutin mengantarkan kartu pos itu ke meja perawat dan beberapa kali mentraktir kami makan siang. Aduh anak yang baik.. Ahhh.. aku ingat, saat kau masih di ruang ICU dan tak sadar, anak itu yang datang tiap hari menjengukmu,membantu kami membersihkan badanmu..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Eh.. tapi dia tak pernah muncul menemuiku?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ah masa.... perawat Choi yang berjaga malam, berkata semalam dia datang menengokmu, ah mungkin kau sudah tertidur.. Dia tak pernah absen menjengukmu, bahkan dia yang membuatkanmu janji dengan dokter ortopedi dan prostektik untuk mencetak kaki palsumu..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Huh...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aduh.. aduh... padahal dia juga yang memberikanmu jeruk tiap minggu...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Eh...&#34;&#xA;&#xA;Kitty&#xA;&#xA;Hanya dia yang bertahan saat yang lain meninggalkannya, diusapnya sekali lagi gambar kucing di kartu pos itu. Sejak malam itu, pandangannya tentang kucing tak lagi sama.&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Matinya Agust D</strong>
</p>

<hr/>

<p>Yoonmin Au, meminjam nama Min Yoongi dan Park Jimin sebagai karakter utama, tidak ada kaitannya dengan pemilik nama asli.
<em>One shoot</em>
Tidak ada karakter kucing tersakiti dalam tulisan ini.
<em>Slice of Life</em>
<em>Harsh words</em>
<em>Mature Content</em>
<em>Implisit Seks and Kissing Scenes</em>
Based on @shadowyoonie beautiful art of <a href="https://kitkat.writeas.com/tag:Diki" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">Diki</span></a> Au</p>

<hr/>

<p>Rasanya baru kemarin, dia dipanggil Agust D oleh banyak orang, dielu-elukan, ditepuk punggungnya penuh kebanggan, diberi beragam macam hal dan didekati oleh pria ataupun perempuan yang hanya dengan berbasa basi busuk dan keinginan untuk dijamah atau dimanjakan di atas ranjang.</p>

<p>Puluhan bibir sudah dia lumat, hisap, dan jelajahi. Puluhan bibir pula sudah merasakan nikmat kejantannya yang yah, bisa dibilang ukurannya di atas rata-rata, sesuatu yang dia banggakan.  Tak terhitung pula berapa berapa vagina atau anal yang merasakan kenikmatan jari-jarinya yang kurus dan panjang. Bahkan beberapa diantaranya benar-benar hanya datang untuk dipuaskan di bawah sana, untuk jarinya.</p>

<p>Tapi tidak untuk badannya, bisa dibilang Agust D sangat pemilih, hanya yang terpilih yang bisa memuaskannya di ranjang, atau dipuaskan oleh Agust D di ranjang. Hal inilah yang semakin banyak membuat pria dan wanita mendekat padanya. Testimoni yang telah dipuaskannya, juga menjadi salah satu faktor. Agust D tak akan mengajak orang yang sama untuk berhubungan badan, baginya seks adalah kebutuhan biologis semata. Memuaskan hasrat primata dalam dirinya.</p>

<p>Sungguh dia sangat menikmati momen mereka merintih, memekik, atau memohon untuk dipuaskan. Agust D tak mau repot dengan pernyataan cinta, baginya suka dan cinta adalah konsep yang sangat tak masuk di akalnya. Baginya manusia berhubungan dengan manusia yang lain hanya karena kebutuhan. Sudah selesai ya sudah. Nyatanya dia tak sadar kalau prinsipnya ini yang juga memakannya.</p>

<p>Setenar itulah dia, Agust D, si penguasa jalanan. Pembalap yang tak pernah kalah, dan Penjudi yang selalu memenangkan sepuluh kali lipat uang taruhannya. Beberapa dari mereka menjulukinya <em>Minstradamus</em> karena kepiawaiannya memprediksi tim mana yang akan menang, kala dia tak bertanding atau bisa dengan mudah menebak kendaraan apa yang akan dipakai lawannya, spesifikasinya, maupun trik kejutan yang akan mereka gunakan.</p>

<p>“Siap Broo?”, tanya Kim Woseok padanya</p>

<p>“Selalu siap Bro”, kata Agust D dia atas motor kesayangannya Gloss.</p>

<p>“Gue tunggu di garis finish, gue yakin bakalan gampang sih malam ini anak baru juga”</p>

<p>“Hmm..”</p>

<p>“Kita partyy abis itu, temen-temen si Aera udah nungguin lu broo...”, Woseok mengarahkan pandangannya pada sekumpulan gadis berpakaian minim di pinggir jalan yang mereka gunakan sebagai lintasan balap malam ini.</p>

<p>AgusT D hanya diam, beberapa dari gadis itu dikenalinya sebagai patner tetap make outnya di bar langganan ketika merayakan kemenangan.</p>

<p>“BERSIAAAAAAAAAAAPPPP”, sebuah suara dari megaphone menyadarkan Agust D, Wuseok hanya melambai dan mengacungkan jempolnya, serta menepuk punggungnya pelan.</p>

<p>Bersiap.</p>

<p>Agust menempati posisinya di lintasan, diliriknya beberapa wajah baru, yang hadir malam ini. Satu yang menarik perhatiannya, penunggang motor Hitam dengan higlight pink, yang memakai chelsea boot, celana kulit ketat yang membalut kakinya, serta jaket pink hitam yang membungkus badannya.</p>

<p>Nice Booty, begitu dia dalam hati memperhatikan penampilan fisik anak baru itu, samar-samar diingatnya ada pembalap baru yang nyaris bisa menyamai rekor kemenangannya. Mereka menyebutnya Kitty, nama yang cukup feminim di antara arena balap yang penuh dengan laki laki yang pamer dan berlomba dominasi.</p>

<p>Sigh, mungkin hanya nama dan badannya saja yang cantik.</p>

<p>&#39;MULAAAIIIIIIIII”</p>

<p>dan bersamaan dengan bendera dikibarkan, beberapa motor melaju dengan kecepatan tinggi bagi Agust inilah momentnya. Menunjukkan siapa raja yang sesungguhnya di antara mereka.</p>

<blockquote><p>“Menang lagi Broooo..... Agust D memang Kaepjaaaanggg! WOHOOOOOOOOO”,</p></blockquote>

<p>Woseok segera mendekat menyambutnya di garis akhir lintasan bersama Aera yang langsung bergelanyut manja pada lengannya, dan membuka helmnya tak sabar untuk berciuman.  Di saat yang bersamaan sebuah motor mendekat dan membunyikan klaksonnya</p>

<p>“Nice game... See You next Time Agust D”</p>

<p>“You too Kitty... Nice match...”</p>

<p>“Kuakui skill lu memang bener bagus, dan gue terlalu meremehkan jalur kali ini. Next match gue bakal lebih bagus dari ini”</p>

<p>“I know.. kemampuan lu di kelokan tadi cukup impresif, baru kali ini ada yang bisa mengekor gue dari awal sampai akhir”</p>

<p>“Well, im just lucky, i guess.”</p>

<p>“Sampai jumpa di match selanjutnya”, serunya sambil mengulurkan tangan yang dibalas oleh Agust D. Saat menjabat tangannya diamatinya lamat-lamat muka Kitty dari bagian helmnya yang terbuka. Matanya sungguh indah, dan saat tersenyum membentuk lengkungan bulan sabit yang indah. Dan suaranya,, begitu mengalun..merdu dan menenangkan. Sesaat Agust D begitu tersihir pada sosok di depannya, yang terlihat begitu kontras.</p>

<p>Kuat tapi lembut, Auranya tenang tapi tetap menghanyutkan. Matanya sayu tapi juga menunjukkan kekuatan dan keteguhan. Tangannya munggil tapi gengamannya tersa kuat dan mantap. Dan sungguh ini membuatnya penasaran.</p>

<p>“Next tanding lagi, gue mau minta sesuatu sama lu”</p>

<p>“Hmm... apa?”</p>

<p>“Nama... nama asli lu Kitty dan gue mau lihat wajah lu tanpa helm ini.”</p>

<p>“Gue dapet apa?”</p>

<p>“Apapun yang lu minta?”</p>

<p>“Apapun?”</p>

<p>“Apapun Kitty”</p>

<p>“Deal”</p>

<p>“Deal”</p>

<p>Entah setan apa yang merasukinya, tak pernah Agust D seberani ini. Bahkan Woseok dan Aera yang ada di dekatnya melotot tak percaya mendengar apa yang Agust D pertaruhkan, hanya untuk sebuah nama dan wajah.</p>

<p>Dan malam bergulir seperti biasa tapi tidak untuk Agust D yang pikirannya terpaku pada sosok mungil bernama Kitty itu.</p>

<p>“Menarik..”, serunya sambil menenggak gelas vodkanya.</p>

<p>Dan sejak malam itu, Agust D selalu menantikan kehadirin Kitty di arena setiap kali dia bertanding atau hanya melihat orang lain bertanding. Sudah tiga kali mereka berselisih jalan, kala dia bertanding Kitty tak ikut. Dan kala dia tak ikut, Kitty selalu berpartisipasi dan memenangkan semua pertandingannya. Bertambahlah rasa pensaran dalam diri Agust D, ditambah usai pertandingan Kitty selalu menghilang, tak ikut berpesta di bar atau bercengkrama layaknya pembalap lainnya.</p>

<blockquote><p>“Bro, kali ini Tim Yoonshik nantang lu di lintasan di gunung itu Bro”</p></blockquote>

<p>“Masih belum kapok mereka?”</p>

<p>“Belum bro, bahkan denger-denger taruhannya gedhe kali ini. Ambil gak?”</p>

<p>“Kitty?”</p>

<p>“Belum ada tanda-tanda ikutan, cuma krunya Hyunmin sama Jisub juga ikutan sih”</p>

<p>“Hmmm mencurigakan.. Mereka semua kan yang udah pernah gue kalahin?”</p>

<p>“Iya sih emang, tapi kali ini promotornya Tuan Hansol bro. Dia kan pro banget sama elu, kalau ada yang bau amis pasti dah diberesin sama dia”</p>

<p>“Hmmmm... gue ga ikutan lah”</p>

<p>“Heh, Bro ayolah.. ikut. Ini ajang ngerebutin gelar King tahun ini. Masa lu yang yang king bertahan ga ikutan. Ntar lu dikata cupu bro. Ayolah bro... Lintasan Gunung itu kan lu apal banget bro. kecil buat lu. sabi lah habisin mereka. Toh lu juga apal mereka mainnya gimana”</p>

<p>“Hmm..”</p>

<p>“Ya.. ya.. ikut lah ya...”</p>

<p>“Ck .. oke deh, tapi gue minta area bener bener disterilin, gila aja terakhir main di sana taunya ada mobil tukang tahu, sama truk antar barang”</p>

<p>“Beres..”</p>

<blockquote><p>Waktu yang ditentukanpun tiba, sepertinya tuan Hansol benar-benar mempromosikan acara balapan ini dengan maksimal. Bahkan kabarnya dia mempersiapkan drone untuk merekam langsung pertandingan dan menyiarkannya secara berbayar di banana tivi. Penontonnya cukup fantastis, beberapa menjagokan Agust D hingga nilai taruhan kali ini meningkat 3 kali lipat dari biasanya. Benar benar ajang pertaruhan pembalap kota ini. Sayangnya Kitty tak ikut turun di pertandingan kali ini. Selintas Agust D melihat Kitty dan motornya tak jauh dari arena, bergabung dengan penonton lainnya.</p>

<p>MULAAAAAAAAAAAAIII</p></blockquote>

<p>Dan balapun dimulai, suara tarikan gas, deru angin dini hari, dan sorakan penonton terdengar jelas mereka bahkan menunggu di beberapa titik untuk melihat secara langsung. Berada di start kelima, sedikit menguntungkan Agust D, dia bisa melihat dan membaca gerakan lawan-lawannya. Tak ada yang berubah, masih tetap sama.</p>

<p>Cih ...</p>

<p>Gampang sekali...</p>

<p>Ditariknya gas lebih kencang..</p>

<p>Satu..</p>

<p>dua...</p>

<p>Tiga...</p>

<p>Empat...</p>

<p>dan Lima pebalap dilewatinya satu persatu, dirinya kini berada di depan. Memimpin barisan motor berkecepatan tinggi itu untukmencapai garis akhir yang berada di akhir bukit. Lima kelokan terakhir, dan pertandingan akan selesai dan dia akan menjadi pemenangnya..</p>

<p>Di spion terlihat Yoonshik yang berada di urutan kedua mengekorinya dengan tenang. Aneh... ada yang aneh...</p>

<p>Di tikungan terakhir, Agust D bersiap membelok, tapi yang dilihatnya Yoonshik dan seluruh pembalap lainnya mengambil jalan lurus.</p>

<p>Sial.. Sialan,,, dia ditipu. Rute yang ditunjukkan tadi jelas jelas berbelok..</p>

<p>Kenapa?</p>

<p>Belum habis keheranannya dari arah berlawan datanglah truk besar yang melaju dengan kecepatan sedang.</p>

<p><em>SIALLL SIALLL SIALLLLL</em></p>

<p>Agust D terjepit, dia berada di tikungan, tak memungkinkan untuk mengurangi kecepatan saat ini, satu satunya jalan adalah menyelinap di sisi kiri berhimpitan dengan dinding gunung berharap di belakang truk itu tak ada kendaraan lain yang berkecepatan sama.</p>

<p><em>SEKARANG</em></p>

<p>Beberapa meter sebelum truk itu mendekat, Agust mempercepat laju motornya dan mengambil jalur kiri, tapi perhitungannya meleset, sopit truk itu terlihat malah menambah kecepatannya dan dalam waktu singkat Agust D nyaris tergerus roda depan truk itu. Aksinya menepikan motornya di bagian bukit, membuatnya selamat, namun, anginyang lewat dari truk itu menghempasnya semakin kuat ke arah dinding dan membuatnya kehilangan keseimbangan. Beruntungnya tak ada kendaraan lainyang lewat, tapi karena laju motornya yang cukup tinggi membuatnya terguling dan terseret oleh beban motornya sendiri.</p>

<p>Lalu semuanya menggelap.</p>

<p>Saat terbangun, yang pertama kali dirasakannya adalah sakit kepala hebat dan bau anyir darah, samar-samar dilihatnya seseorang berusaha memindahkan motornya yang menindih tubuhnya. Jaket hitam dengan hiasan manik pink, helm hitam dan pink, celana kulit, chelsea bots, dan aroma lembut ini.</p>

<p>“Kitty...”, gumam Agust D.</p>

<p>Samar-samar dilihatnya penolongnya berhasil mengangkat motornya dan memindahkannya menjauh dari tubuhnya.</p>

<p>Melepas helm hitam miliknya, penolong Agust D itu berjongkok, memeriksa kesadarannya dan mengecek kondisinya.</p>

<p>“kitt yy... ” lirih suara Agust D.</p>

<p>“Bertahan.. bertahan sebentar... bantuan segera datang...”</p>

<p>“di.. ngin..”,</p>

<p>“Hei... tetaplah terjaga... Hei... Agust D....”</p>

<p>“Yoon... gi.... nama.. ku... Yoon... Gi...”</p>

<p>“Yoongi... kau harus tetap sadar.. lihat aku.. hei... lihat aku,,,”</p>

<p>“Kit.. ty.... can... tik....”</p>

<p>“Sadarlah... kau berjanji padaku untuk bertanding ulang...”</p>

<p>“Ma.. af... Ma... af...”, bersamaan dengan kata yang diucapkannya Agust D menutup matanya, meninggalkan Kitty yang masih sibuk menguncang badannya memintanya untuk tetap sadar.</p>

<p>Malam itu tak hanya tahta raja jalanannya yang dicopot paksa, semua yang memihaknya ternyata berkhianat. Prinsip Agust D tentang manusia itu berhubungan jika membutuhkan, ternyata berbalik kepadanya.</p>

<p>Berbulan-bulan dirawat di Rumah Sakit, tak ada seorangpun yang menjengguknya. Tidak juga Woseok, yang mengaku sebagai adik angkatnya. Hanya orang suruhan tuan Hansol yang datang menengoknya,memberi kabar bahwa semua baiaya perawatannya ditanggung oleh Tuan Hansol selaku promotor malam itu. Tak ada pembicaraan mengenai perubahan jalur ataupun kecurangan tim lain. Rupanya Tuan Hansol telah menginformasikan rute yang benar, semua bukti file rute dan lain-lain sesuai dengan jalur balap. Hanya saja yang diterima Agust D sebelum pertandingan bisa berbeda.</p>

<p>Mungkinkah Woseok mengkhianatinya?</p>

<p>Ternyata jawabannya hadir tak lama sesudahnya, Woseok mengirim surat, permohonan maaf karena mengacaukan balapannya malam itu, Dia butuh uang untuk pengobatan ibunya segera, dan Yoonshik membayarnya mahal hanya untuk mendapatkan akses ke ponselnya, menghapus email resmi tuan Hansol. Pelaku pengubah rute dan pengiriman file yang salah adalah Yoonshik dan Aera.</p>

<p>Aera, jalang itu</p>

<p>Cih..</p>

<p>Namun nasi telah menjadi bubur. Semua yang memujanya sudah berpaling. Hukum Jalanan, mereka yang menguasai jalanan, merekalah rajanya, yang lain? hanya alat atau budak pesuruh mereka yang di posisi atas.</p>

<p>Berada dalam waktu lama di rumah sakit dan nyaris kehilangan seluruh kemampuan dasarnya,lebih-lebih saat dia tahu kaki kanannya harus diamputasi sebatas paha karena hancur terkena tekanan motornya saat terjatuh dan terseret. Hal ini membuatnya menjadi pendiam dan muram.</p>

<p>Di rumah sakit dia lebih banyak diam dan menatap jendela, mengamati awan yang bergerak perlahan. Bukan sekali dua kali keinginan meninggalkan dunia ini menghampirinya.</p>

<p>Sendirian.</p>

<p> Orang tua tak ada, keluarga apalagi. teman tak peduli.</p>

<p>Jadi buat apa?</p>

<p>Tapi ada satu hal yang membuatnya bertahan. Kiriman kartu pos, bertanda tangan Kitty bergambar aneka ilustrasi kucing. Awalnya diacuhkannya kartu pos itu, sampai suatu ketika dilihatnya gambar ilustrasinya yang menunjukkan dua kucing sedang mengendarai motor, satu kucing hitam dan satu kucing putih. Di bawah Kucing Hitam tertulis Kitty, dan di bawah gambar kucing putih tertulis Agust D yang dicoret dan diganti dengan nama Min Yoongi.</p>

<p>Sejak saat itu, dia selalu menantikan kehadiran kartu pos kartu pos itu. Sampai pada yang terbaru, sehari sebelum dia diperbolehkan keluar, selembar kartu pos bergambar kucing hitam yang tertidur di padang rumput hijau, bersebelahan dengan seekor kucing putih yang kehilangan satu kakinya.</p>

<p>Di bawahnya tertulis,</p>

<p><em>Kutunggu, pertandingan kita. Rasanya tak adil jika aku saja yang mengetahui namamu Min Yoongi. Lekaslah pulih, dan akan kutantang kau menghabiskan Patbingsoo.</em></p>

<p>Tersenyum Yoongi mengumpulkan kartu pos itu dalam kotak bersama dengan kartu pos lainnya. Tindakannya itu dilihat oleh suster yang merawatnya.</p>

<p>“Aigooooo... manis sekali.. Kekasihmu itu tak pernah absen mengirimimu kartu pos ya...Aigooo lucunya”</p>

<p>“Tapi dia bukan....”</p>

<p>“SShhh sudah jangan mengelak, dia rutin mengantarkan kartu pos itu ke meja perawat dan beberapa kali mentraktir kami makan siang. Aduh anak yang baik.. Ahhh.. aku ingat, saat kau masih di ruang ICU dan tak sadar, anak itu yang datang tiap hari menjengukmu,membantu kami membersihkan badanmu..”</p>

<p>“Eh.. tapi dia tak pernah muncul menemuiku?”</p>

<p>“Ah masa.... perawat Choi yang berjaga malam, berkata semalam dia datang menengokmu, ah mungkin kau sudah tertidur.. Dia tak pernah absen menjengukmu, bahkan dia yang membuatkanmu janji dengan dokter ortopedi dan prostektik untuk mencetak kaki palsumu..”</p>

<p>“Huh...”</p>

<p>“Aduh.. aduh... padahal dia juga yang memberikanmu jeruk tiap minggu...”</p>

<p>“Eh...”</p>

<p><em>Kitty</em></p>

<p>Hanya dia yang bertahan saat yang lain meninggalkannya, diusapnya sekali lagi gambar kucing di kartu pos itu. Sejak malam itu, pandangannya tentang kucing tak lagi sama.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kitkat.writeas.com/cat-shelter-lost-and-found-gv2b</guid>
      <pubDate>Wed, 16 Jun 2021 17:07:21 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>CAT SHELTER LOST AND FOUND</title>
      <link>https://kitkat.writeas.com/cat-shelter-lost-and-found?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;Yoonmin Au, meminjam nama Min Yoongi dan Park Jimin sebagai karakter utama, tidak ada kaitannya dengan pemilik nama asli. &#xA;!--more--&#xA;One shoot&#xA;Tidak ada karakter kucing tersakiti dalam tulisan ini.&#xA;Slice of Life&#xA;Harsh words&#xA;Based on @shadowyoonie beautiful art of #Diki Au &#xA;original Ideas&#xA;&#xA;!--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;SIAAAAL!!!!&#34;, Park Jimin, pemuda bersurai pink itu mengumpat dengan kencang, usai mengerem mendadak karena ada seekor kucing yang tiba-tiba menghadang jalannya di tikungan ketiga, kala dia sedang balapan. &#xA;Dan kucing gendut dengan tiga warna itu malah hanya menatapnya datar, seolah tak merasa bersalah, karena telah membuat Ketua Kitty Gank itu terpaksa kalah dari Kim Yong In, ketua gang sebelah yang menantangnya malam itu.&#xA;&#xA;&#34;SIAL SIAL SIAL&#34;, umpat Jimin berulang kali, sambil memukulkan kepalan tangannya ke Rock Byson ,motor kesayanganya. &#xA;&#xA;&#34;Nyaaw&#34;, kucing itu mengeong pelan.&#xA;&#xA;&#34;Heh kucing! Gara gara kamu aku kalah balapan tahu.&#34;, Park Jimin yang merasa geram mengangkat tubuh kucing itu, dan memarahinya layaknya memarahi anak kecil yang ketahuan telah melakukan suatu kenakalan.&#xA;&#xA;&#34;Eh, kau jantan?&#34;, kata Jimin menyadari jenis kelamin kucing yang diangkatnya itu.&#xA;&#xA;&#34;Harusnya kau itu jadi kucing pembawa keberuntungan tahu, tapi malam ini kau malah jadi kucing pembawa sial buatku. Huh Dasar&#34;.&#xA;&#xA;&#34;Nyaaaw&#34;, dan lagi lagi, kucing yang diajaknya bicara itu seolah tak peduli dan menguap malas.&#xA;&#xA;&#34;Dasar Kucing. Eh, boy, tapi kau kucing langka. Hummm tak ada tanda pengenal, apa kau kubawa saja?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Krrkrrrkrrr&#34;, kucing jantan tiga warna itu hanya mengeluarkan dengkurannya pelan, meski matanya terbuka lebar dan menatap Jimin lamat-lamat.&#xA;&#xA;&#34;Ah tapi, nanti aku dituduh mencuri.. Tapi.. lumayan juga kau Boy kalau bisa kujual...Ah tapi nanti pemilikmu mencarimu.. AAAARGGGHHHHHHHH.... KENAPA AKU YANG HARUS REPOT SIIH. KAU KAN YANG MENGACAUKAN BALAPANKU, HARUSNYA KAU YANG BERTANGGUNG JAWAB. KENAPA MALAH AKU YANG HARUS MEMIKIRKAN NASIBMU. &#34;&#xA;&#xA;&#34;Nyaaaw...&#34;&#xA;&#xA;&#34;AH SUDAHLAH, KAU KUBAWA SAJA. SIAPA TAU MIN NYOONGI BISA MENEMUKAN PEMILIKMU&#34;, putus Jimin, sambil memasukkan kucing itu dalam jaket yang dikenakannya.&#xA;&#xA;&#34;Diam kau ya, jangan banyak gerak&#34;, ujarnya pada kucing jantan itu yang malah menurut dan melingkar nyaman di dalam jaket Jimin dan menyembulkan kepalanya keluar, seolah berada dalam kantong kangguru. Jimin sendiri mengeluarkan ponselnya dan menghubungi anak buahnya mengabari kondisinya dan mengatakan akan langsung pulang tak akan kembali lagi ke markas atau ke club. Alasannya ada anak hilang yang harus diantarkan pulang.&#xA;&#xA;~&#xA;&#34;HEH BOS KUCING, BANTU AKU!&#34;&#xA;~&#xA;&#xA;Park Jimin, mengangsurkan kucing jantan itu ke hadapan Min Yoongi, yang sedang duduk dan dikelilingi banyak kucing, yang seolah tak memperdulikan kehadiran Jimin dan sibuk dengan urusan masing masing.&#xA;&#xA;Min Yoongi alias Agust D, yang diajak bicara malah tak melihat Jimin dan menyapa kucing jantan itu seperti temannya yang hilang. Meraihnya dan ditaruhnya di pangkuannya dan mengelus kepala kucing itu pelan.&#xA;&#xA;&#34;Hei aku yang bicara padamu, Agus Sialan&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya..&#34;, jawabnya acuh&#xA;&#xA;&#34;Kucing Jantan, calico, jenis langka, pembawa keberuntungan, sehat, telinga mata hidung tak kotor, beratnya cukup, umurnya kurang lebih 1 tahun, bulunya bersih, kukunya terpotong rapi, bau mulutnya seperti makanan kalengan mahal, ada bekas kalung di sini. Tindak tanduknya tenang di dekat orang asing.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Heh..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kucing rumahan, diculik untuk dijual tapi si pintar ini berhasil kabur&#34;, kata AgusD melanjutkan sambil menggarukki perut kucing gembul itu yang kini memejamkan mata dan mengeluarkan suara menggeram tanda keenakan.&#xA;&#xA;&#34;Tak ada kutu, dan sepertinya vaksinnya juga lengkap, giginya bersih&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kau... kau tahu? wow....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ck, pengetahuan umum. Bisa karena terbiasa&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tapi kenapa penampilanmu malah tak mencerminkan kemampuanmu sih. Lihat tempat ini, berantakan. AIsssh&#34;, kata Jimin sambil mulai memunguti sampah bekas ramyeon dan bir yang tercecer. &#xA;&#xA;&#34;AiiiSHHH.. KAU INI...DI DEPAN TEMPAT MAKAN KUCING BERSIH RAPI TERATUR.... KALENG MAKANANNNYA KAU JAJAR RAPI, BAHKAN JENISNYA JUGA BERAGAM, TEMPAT BUANG HAJATNYA JUGA WANGI, TAPI LIHAT DIRIMU CKCKCKKCKCK. BADANMU BAU SEPERTI TAK MANDI, SAMPAH BERSERAK, PAKAIAN KOTOR... ARRRGHHH SHIITTT!!&#34; seru Jimin, sambil melempar kolor milik Agust D yang tak sengaja dipegang.&#xA;&#xA;&#34;Berisik.&#34;&#xA;&#xA;&#34;CK KAU INIIII.. BETUL BETUL... AIIISHHHHHHHHH&#34;, sambi terus mengomel, Jimin beringsut dari sofa mulai membersihkan lantai dua yang dipakai sebagai kamar Agust di ruko yang terpasang plang &#34;CAT SHELTER LOST AND FOUND&#34;.&#xA;&#xA;Ruko tak terlalu besar itu ada di komplek pertokoan yang cukup padat, Lantai satunya adalah tempat penampungan kucing, ya rumah bagi kucing yang hilang atau terlantar. Sedangkan lantai duanya adalah tempat tinggal AgustD yang kini sedang dibersihkan Jimin dengan bersungut-sungut. Meski jabatannya kepala Gang, Jimin sangat menyukai kebersihan dan sedikit keteraturan. Hal inilah yang membuatnya sedikit mengernyit kala mengunjungi kamar Agust D untuk menitipkan si Boy, kucing belang tiga temuannya.&#xA;&#xA;&#34;Tak usah dibersihkan, toh nanti kotor lagi&#34;&#xA;&#xA;&#34;DIAM...aku cuma tak mau badanku gatal-gatal karena duduk di sofamu yang entah apa saja sampah di dalamnya&#34;, kata Jimin sambil mengernyit dan menyelesaikan pemilahan sampah, dan memunguti pakaian kotor yang tersebar dengan sumpit yang ditemukannya.&#xA;&#xA;&#34;Dasar kau itu. sejak pensiun keadaanmu malah tak terurus begini. Badan makin kurus, kucing-kucingmu saja yang gendut. Kau malah seperti tulang berjalan&#34;, omel Jimin.&#xA;&#xA;Yoongi yang mendengar omelan Jimin tersenyum, hatinya menghangat, sudah lama tak didengarnya suara orang lain semenjak dia berhenti total dari dunia yang sama dengan Jimin dan memilih menyepi dan merawat kucing-kucing. Mereka sepertiku, kala ditanya alasannya. Dibuang setelah tak berguna atau tak lucu lagi. Hanya Jimin, yang masih sering mengunjunginya, entah hanya untuk mengomelinya atau memakinya, tapi hanya Jimin yang terus datang ke shelternya itu dengan beragam alasan.&#xA;&#xA;Senyum di wajah Yoongi tak luntur, malah semakin melebar, kala mendengar Jimin menyalakan ai dan mulai mencuci perlengkapan makannya yang kotor sambil terus mengomel. Entah kenapa suara Jimin bagai melodi merdu di telinganya, dia seakan dininabobokan.&#xA;&#xA;&#34;HEH AGUST D.. HEH... MIN YOONGI&#34;, Jimin menggoyangkan badan Agust D ke kanan ke kiri.&#xA;&#xA;&#34;Sudah?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Dasar. Kutitipkan Boy padamu, besok aku datang lagi mengecek keadaanya.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya.. ya.. pergilah&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aish dasar kau ini. Ini sudah lewat tengah malam shelter belum kau tutup, kalau ada yang menculik mereka bagaimana?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya biarkan, kan rejekinya berarti di mereka&#34;&#xA;&#xA;&#34;AIISH.. DASAR KAU INI....&#34;, Park Jimin berdiri berkacak pinggang dan memijat keningnya yang berdenyut mendengarkan penjelasan Yoongi.&#xA;&#xA;&#34;AAAAAAAAAAAH TAK BISA DIBIARKAN!!! AKU TAK MAU KUCING KUCING INI MALAH MATI TAK TERURUS DI TANGANMU. Mulai besok aku akan bekerja di shelter. Akan kuhitung sendiri bayaranku.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Suka-sukamu sajalah&#34;, kata Yoongi sambil terus mengelus kucing 3 warna yang kini tertidur di pangkuannya, sementara dua kucing lainnya mendekat dan tertidur di kepala dan kaki Yoongi yang lain.&#xA;&#xA;&#34;HHHHHHH AKU PULANG,KUTUTUP PINTU SHELTER&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya. terima kasih&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kupastikan gajiku akan lebih banyak darimu!&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmm...&#34;&#xA;&#xA;Park Jimin berjalan keluar, sesaat sebelum keluar dia melirik ke arah kaki Yoongi, celana bagian kanannya tampak kosong, dan kaki palsu yang biasa dipakainya tersandar di tepi tempat tidur. Helaan nafas beratnya, dan matanya yang mendadak berair memaksanya meninggalkan tempat itu lebih cepat.&#xA;&#xA;Dan benar saja, keesokan paginya Jimin datang dengan membawa sekantong bubur untuk Yoongi, memakai celemek dan mulai membantu membereskan shelter. Keduanya tak banyak bicara, meski suara Jimin yang mendominasi percakapan di antara mereka, yang hanya dijawab hmm, tidak, ya, tidak tahu, terserah, oleh Yoongi. &#xA;Yang pertama dilakukan Jimin adalah mengecek keuangan shelter, dan mulai membuat beberapa post pendapatan dan pengeluaran. Jabatan sebagai ketua Kitty Gang sebenarnya hanyalah kedoknya untuk menyalurkan hobinya balapan. Sedangkan pekerjaannya sehari-hari adalah freelance desain. Melihat shelter yang hidup segan mati tak mau, membuat jiwa Jimin sedikit tergugah.&#xA;&#xA;Tak mau kucing-kucing itu mati mengenaskan, atau ditinggal Yoongi sakit, Jimin mulai membuat beberapa perubahan. Ruangan ditata seefesien mungkin, dibuatkannya desain untuk merebranding shelter itu. Ditambahkannya layanan adopsi dengan perhitungan penggantian biaya pakan selama di situ,  layanan penginapan kucing, dan layanan pencarian kucing yang hilang (pembuatan desain, call center), dengan memanfaatkan keahlian AgustD alias Min Yoongi mengenali aneka jenis kucing ras mahal serta status kesehatan kucing, bahkan untuk anak kecil yang sering mampir di situ oleh Jimin dibuatkan pojok peluk kucing yang menjadi sangat populer.&#xA;&#xA;Lambat laun shelter berubah menjadi ramai, layanan peluk kucing menjadi yang paling diminati. Terutama oleh anak anak dan lansia yang tinggal di sekitar pertokoan itu, hampir semuanya ingiin mengadopsi kucing shelter tapi peraturan tempat tinggal mereka atau kondisi kesehatan anggota keluarga yang membuat mereka mengurungkan niatnya akan hal itu. Mereka juga yang memberi tips cukup banyak usai sesi peluk kucing,membuat Yoongi dan Jimin bisa memberikan vaksinasi atau sterilisasi pada kucing yang ada. Dokter hewan setempat yang hafal dengan Yoongi dan Jimin, memberikan diskon khusus, bahkan beberapa kali proses steril diberikan secara gratis, dengan alasan dokter hewan itu melatih dokter hewan yang magang di sana.&#xA;&#xA;&#34;Jimin...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmm&#34;, Kata Jimin yang sedang konsentrasi mendesain di laptop dengan memangku kucing tiga warna yang ditemukannya, dan kini mereka namai Totoro, dan menjadi maskot Shelter, dan benar benar menjadi keberuntungan bagi mereka.&#xA;&#xA;&#34;Jimin...&#34;&#xA;&#xA;&#34;hmmmm...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jimin....&#34;&#xA;&#xA;&#34;HMMMMMMM....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kitty...&#34;&#xA;&#xA;&#34;ISH APAAAAAA MIN YOONGIIII.KAU MENGANGGUKU&#34;, seru Jimin sambil memutar tubuhnya menghadap Yoongi yang berdiri di belakanganya.&#xA;&#xA;&#34;Ini, bonusmu bulan ini&#34;, katanya sambil mengangsurkan kantong coklat bertanda M yang cukup ketara, lambang restoran cepat saji.&#xA;&#xA;&#34;apa-apaaan, bonus kok makanan.. yang lain kek... uanga kek.... Sudah hampir setahun aku kerja di sini, BOS&#34;, kata Jimin dengan menekankan kata Bos kuat kuat.&#xA;&#xA;&#34;Buka saja&#34;, kata Yoongi menggaruk tengkuknya canggung.&#xA;&#xA;&#34;Gak biasanya. apa sih?&#34;, dan ketika Jimin merogoh ke dalam kantung itu ditemukannya satu kotak beludru biru.&#xA;&#xA;&#34;Yoongi...&#34;&#xA;&#xA;Tak bisa berlutut dengan satu kaki, Yoongi menekuk kakinya dan kaki palsunya mensejajarkan pandangannya ke padangan Jimin.&#xA;&#xA;&#34;Jimin... maukah kau naik pangkat? Jadi bos shelter ini, dan mengadopsi kucing tua berkaki satu ini? Untuk menemanimu, untuk dipeluk kalau kau sedih. Untuk dimarahi kala kau kesal, dan untuk kaucium kala kau gembira? Maukah??&#34;, kata Yoongi memegang dua tangan Jimin.&#xA;&#xA;Terkejut, Jimin menangis, tak menyangka, perasaannya yang ditahannya mati-matian tak ditunjukkannya, perasaan hangat yang dirasakannya tiap kali melihat Yoongi, baik sebagai Agust D ataupun Min Yoongi pemilik shelter yang belakangan diketahuinya sebagai perasaan cinta bukan hanya kagum ternyata berbalas. Sudah sejak lama, dia berniat memendam perasaannya sendirian, mencinta dalam diam, mengawasi dari jauh. Tapi rupanya Yoongi mampu membacanya, Yoongi mampu mengertinya dan yang terpenting Yoongi juga mencintainya.&#xA;&#xA;&#34;Aku mau, dengan satu syarat. Bayaranku peluk dan cium setiap aku membuka mata setiap pagi, dan sebelum aku tertidur setiap hari&#34;&#xA;&#xA;&#34;DEAL&#34;, kata Yoongi yang memeluknya erat dan memakaikan cincin ke jari manis Jimin.&#xA;&#xA;Sedangkan Jimin, menghapus jejak air matanya, tersenyum lebar, kemudian menakup wajah Yoongi dengan dua tangannya, dan menciumnya di bibir.&#xA;&#xA;&#34;Dengan ini kau akan terjebak denganku selamanya, Meowngi..&#34;, kata Jimin usai ciuman singkat, dan menempelkan dahinya ke dahi  Yoongi.&#xA;&#xA;&#34;Nyaoow&#34;, jawab Yoongi dan Totoro bersamaan.&#xA;&#xA;Tergelak, mendengar Totoro yang ikut menjawab perkataan Jimin, membuat Yoongi memeluk Jimin erat dengan Totoro yang berada di antara keduanya.&#xA;&#xA;&#34;MIAAAWWW&#34;, seru Totoro senang seolah berkata, Akhirnyaaaa................ &#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Yoonmin Au, meminjam nama Min Yoongi dan Park Jimin sebagai karakter utama, tidak ada kaitannya dengan pemilik nama asli.

<em>One shoot</em>
Tidak ada karakter kucing tersakiti dalam tulisan ini.
<em>Slice of Life</em>
<em>Harsh words</em>
Based on @shadowyoonie beautiful art of <a href="https://kitkat.writeas.com/tag:Diki" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">Diki</span></a> Au
<a href="https://twitter.com/shadowyoonie/status/1400085091045437444?s=20" rel="nofollow">original Ideas</a></p>



<hr/>

<p>“SIAAAAL!!!!”, Park Jimin, pemuda bersurai <em>pink</em> itu mengumpat dengan kencang, usai mengerem mendadak karena ada seekor kucing yang tiba-tiba menghadang jalannya di tikungan ketiga, kala dia sedang balapan.
Dan kucing gendut dengan tiga warna itu malah hanya menatapnya datar, seolah tak merasa bersalah, karena telah membuat Ketua <em>Kitty Gank</em> itu terpaksa kalah dari Kim Yong In, ketua gang sebelah yang menantangnya malam itu.</p>

<p>“SIAL SIAL SIAL”, umpat Jimin berulang kali, sambil memukulkan kepalan tangannya ke <em>Rock Byson</em> ,motor kesayanganya.</p>

<p>“Nyaaw”, kucing itu mengeong pelan.</p>

<p>“Heh kucing! Gara gara kamu aku kalah balapan tahu.”, Park Jimin yang merasa geram mengangkat tubuh kucing itu, dan memarahinya layaknya memarahi anak kecil yang ketahuan telah melakukan suatu kenakalan.</p>

<p>“Eh, kau jantan?”, kata Jimin menyadari jenis kelamin kucing yang diangkatnya itu.</p>

<p>“Harusnya kau itu jadi kucing pembawa keberuntungan tahu, tapi malam ini kau malah jadi kucing pembawa sial buatku. Huh Dasar”.</p>

<p>“Nyaaaw”, dan lagi lagi, kucing yang diajaknya bicara itu seolah tak peduli dan menguap malas.</p>

<p>“Dasar Kucing. Eh, boy, tapi kau kucing langka. Hummm tak ada tanda pengenal, apa kau kubawa saja?”</p>

<p>“Krrkrrrkrrr”, kucing jantan tiga warna itu hanya mengeluarkan dengkurannya pelan, meski matanya terbuka lebar dan menatap Jimin lamat-lamat.</p>

<p>“Ah tapi, nanti aku dituduh mencuri.. Tapi.. lumayan juga kau Boy kalau bisa kujual...Ah tapi nanti pemilikmu mencarimu.. AAAARGGGHHHHHHHH.... KENAPA AKU YANG HARUS REPOT SIIH. KAU KAN YANG MENGACAUKAN BALAPANKU, HARUSNYA KAU YANG BERTANGGUNG JAWAB. KENAPA MALAH AKU YANG HARUS MEMIKIRKAN NASIBMU. “</p>

<p>“Nyaaaw...”</p>

<p>“AH SUDAHLAH, KAU KUBAWA SAJA. SIAPA TAU MIN NYOONGI BISA MENEMUKAN PEMILIKMU”, putus Jimin, sambil memasukkan kucing itu dalam jaket yang dikenakannya.</p>

<p>“Diam kau ya, jangan banyak gerak”, ujarnya pada kucing jantan itu yang malah menurut dan melingkar nyaman di dalam jaket Jimin dan menyembulkan kepalanya keluar, seolah berada dalam kantong kangguru. Jimin sendiri mengeluarkan ponselnya dan menghubungi anak buahnya mengabari kondisinya dan mengatakan akan langsung pulang tak akan kembali lagi ke markas atau ke club. Alasannya ada anak hilang yang harus diantarkan pulang.</p>

<pre><code>&#34;HEH BOS KUCING, BANTU AKU!&#34;
</code></pre>

<p>Park Jimin, mengangsurkan kucing jantan itu ke hadapan Min Yoongi, yang sedang duduk dan dikelilingi banyak kucing, yang seolah tak memperdulikan kehadiran Jimin dan sibuk dengan urusan masing masing.</p>

<p>Min Yoongi alias Agust D, yang diajak bicara malah tak melihat Jimin dan menyapa kucing jantan itu seperti temannya yang hilang. Meraihnya dan ditaruhnya di pangkuannya dan mengelus kepala kucing itu pelan.</p>

<p>“Hei aku yang bicara padamu, Agus Sialan”</p>

<p>“Ya..”, jawabnya acuh</p>

<p>“Kucing Jantan, calico, jenis langka, pembawa keberuntungan, sehat, telinga mata hidung tak kotor, beratnya cukup, umurnya kurang lebih 1 tahun, bulunya bersih, kukunya terpotong rapi, bau mulutnya seperti makanan kalengan mahal, ada bekas kalung di sini. Tindak tanduknya tenang di dekat orang asing.”</p>

<p>“Heh..”</p>

<p>“Kucing rumahan, diculik untuk dijual tapi si pintar ini berhasil kabur”, kata AgusD melanjutkan sambil menggarukki perut kucing gembul itu yang kini memejamkan mata dan mengeluarkan suara menggeram tanda keenakan.</p>

<p>“Tak ada kutu, dan sepertinya vaksinnya juga lengkap, giginya bersih”</p>

<p>“Kau... kau tahu? wow....”</p>

<p>“Ck, pengetahuan umum. Bisa karena terbiasa”</p>

<p>“Tapi kenapa penampilanmu malah tak mencerminkan kemampuanmu sih. Lihat tempat ini, berantakan. AIsssh”, kata Jimin sambil mulai memunguti sampah bekas ramyeon dan bir yang tercecer.</p>

<p>“AiiiSHHH.. KAU INI...DI DEPAN TEMPAT MAKAN KUCING BERSIH RAPI TERATUR.... KALENG MAKANANNNYA KAU JAJAR RAPI, BAHKAN JENISNYA JUGA BERAGAM, TEMPAT BUANG HAJATNYA JUGA WANGI, TAPI LIHAT DIRIMU CKCKCKKCKCK. BADANMU BAU SEPERTI TAK MANDI, SAMPAH BERSERAK, PAKAIAN KOTOR... ARRRGHHH SHIITTT!!” seru Jimin, sambil melempar kolor milik Agust D yang tak sengaja dipegang.</p>

<p>“Berisik.”</p>

<p>“CK KAU INIIII.. BETUL BETUL... AIIISHHHHHHHHH”, sambi terus mengomel, Jimin beringsut dari sofa mulai membersihkan lantai dua yang dipakai sebagai kamar Agust di ruko yang terpasang plang “CAT SHELTER LOST AND FOUND”.</p>

<p>Ruko tak terlalu besar itu ada di komplek pertokoan yang cukup padat, Lantai satunya adalah tempat penampungan kucing, ya rumah bagi kucing yang hilang atau terlantar. Sedangkan lantai duanya adalah tempat tinggal AgustD yang kini sedang dibersihkan Jimin dengan bersungut-sungut. Meski jabatannya kepala Gang, Jimin sangat menyukai kebersihan dan sedikit keteraturan. Hal inilah yang membuatnya sedikit mengernyit kala mengunjungi kamar Agust D untuk menitipkan si Boy, kucing belang tiga temuannya.</p>

<p>“Tak usah dibersihkan, toh nanti kotor lagi”</p>

<p>“DIAM...aku cuma tak mau badanku gatal-gatal karena duduk di sofamu yang entah apa saja sampah di dalamnya”, kata Jimin sambil mengernyit dan menyelesaikan pemilahan sampah, dan memunguti pakaian kotor yang tersebar dengan sumpit yang ditemukannya.</p>

<p>“Dasar kau itu. sejak pensiun keadaanmu malah tak terurus begini. Badan makin kurus, kucing-kucingmu saja yang gendut. Kau malah seperti tulang berjalan”, omel Jimin.</p>

<p>Yoongi yang mendengar omelan Jimin tersenyum, hatinya menghangat, sudah lama tak didengarnya suara orang lain semenjak dia berhenti total dari dunia yang sama dengan Jimin dan memilih menyepi dan merawat kucing-kucing. Mereka sepertiku, kala ditanya alasannya. Dibuang setelah tak berguna atau tak lucu lagi. Hanya Jimin, yang masih sering mengunjunginya, entah hanya untuk mengomelinya atau memakinya, tapi hanya Jimin yang terus datang ke shelternya itu dengan beragam alasan.</p>

<p>Senyum di wajah Yoongi tak luntur, malah semakin melebar, kala mendengar Jimin menyalakan ai dan mulai mencuci perlengkapan makannya yang kotor sambil terus mengomel. Entah kenapa suara Jimin bagai melodi merdu di telinganya, dia seakan dininabobokan.</p>

<p>“HEH AGUST D.. HEH... MIN YOONGI”, Jimin menggoyangkan badan Agust D ke kanan ke kiri.</p>

<p>“Sudah?”</p>

<p>“Dasar. Kutitipkan Boy padamu, besok aku datang lagi mengecek keadaanya.”</p>

<p>“Ya.. ya.. pergilah”</p>

<p>“Aish dasar kau ini. Ini sudah lewat tengah malam shelter belum kau tutup, kalau ada yang menculik mereka bagaimana?”</p>

<p>“Ya biarkan, kan rejekinya berarti di mereka”</p>

<p>“AIISH.. DASAR KAU INI....”, Park Jimin berdiri berkacak pinggang dan memijat keningnya yang berdenyut mendengarkan penjelasan Yoongi.</p>

<p>“AAAAAAAAAAAH TAK BISA DIBIARKAN!!! AKU TAK MAU KUCING KUCING INI MALAH MATI TAK TERURUS DI TANGANMU. Mulai besok aku akan bekerja di shelter. Akan kuhitung sendiri bayaranku.”</p>

<p>“Suka-sukamu sajalah”, kata Yoongi sambil terus mengelus kucing 3 warna yang kini tertidur di pangkuannya, sementara dua kucing lainnya mendekat dan tertidur di kepala dan kaki Yoongi yang lain.</p>

<p>“HHHHHHH AKU PULANG,KUTUTUP PINTU SHELTER”</p>

<p>“Ya. terima kasih”</p>

<p>“Kupastikan gajiku akan lebih banyak darimu!”</p>

<p>“Hmm...”</p>

<p>Park Jimin berjalan keluar, sesaat sebelum keluar dia melirik ke arah kaki Yoongi, celana bagian kanannya tampak kosong, dan kaki palsu yang biasa dipakainya tersandar di tepi tempat tidur. Helaan nafas beratnya, dan matanya yang mendadak berair memaksanya meninggalkan tempat itu lebih cepat.</p>

<p>Dan benar saja, keesokan paginya Jimin datang dengan membawa sekantong bubur untuk Yoongi, memakai celemek dan mulai membantu membereskan shelter. Keduanya tak banyak bicara, meski suara Jimin yang mendominasi percakapan di antara mereka, yang hanya dijawab hmm, tidak, ya, tidak tahu, terserah, oleh Yoongi.
Yang pertama dilakukan Jimin adalah mengecek keuangan shelter, dan mulai membuat beberapa post pendapatan dan pengeluaran. Jabatan sebagai ketua <em>Kitty Gang</em> sebenarnya hanyalah kedoknya untuk menyalurkan hobinya balapan. Sedangkan pekerjaannya sehari-hari adalah <em>freelance</em> desain. Melihat shelter yang hidup segan mati tak mau, membuat jiwa Jimin sedikit tergugah.</p>

<p>Tak mau kucing-kucing itu mati mengenaskan, atau ditinggal Yoongi sakit, Jimin mulai membuat beberapa perubahan. Ruangan ditata seefesien mungkin, dibuatkannya desain untuk me<em>rebranding</em> shelter itu. Ditambahkannya layanan adopsi dengan perhitungan penggantian biaya pakan selama di situ,  layanan penginapan kucing, dan layanan pencarian kucing yang hilang (pembuatan desain, call center), dengan memanfaatkan keahlian AgustD alias Min Yoongi mengenali aneka jenis kucing ras mahal serta status kesehatan kucing, bahkan untuk anak kecil yang sering mampir di situ oleh Jimin dibuatkan pojok peluk kucing yang menjadi sangat populer.</p>

<p>Lambat laun shelter berubah menjadi ramai, layanan peluk kucing menjadi yang paling diminati. Terutama oleh anak anak dan lansia yang tinggal di sekitar pertokoan itu, hampir semuanya ingiin mengadopsi kucing shelter tapi peraturan tempat tinggal mereka atau kondisi kesehatan anggota keluarga yang membuat mereka mengurungkan niatnya akan hal itu. Mereka juga yang memberi tips cukup banyak usai sesi peluk kucing,membuat Yoongi dan Jimin bisa memberikan vaksinasi atau sterilisasi pada kucing yang ada. Dokter hewan setempat yang hafal dengan Yoongi dan Jimin, memberikan diskon khusus, bahkan beberapa kali proses steril diberikan secara gratis, dengan alasan dokter hewan itu melatih dokter hewan yang magang di sana.</p>

<p>“Jimin...”</p>

<p>“Hmm”, Kata Jimin yang sedang konsentrasi mendesain di laptop dengan memangku kucing tiga warna yang ditemukannya, dan kini mereka namai Totoro, dan menjadi maskot Shelter, dan benar benar menjadi keberuntungan bagi mereka.</p>

<p>“Jimin...”</p>

<p>“hmmmm...”</p>

<p>“Jimin....”</p>

<p>“HMMMMMMM....”</p>

<p>“Kitty...”</p>

<p>“ISH APAAAAAA MIN YOONGIIII.KAU MENGANGGUKU”, seru Jimin sambil memutar tubuhnya menghadap Yoongi yang berdiri di belakanganya.</p>

<p>“Ini, bonusmu bulan ini”, katanya sambil mengangsurkan kantong coklat bertanda M yang cukup ketara, lambang restoran cepat saji.</p>

<p>“apa-apaaan, bonus kok makanan.. yang lain kek... uanga kek.... Sudah hampir setahun aku kerja di sini, BOS”, kata Jimin dengan menekankan kata Bos kuat kuat.</p>

<p>“Buka saja”, kata Yoongi menggaruk tengkuknya canggung.</p>

<p>“Gak biasanya. apa sih?”, dan ketika Jimin merogoh ke dalam kantung itu ditemukannya satu kotak beludru biru.</p>

<p>“Yoongi...”</p>

<p>Tak bisa berlutut dengan satu kaki, Yoongi menekuk kakinya dan kaki palsunya mensejajarkan pandangannya ke padangan Jimin.</p>

<p>“Jimin... maukah kau naik pangkat? Jadi bos shelter ini, dan mengadopsi kucing tua berkaki satu ini? Untuk menemanimu, untuk dipeluk kalau kau sedih. Untuk dimarahi kala kau kesal, dan untuk kaucium kala kau gembira? Maukah??”, kata Yoongi memegang dua tangan Jimin.</p>

<p>Terkejut, Jimin menangis, tak menyangka, perasaannya yang ditahannya mati-matian tak ditunjukkannya, perasaan hangat yang dirasakannya tiap kali melihat Yoongi, baik sebagai Agust D ataupun Min Yoongi pemilik shelter yang belakangan diketahuinya sebagai perasaan cinta bukan hanya kagum ternyata berbalas. Sudah sejak lama, dia berniat memendam perasaannya sendirian, mencinta dalam diam, mengawasi dari jauh. Tapi rupanya Yoongi mampu membacanya, Yoongi mampu mengertinya dan yang terpenting Yoongi juga mencintainya.</p>

<p>“Aku mau, dengan satu syarat. Bayaranku peluk dan cium setiap aku membuka mata setiap pagi, dan sebelum aku tertidur setiap hari”</p>

<p>“DEAL”, kata Yoongi yang memeluknya erat dan memakaikan cincin ke jari manis Jimin.</p>

<p>Sedangkan Jimin, menghapus jejak air matanya, tersenyum lebar, kemudian menakup wajah Yoongi dengan dua tangannya, dan menciumnya di bibir.</p>

<p>“Dengan ini kau akan terjebak denganku selamanya, Meowngi..”, kata Jimin usai ciuman singkat, dan menempelkan dahinya ke dahi  Yoongi.</p>

<p>“Nyaoow”, jawab Yoongi dan Totoro bersamaan.</p>

<p>Tergelak, mendengar Totoro yang ikut menjawab perkataan Jimin, membuat Yoongi memeluk Jimin erat dengan Totoro yang berada di antara keduanya.</p>

<p>“MIAAAWWW”, seru Totoro senang seolah berkata, Akhirnyaaaa................</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kitkat.writeas.com/cat-shelter-lost-and-found</guid>
      <pubDate>Wed, 02 Jun 2021 16:55:30 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>