<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>KitKat</title>
    <link>https://kitkat.writeas.com/</link>
    <description>a place for my alternate universe from my head</description>
    <pubDate>Thu, 09 Apr 2026 08:12:53 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>Dear Darling My Yooniverse,</title>
      <link>https://kitkat.writeas.com/dear-darling-my-yooniverse?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Dear Darling My Yooniverse, &#xA;&#xA;Nulis ini masih kebawa emosi gara-gara lihat cuplikan episode terakhir Suchwita season satu kemarin. Maaf ya sebelumnya, belum berani nonton lengkap karena bakalan kangen banget sama kamu. &#xA;&#xA;Tapi dari beberapa tayangan yang mampir, mau ngomong aja kalau aku kangen sama kamu. Mau ngomong juga kalau kamu tuh bener-bener jadi sosok yang bikin aku yang males-malesan ini buat bergerak terus. Belajar terus. &#xA;&#xA;Ketulusan kamu sama temen-temen kamu, seperti yang diceritain El kemarin, salah satunya adalah ga pakai mikir kalau mau nolongin. Langsung gas nolongin. Saking baiknya kamu, aku jadi inget dulu kamu bilang lagu yang kamu bikin dibeli dengan harga murah. Terus juga kamu sedih banget waktu temen kamu milih jalan yang beda dan udah ga bisa sama-sama. &#xA;&#xA;Yoon, kamu tuh manusia yang bikin aku ngelihat pasangan dengan standar yang berbeda. Kamu dan kelembutan hati kamu, nunjukkin bahwa sayang tu ga harus diumbar terus menerus. Sesuai dengan diri dan bahasa sayang yang kita yakini udah cukup. Ga heran sih, daftar antrian &#34;Yoongi Marry Me&#34;, kayaknya nambah terus tiap hari. Karena secara ga langsung kamu jadi patokan gimana mencari patner seumur hidup. Bahasa anak sekarang, kamu tu Husband Material, banget. Ahahahhahahaha... &#xA;&#xA;Terus, kamu tuh orang dengan nasihat paling rasional yang pernah aku temui. Ucapan gapapa kalau belum nemu apa yang dicari, atau belum tahu apa yang jadi passion diri sendiri, tapi kalau kita bahagia, itu udah cukup. Ga perlu muluk-muluk. Udah jadi pegangan selalu. Kamu juga yang selalu ngingetin, ada hal di luar kehendak dan kuasa kita yang ga bakal bisa kita kontrol. Kita cuma bisa melakukan bagian kita sebaik mungkin dan sisanya kita pasrah kan saja kemana semesta membawa. &#xA;&#xA;Kamu juga yang ngajarin, betapa hubungan antar manusia itu sedinamis itu. Kita harus siap merelakan, kehilangan beberapa bagian dari diri kita buat berdamai dengan masa lalu karena berkonflik dengan orang lain, termasuk keluarga. Sesakit apapun itu, pelan-pelan kita bakal bisa berdamai dengan orang-orang yang nyakitin kita. &#xA;&#xA;Memafkan diri sendiri dulu, dan menerima semua bagian masa lalu yang membentuk kita sekarang tanpa meratapi terus menerus dan menjadikannya bekal buat maju terus, itu yang kupegang. &#xA;&#xA;Yoon, satu hal paling utama yang bikin ngefans sama kamu adalah kamu tu super realistis. Kamu paham bagaimana dunia dan manusia ini bekerja. Realistisnya kamu, membuatku menyadari bahwa emang semua itu butuh modal. Minimal ada koneksi, juga butuh nominal, yang kadang ga sedikit. Harus ada cara untuk menjembatani keinginan untuk idealis dan menyesuaikan industri. Harus ada kompromi atau batasan yang diciptakan agar kita bisa mencapai titik yang kita mau. Ini aku juga belajar banyak dari kamu. &#xA;&#xA;Sejujurnya masih banyak lagi hal mengenai dirimu yang membuatku kagum. Mau menuliskannya udah terlalu penuh ini kepala. Mungkin nanti pelan-pelan kucoba metodemu untuk menuliskan semua yang dirasakan di notes kuning (Aku sudah beli notesnya, tapi belum aku isi). Jujur, hal yang belum dituliskan itu terus berputar-putar di kepalaku. Seperti kaset yang berulang-ulang. &#xA;&#xA;Membuat lelah dan kecewa karena ide itu masih sebatas angan bukan termanifestasi pada hal yang nyata. Rasanya berlari terus di tempat atau lingkaran yang sama. &#xA;&#xA;Yoon, maaf ya.&#xA;&#xA;Aku belum seperti yang lain, mengadakan event atau mempersiapkan aneka acara untuk menyambut ulang tahunmu Maret nanti. Aku juga belum bisa mendatangi negara tempatmu tinggal atau melihat pertunjukanmu secara langsung tahun-tahun lalu.&#xA;&#xA;Aku akan berusaha memantaskan diri agar bisa menemuimu bersama member Bangtan yang lain, sambil memamerkan padamu bahwa aku bukanlah manifestasi pikiran burukku yang menumpuk ini. &#xA;&#xA;Yoon, aku rindu. &#xA;&#xA;Kangen berat ahahahha, tapi berusaha tetap lempeng untuk tak meratap di timeline. Keputusanmu untuk tak muncul sampai wajib militer usai membuatku semakin menghormatimu yang teguh menjaga privasimu. Bagaimanapun kamu adalah manusia yang butuh kehidupannya sendiri, bukan cuma idol yang diekspos sana sini. &#xA;&#xA;Yoon, aku sayang kamu. Kamu tahu? &#xA;&#xA;Kamu manusia realistis dan lembut hati. Ingin kuteriakkan itu pada mereka yang menganggap dingin dan menjulukimu manusia es yang datar tanpa emosi. &#xA;&#xA;Aku hanya berharap dimanapun kamu sekarang, kamu baik-baik saja. &#xA;&#xA;Ah, surat ini sudah terlalu panjang dan terlalu banyak basa basi. &#xA;&#xA;Aku hanya ingin bilang, aku merindukanmu. Aku akan menunggumu, dan aku percaya musim semi akan datang segera. &#xA;&#xA;Peluk jauh. &#xA;&#xA;Kit]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Dear Darling My Yooniverse,</p>

<p>Nulis ini masih kebawa emosi gara-gara lihat cuplikan episode terakhir Suchwita season satu kemarin. Maaf ya sebelumnya, belum berani nonton lengkap karena bakalan kangen banget sama kamu.</p>

<p>Tapi dari beberapa tayangan yang mampir, mau ngomong aja kalau aku kangen sama kamu. Mau ngomong juga kalau kamu tuh bener-bener jadi sosok yang bikin aku yang males-malesan ini buat bergerak terus. Belajar terus.</p>

<p>Ketulusan kamu sama temen-temen kamu, seperti yang diceritain El kemarin, salah satunya adalah ga pakai mikir kalau mau nolongin. Langsung gas nolongin. Saking baiknya kamu, aku jadi inget dulu kamu bilang lagu yang kamu bikin dibeli dengan harga murah. Terus juga kamu sedih banget waktu temen kamu milih jalan yang beda dan udah ga bisa sama-sama.</p>

<p>Yoon, kamu tuh manusia yang bikin aku ngelihat pasangan dengan standar yang berbeda. Kamu dan kelembutan hati kamu, nunjukkin bahwa sayang tu ga harus diumbar terus menerus. Sesuai dengan diri dan bahasa sayang yang kita yakini udah cukup. Ga heran sih, daftar antrian “Yoongi Marry Me”, kayaknya nambah terus tiap hari. Karena secara ga langsung kamu jadi patokan gimana mencari patner seumur hidup. Bahasa anak sekarang, kamu tu Husband Material, banget. Ahahahhahahaha...</p>

<p>Terus, kamu tuh orang dengan nasihat paling rasional yang pernah aku temui. Ucapan gapapa kalau belum nemu apa yang dicari, atau belum tahu apa yang jadi passion diri sendiri, tapi kalau kita bahagia, itu udah cukup. Ga perlu muluk-muluk. Udah jadi pegangan selalu. Kamu juga yang selalu ngingetin, ada hal di luar kehendak dan kuasa kita yang ga bakal bisa kita kontrol. Kita cuma bisa melakukan bagian kita sebaik mungkin dan sisanya kita pasrah kan saja kemana semesta membawa.</p>

<p>Kamu juga yang ngajarin, betapa hubungan antar manusia itu sedinamis itu. Kita harus siap merelakan, kehilangan beberapa bagian dari diri kita buat berdamai dengan masa lalu karena berkonflik dengan orang lain, termasuk keluarga. Sesakit apapun itu, pelan-pelan kita bakal bisa berdamai dengan orang-orang yang nyakitin kita.</p>

<p>Memafkan diri sendiri dulu, dan menerima semua bagian masa lalu yang membentuk kita sekarang tanpa meratapi terus menerus dan menjadikannya bekal buat maju terus, itu yang kupegang.</p>

<p>Yoon, satu hal paling utama yang bikin ngefans sama kamu adalah kamu tu super realistis. Kamu paham bagaimana dunia dan manusia ini bekerja. Realistisnya kamu, membuatku menyadari bahwa emang semua itu butuh modal. Minimal ada koneksi, juga butuh nominal, yang kadang ga sedikit. Harus ada cara untuk menjembatani keinginan untuk idealis dan menyesuaikan industri. Harus ada kompromi atau batasan yang diciptakan agar kita bisa mencapai titik yang kita mau. Ini aku juga belajar banyak dari kamu.</p>

<p>Sejujurnya masih banyak lagi hal mengenai dirimu yang membuatku kagum. Mau menuliskannya udah terlalu penuh ini kepala. Mungkin nanti pelan-pelan kucoba metodemu untuk menuliskan semua yang dirasakan di notes kuning (Aku sudah beli notesnya, tapi belum aku isi). Jujur, hal yang belum dituliskan itu terus berputar-putar di kepalaku. Seperti kaset yang berulang-ulang.</p>

<p>Membuat lelah dan kecewa karena ide itu masih sebatas angan bukan termanifestasi pada hal yang nyata. Rasanya berlari terus di tempat atau lingkaran yang sama.</p>

<p>Yoon, maaf ya.</p>

<p>Aku belum seperti yang lain, mengadakan event atau mempersiapkan aneka acara untuk menyambut ulang tahunmu Maret nanti. Aku juga belum bisa mendatangi negara tempatmu tinggal atau melihat pertunjukanmu secara langsung tahun-tahun lalu.</p>

<p>Aku akan berusaha memantaskan diri agar bisa menemuimu bersama member Bangtan yang lain, sambil memamerkan padamu bahwa aku bukanlah manifestasi pikiran burukku yang menumpuk ini.</p>

<p>Yoon, aku rindu.</p>

<p>Kangen berat ahahahha, tapi berusaha tetap lempeng untuk tak meratap di timeline. Keputusanmu untuk tak muncul sampai wajib militer usai membuatku semakin menghormatimu yang teguh menjaga privasimu. Bagaimanapun kamu adalah manusia yang butuh kehidupannya sendiri, bukan cuma idol yang diekspos sana sini.</p>

<p>Yoon, aku sayang kamu. Kamu tahu?</p>

<p>Kamu manusia realistis dan lembut hati. Ingin kuteriakkan itu pada mereka yang menganggap dingin dan menjulukimu manusia es yang datar tanpa emosi.</p>

<p>Aku hanya berharap dimanapun kamu sekarang, kamu baik-baik saja.</p>

<p>Ah, surat ini sudah terlalu panjang dan terlalu banyak basa basi.</p>

<p>Aku hanya ingin bilang, aku merindukanmu. Aku akan menunggumu, dan aku percaya musim semi akan datang segera.</p>

<p>Peluk jauh.</p>

<p>Kit</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kitkat.writeas.com/dear-darling-my-yooniverse</guid>
      <pubDate>Tue, 27 Feb 2024 05:43:35 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Di Kehidupan Ini, Kau Bersamaku (pt 2)</title>
      <link>https://kitkat.writeas.com/di-kehidupan-ini-kau-bersamaku-pt-2?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;Ini adalah sebuah cerita klise, mengenai Min Yoonji &#xA;(dengan face claim Han So Hee) dengan pemuda yang selalu mengejarnya Jeon Jungkook. Sudah enam kali Jungkook menyatakan cinta, tapi selalu ditolak oleh Yoonji. Mulai dengan alasan Yoonji lebih tua, tak suka pemuda berwajah cantik, dan sebagainya.  Tanpa Jungkook ketahui, alasan sebenarnya dia menolak Jungkook, adalah di kehidupan sebelumnya Yoonji telah menyakiti Jungkook dan tak mau menyakitinya lagi di kehidupan ini. !--more--&#xA;&#xA;TW/CW :&#xA; Fantasi, reinkarnasi, kehidupan berikutnya. &#xA;Membicarakan masa lalu, cinta bertepuk sebelah tangan.&#xA;Menyakiti diri sendiri, &#xA;Menyebutkan kematian dan cara meninggal yang tak wajar &#xA;Percobaan Bunuh diri, Bunuh diri&#xA;Yoongi mempunyai kembaran perempuan bernama Yoonji.&#xA;Yoongi berpacaran dengan Jimin.&#xA;Jungkook teman sekelas dalam mata kuliah umum Jimin.&#xA;Si kembar dan Jungkook berada di semester akhir, sementara Jimin mahasiswa tahun kedua. Jimin dan Jungkook seumuran. Jungkook mengikuti program akselerasi dua kali di sekolah menengah.&#xA;&#xA;Cerita ini adalah fiksi tidak berkaitan dengan tokoh aslinya di dunia nyata.&#xA;&#xA;Terinspirasi dari alur HHYH serta Bangtan Universe&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;Jadi?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Disela mulu jadi ceritanya ga sih?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya jadilah...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Intinya aja lah ya biar cepet. Di kehidupan sebelumnya kita adalah satu individu, alias kita tu satu orang. Ga kembar kayak kehidupan ini, di mimpi gue ngelihat semuanya dari sudut pandang orang pertama dan saat ngaca, gue cuma ngeliat wajahlu. Bisa dibayangkan kan, kayak... kayak gue  tapi ada di badan lu gitu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hummm lalu?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tapi ingatan tentang kehidupan itu  settingannya di masa sekolah menengah atas gitu.Kita punya temen yang sama seperti kehidupan ini. Ada kak Jin, Namjoon, Hoseok, Taehyung, Jimin dan juga Jungkook di sekolah itu. Kita sama Nam dan Hose di kelas dua. Jimin, Taehyung serta Jungkook di kelas satu. Sementara kak Jin di kelas tiga. Meski berbeda kelas kita selalu main sama-sama. Baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Tak jarang kak Jin juga sering ngajak kita main di pantai pakai mobil papanya. Dia yang nyetir.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Diantara kita bertujuh, dia anak konglomerat. Yah hampir sama di kehidupan ini sih. Selanjutnya Jimin yang juga dari keluarga berada. Sedangkan sisanya kita berjuang dengan kehidupan masing-masing. Tak jelas wajah orang tua kita di masa itu, yang gueingat kita gak punya ibu, karena ibu meninggal saat kebakaran. Sehari-hari kita mengandalkan uang penghasilan dari kerja sebagai kurir makanan juga  beasiswa dan tabungan.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jimin, anak berada yang tak punya teman karena pernah dirawat di rumah sakit dalam jangka waktu yang lama. Sementara Jungkook tinggal dengan ayah tirinya yang selalu memukulnya saat mabuk dan ibunya mengabaikannya. Singkat cerita, tiap pulang sekolah kita dan Jungkook pulang lebih akhir karena bermain-main dengan piano yang ada di gudang, gudang ini lebih mirip sebagai tampat nongkrong di sekolah. Markas lah bisa dibilang. Kita berdua memainkan piano yang diajarkan oleh ibu. Jungkook yang suka sama piano nemanin kita, sampai tiba waktu kerja sambilan atau kelas tambahan&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tanpa kita sadari, dia menaruh hati pada kita. Yap, Jungkook jatuh cinta. Sedangkan kita gak lebih cuma anggap dia sebagai adik yang selalu menemani, karena kita anak tunggal. Di kehidupan lalu, kita tertarik pada Jimin. Kita jatuh cinta pada Jimin yang pendiam saat sendirian, namun sangat ceria dan menggemaskan saat sedang bersama dengan teman lainnya.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jiminpun tertarik dengan kita karena perhatian yang kita berikan padanya. Lama kelamaan dia terbuka mengenai penyebabnya masuk Rumah Sakit. Dokter mengatakan dia mengalami halusinasi dan depresi berat setelah mengalami kejadian traumatis, hilang di hutan dekat rumah kaca. Tak ada yang tahu bahwa sebenarnya saat di rumah kaca itu, Jimin menyaksikan penganiayaan seorang bocah laki laki, yang ngeluarin banyak darah. Hal itu terus menghantuinya dan tak pernah dia ceritakan pada siapapun kecuali kita. Tepat di hari dia menceritakan luka masa lalunya, Jimin resmi menjadi kekasih kita.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Oh..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gak ada yang tahu kalau kita jadian sama Jimin. Sebagai tanda pengingat hari jadian, Jimin dan kita menggunakan kalung yang sama. Semuanya berjalan lancar sebagaimana biasanya. Hanya saja, karena kita resmi menjadi kekasih Jimin, gak ada lagi waktu bermain piano berdua di markas bersama Jungkook. Perlahan kita juga mulai ngurangi waktu bermain bersama Jungkook, awalnya gak ada masalah. Namun, saat pesta di rumah Seokjin, Jungkook tanya terus kan, kenapa kita menjauh darinya dan sebagainya. Pertanyaan Jungkook kian memojokkan dan mau tak mau, kita menceritakan tentang hubungan dengan Jimin. Jungkook marah, tak terima, reflek meninju muka kita yang memicu perkelahian di antara kita berdua. Adu jotos tak terelakkan. Darah ngalir dari wajah kita&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jimin yang ngelihat muka kita ancur, tiba-tiba pingsan. Ternyata ngelihat darah di wajah kita, di tangan Jungkook, gelas pecah berserakan itu jadi pemicu  traumanya.  Seokjin dan Hoseok nganterin Jimin pulang. Sementara kita dirawat lukanya sama Nam.  Selepas malam pesta itu semua jadi berubah. Jimin mengurung diri di rumah, gak masuk sekolah berhari-hari. Jungkook marah dan ngehindari kita. Nam tiba-tiba ada masalah, begitu pula dengan yang lain.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Rumah Namjoon kebakaran, Seokjin akan dipindah sekolah di luar negeri, Hoseok dirawat di rumah sakit karena berulangkali ditemukan pingsan, sedangkan Taehyung tak pernah terlihat juga di sekolah. Semua berantakan. Gak bisa menemui Jimin membuat kita juga semakin emosi. Frustasi dan melampiaskan dengan minum soju sepulang kerja.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sampai suatu ketika, kita mendapat kabar Jimin meninggal. Orang tuanya menemukannya tenggelam di bak kamar mandinya. Terpukul mendengar kabar itu, kita menolak kenyataan bahwa Jimin memang sudah meninggal. Berhari-hari usai pemakamannya kita banyak mengkonsumsi alkohol di rumah. Jungkook yang semula cuek, mengkhawatirkan kondisi kita yang semakin parah. Jarang mandi, lupa makan, sulit tidur dan hanya mengkonsumsi alkohol.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sampai suatu malam, saat sedang mabuk dan sangat merindukan Jimin, kita menyalakan korek api yang membakar ujung sprei. Bukannya mematikan api itu, kita malah menuangkan sisa alkohol dan tetap berada dalam kamar yang apinya semakin membesar dan menguar. Sayup- sayup terdengar teriakan Jungkook menggedor pintu dan memanggil nama kita. Namun kita tak peduli. Kita hanya ingin bertemu dengan Jimin karena sangat merindukannya, yang ada di kepala kita adalah bagaimana bisa dengan cepat menemui Jimin di alam lain.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kita mati?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya, kita mati sepertinya. Karena mimpi gue yang lain gak nunjukkin aktivitas lain setelah kejadian itu. Mimpinya selalu berulang-ulang di hari-hari yang terasa sedih dan menyakitkan. Hari kematian Jimin dan juga hari kematian kita. Setiap pengulangan mimpi itu bikin gue makin mengenali  detail tiap kejadian tersebut. Emosi yang kita rasakan. Kesedihannya, kemarahannya, lebih-lebih keputusaasaan yang membuat terasa kosong&#34;&#xA;&#xA;&#34;Mimpi itu yang menghantui gue setiap kali ngelihat Jungkook. Keinget Jungkook di kehidupan masa lalu yang sorot matanya berubah dari ceria menjadi penuh sedih dan kecewa saat melihat kita. Sungguh gak tahan ngelihat tatapan sedihnya dan memohonnya pas dia ngingatin kita kita masih punya teman-teman yang lain yang juga sayang sama kita&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hufffff.....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Berat ya ?&#34;&#xA;&#xA;&#34;HHHHhhhhhh.....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kenapa gak lu ceritain ke gue ?&#34;&#xA;&#xA;&#34; Ga lah. Ga mau bikin lu ikutan gila. Cukup gue aja. Karena guekira cuman mimpi buruk biasa, eh ternyata reka ulang kehidupan di masa lalu. Lagipula saat episode mimpi ini memburuk dan berulang, lu lagi sibuk-sibuknya kompetisi musik di luar kota ditambah lagi gencar-gencarnya pedekate sama Jimin..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Maaf &#34;&#xA;&#xA;&#34;Ngapain?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya karena ngebiarin lu sendirian,ngerasain ingatan kehidupan masa lalu itu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Bukan salahlu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tetap saja rasanya pingin minta maaf&#34;&#xA;&#xA;Yoongi memeluk erat adik kembarnya dan berulangkali mengucapkan maaf dan terima kasih. Keduanya berpelukan cukup lama sampai terdengar suara memanggil dari lantai bawah.&#xA;&#xA;&#34;Jadi siapa lagi yang tahu tentang mimpi ini?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gak ada yang tahu.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tapi jurnal tidurlu?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Yang gue tulis di situ cuma point point pentingnya,  gak gue ceritain secara mendetail kayak sekarang&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ji..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmmm..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Rencana lu?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ga ada, Ga tahu. Belum tahu..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Humm...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Apa kenapa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Enggak, cuma lagi mikir betapa beruntungnya kita di kehidupan yang lalu, ada dua orang yang mencintai kita dengan tulus. Di kehidupan ini  pun kita masih dipertemukan dengan orang-orang yang menyayangi kita dengan tulus. Pacar gue sama lagi. Lu emang ga mau pacaran juga Ji?&#xA;&#xA;&#34;Ya maulah, mau juga disayang-sayang&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya kenapa ga mau nyoba aja sih sama siapa aja gitu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ga bisa...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lah why?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Karena gue... gue... gue sebenernya naksr Jungkook. Tapi gue takut kalau gue nyakitin dia lagi kayak yang di mimpi gue&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lah tapikan di kehidupan ini kitanya ada dua, ga cuma satuu Min Yoonji...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lha iya ya?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lha iya. Aslinya gue mau ga percaya sih pas lu ceritain kalau mimpi lu ini bisa jadi ingatan kehidupan kita di masa lalu. Tapi seriiiing banget gue ngerasa dejavu pas kita lagi ngumpul sama yang lain atau pas gue cuman berdua aja sama Jimin. Nih, kalung gue sama Jimin juga sama kayak yang lu ceritain tadi. Pas beli ini udah yakin aja mau pilih bentuk begini, isinya begini dan bla bla...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya lu enak gue kena serem-seremnya...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sesuai amal lu kali..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ngaco ah, ga like...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Canda.. Lu pikir deh, kenapa di kehidupan ini kitanya jadi berdua, terus ketemu orang yang itu lagi dan ngerasa bahagia pas sama mereka. Cuma ada happy dan happy banget. Sedihnya sama nelangsanya kan lu sendiri yang bikin gegara keinget mimpi mulu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Terus?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya kan lu bilang lu naksir Jungkook juga nih, kenapa ga lu gas aja sekalian lah. Tabrak aja, toh di kehidupan sekarang  ga ada yang ngehalangin lu jadian sama Jungkook. Lu juga sama-sama sayang. Jungkook ke elu, beuh.. bucin abis. berkali-kali lu tolak dia ga ada nyerah nyerahnya&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tapi kan...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ji, dengerin gue. Kita tuh emang ga bisa milih kehidupan masa lalu kita kek mana, tapi di kehidupan ini kita punya banyak kesempatan buat ngelakuin apapun. Apalagi kita sekarang berdua ga cuma satu. Ga ada yang ngehalangin. Jadi nurut gue gas aja. Mungkin ini juga alasan kenapa di kehidupan yang ini kitanya ada dua, ga satu kayak yang dulu. Biar kita berdua happy di kehidupan ini. Gue ga tahu ini doa siapa agar di kehidupan ini kita semua bahagia. Tapi kalau gue sih, gue  pingin bahagia dan kembaran gue bahagia.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Awww....Makasih ya abang&#34;&#xA;&#xA;&#34;Iye, sama-sama. Coba dulu Ji, pelan-pelan. Ntar kalau ternyata lu ga bisa lanjut sama Jungkook lu bisa omongin baik-baik ga malah alasan aneh-aneh. Hiiihhhh.... Lu tuh kelamaan pendem ini sendirian jadinya agak bego sedikit, sumpah. Kan ada gue gimana sih&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jangan mulai deh....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Wkwkwkwk iya deeh maaf..&#34;&#xA;&#xA;&#34; YOONJIIII YOOONGIIIII AYOOOOO TURUUUUN. JUNGKOOOK SAMA JIMINNN UDAH NUNGGUINNN DI BAWAHHHHH. ADA TAMU KOK DITINGGAL...&#34;&#xA;&#xA;&#34;IYAAA MAAAA&#34;, keduanya kompak bebarengan menjawab.&#xA;&#xA;&#34;Iya deh, gue coba. Makasih ya Abang..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sama-sama adekku&#34;&#xA;&#xA;&#34;Dih.. sok bijak lu..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Wleee, lunya aja yang bego..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gue ga bego...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lu &#34;&#xA;&#xA;&#34;Lu jelek&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kalau gue jelek, lu juga..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gue cakep ya.. enak aja.. Lu tuh jelek..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Elu lah, gue cakep kok, Jimin aja demen sama gue&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lu pelet kali &#34;&#xA;&#xA;&#34;Enggak ya.. Enak aja&#34;&#xA;&#xA;&#34;MAMAAAAAA YOOONGIII MAIIIIN PELEEET...&#34;, teriak Yoonji sambil berlari keluar kamar untuk turun ke bawah.&#xA;&#xA;&#34;ENGGGAAAK MAAA.. BOHOOOONG...... YOOOONJI TUH MAAAAA NAKSIR SAMA.....&#34;&#xA;&#xA;&#34;AAAAAAAAAAAAAAAAARGGGHHHHHHHHH YOOONGI JELEEEEK DIEEEEM LUUUUUU&#34;&#xA;&#xA;&#34;ENGGAK MAUUUU WEEEK....&#34;, Yoongi berlari menuruni tangga mendahului Yoonji. Sialnya setelah sampe di bawah keduanya malah dihadiahi jeweran di telinga karena berisik. &#xA;&#xA;Papa, Jimin dan Jungkook yang melihatnya hanya tertawa karena kelakuan duo kembar tersebut. Usai kultum mama, Yoongi bergerak menuju Jimin dan mengajaknya ke teras belakang dengan alasan mengecek mainan baru Holly, anjing Yoongi.&#xA;&#xA;Sementara Yoonji bergerak malu-malu ke arah Jungkook yang sedang duduk di sofa dan memandangnya dengan tatapan yang sama. Tatapan memuja, sama seperti kali mereka bertemu. &#xA;&#xA;Tersenyum, Yoonji mengulurkan tangannya ke arah Jungkook dan berkata&#xA;&#xA;&#34;Hai...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hai juga&#34;, Jungkook menyambut uluran tangan tersebut sambil tersenyum lebar, dan menarik Yoonji untuk duduk di sofa bersamanya.&#xA;&#xA;Dan sejak hari itu, mimpi buruk Yoonji tak pernah mampir lagi...]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Ini adalah sebuah cerita klise, mengenai Min Yoonji
(dengan <em>face claim</em> Han So Hee) dengan pemuda yang selalu mengejarnya Jeon Jungkook. Sudah enam kali Jungkook menyatakan cinta, tapi selalu ditolak oleh Yoonji. Mulai dengan alasan Yoonji lebih tua, tak suka pemuda berwajah cantik, dan sebagainya.  Tanpa Jungkook ketahui, alasan sebenarnya dia menolak Jungkook, adalah di kehidupan sebelumnya Yoonji telah menyakiti Jungkook dan tak mau menyakitinya lagi di kehidupan ini. </p>

<p>TW/CW :
 Fantasi, reinkarnasi, kehidupan berikutnya.
Membicarakan masa lalu, cinta bertepuk sebelah tangan.
Menyakiti diri sendiri,
Menyebutkan kematian dan cara meninggal yang tak wajar
Percobaan Bunuh diri, Bunuh diri
Yoongi mempunyai kembaran perempuan bernama Yoonji.
Yoongi berpacaran dengan Jimin.
Jungkook teman sekelas dalam mata kuliah umum Jimin.
Si kembar dan Jungkook berada di semester akhir, sementara Jimin mahasiswa tahun kedua. Jimin dan Jungkook seumuran. Jungkook mengikuti program akselerasi dua kali di sekolah menengah.</p>

<p>Cerita ini adalah fiksi tidak berkaitan dengan tokoh aslinya di dunia nyata.</p>

<p>Terinspirasi dari alur HHYH serta Bangtan Universe</p>

<hr/>

<p>“Jadi?”</p>

<p>“Disela mulu jadi ceritanya ga sih?”</p>

<p>“Ya jadilah...”</p>

<p>“Intinya aja lah ya biar cepet. Di kehidupan sebelumnya kita adalah satu individu, alias kita tu satu orang. Ga kembar kayak kehidupan ini, di mimpi gue ngelihat semuanya dari sudut pandang orang pertama dan saat ngaca, gue cuma ngeliat wajahlu. Bisa dibayangkan kan, kayak... kayak gue  tapi ada di badan lu gitu”</p>

<p>“Hummm lalu?”</p>

<p>“Tapi ingatan tentang kehidupan itu  settingannya di masa sekolah menengah atas gitu.Kita punya temen yang sama seperti kehidupan ini. Ada kak Jin, Namjoon, Hoseok, Taehyung, Jimin dan juga Jungkook di sekolah itu. Kita sama Nam dan Hose di kelas dua. Jimin, Taehyung serta Jungkook di kelas satu. Sementara kak Jin di kelas tiga. Meski berbeda kelas kita selalu main sama-sama. Baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Tak jarang kak Jin juga sering ngajak kita main di pantai pakai mobil papanya. Dia yang nyetir.”</p>

<p>“Diantara kita bertujuh, dia anak konglomerat. Yah hampir sama di kehidupan ini sih. Selanjutnya Jimin yang juga dari keluarga berada. Sedangkan sisanya kita berjuang dengan kehidupan masing-masing. Tak jelas wajah orang tua kita di masa itu, yang gueingat kita gak punya ibu, karena ibu meninggal saat kebakaran. Sehari-hari kita mengandalkan uang penghasilan dari kerja sebagai kurir makanan juga  beasiswa dan tabungan.”</p>

<p>“Jimin, anak berada yang tak punya teman karena pernah dirawat di rumah sakit dalam jangka waktu yang lama. Sementara Jungkook tinggal dengan ayah tirinya yang selalu memukulnya saat mabuk dan ibunya mengabaikannya. Singkat cerita, tiap pulang sekolah kita dan Jungkook pulang lebih akhir karena bermain-main dengan piano yang ada di gudang, gudang ini lebih mirip sebagai tampat nongkrong di sekolah. Markas lah bisa dibilang. Kita berdua memainkan piano yang diajarkan oleh ibu. Jungkook yang suka sama piano nemanin kita, sampai tiba waktu kerja sambilan atau kelas tambahan”</p>

<p>“Tanpa kita sadari, dia menaruh hati pada kita. Yap, Jungkook jatuh cinta. Sedangkan kita gak lebih cuma anggap dia sebagai adik yang selalu menemani, karena kita anak tunggal. Di kehidupan lalu, kita tertarik pada Jimin. Kita jatuh cinta pada Jimin yang pendiam saat sendirian, namun sangat ceria dan menggemaskan saat sedang bersama dengan teman lainnya.”</p>

<p>“Jiminpun tertarik dengan kita karena perhatian yang kita berikan padanya. Lama kelamaan dia terbuka mengenai penyebabnya masuk Rumah Sakit. Dokter mengatakan dia mengalami halusinasi dan depresi berat setelah mengalami kejadian traumatis, hilang di hutan dekat rumah kaca. Tak ada yang tahu bahwa sebenarnya saat di rumah kaca itu, Jimin menyaksikan penganiayaan seorang bocah laki laki, yang ngeluarin banyak darah. Hal itu terus menghantuinya dan tak pernah dia ceritakan pada siapapun kecuali kita. Tepat di hari dia menceritakan luka masa lalunya, Jimin resmi menjadi kekasih kita.”</p>

<p>“Oh..”</p>

<p>“Gak ada yang tahu kalau kita jadian sama Jimin. Sebagai tanda pengingat hari jadian, Jimin dan kita menggunakan kalung yang sama. Semuanya berjalan lancar sebagaimana biasanya. Hanya saja, karena kita resmi menjadi kekasih Jimin, gak ada lagi waktu bermain piano berdua di markas bersama Jungkook. Perlahan kita juga mulai ngurangi waktu bermain bersama Jungkook, awalnya gak ada masalah. Namun, saat pesta di rumah Seokjin, Jungkook tanya terus kan, kenapa kita menjauh darinya dan sebagainya. Pertanyaan Jungkook kian memojokkan dan mau tak mau, kita menceritakan tentang hubungan dengan Jimin. Jungkook marah, tak terima, reflek meninju muka kita yang memicu perkelahian di antara kita berdua. Adu jotos tak terelakkan. Darah ngalir dari wajah kita”</p>

<p>“Jimin yang ngelihat muka kita ancur, tiba-tiba pingsan. Ternyata ngelihat darah di wajah kita, di tangan Jungkook, gelas pecah berserakan itu jadi pemicu  traumanya.  Seokjin dan Hoseok nganterin Jimin pulang. Sementara kita dirawat lukanya sama Nam.  Selepas malam pesta itu semua jadi berubah. Jimin mengurung diri di rumah, gak masuk sekolah berhari-hari. Jungkook marah dan ngehindari kita. Nam tiba-tiba ada masalah, begitu pula dengan yang lain.”</p>

<p>“Rumah Namjoon kebakaran, Seokjin akan dipindah sekolah di luar negeri, Hoseok dirawat di rumah sakit karena berulangkali ditemukan pingsan, sedangkan Taehyung tak pernah terlihat juga di sekolah. Semua berantakan. Gak bisa menemui Jimin membuat kita juga semakin emosi. Frustasi dan melampiaskan dengan minum soju sepulang kerja.”</p>

<p>“Sampai suatu ketika, kita mendapat kabar Jimin meninggal. Orang tuanya menemukannya tenggelam di bak kamar mandinya. Terpukul mendengar kabar itu, kita menolak kenyataan bahwa Jimin memang sudah meninggal. Berhari-hari usai pemakamannya kita banyak mengkonsumsi alkohol di rumah. Jungkook yang semula cuek, mengkhawatirkan kondisi kita yang semakin parah. Jarang mandi, lupa makan, sulit tidur dan hanya mengkonsumsi alkohol.”</p>

<p>“Sampai suatu malam, saat sedang mabuk dan sangat merindukan Jimin, kita menyalakan korek api yang membakar ujung sprei. Bukannya mematikan api itu, kita malah menuangkan sisa alkohol dan tetap berada dalam kamar yang apinya semakin membesar dan menguar. Sayup- sayup terdengar teriakan Jungkook menggedor pintu dan memanggil nama kita. Namun kita tak peduli. Kita hanya ingin bertemu dengan Jimin karena sangat merindukannya, yang ada di kepala kita adalah bagaimana bisa dengan cepat menemui Jimin di alam lain.”</p>

<p>“Kita mati?”</p>

<p>“Ya, kita mati sepertinya. Karena mimpi gue yang lain gak nunjukkin aktivitas lain setelah kejadian itu. Mimpinya selalu berulang-ulang di hari-hari yang terasa sedih dan menyakitkan. Hari kematian Jimin dan juga hari kematian kita. Setiap pengulangan mimpi itu bikin gue makin mengenali  detail tiap kejadian tersebut. Emosi yang kita rasakan. Kesedihannya, kemarahannya, lebih-lebih keputusaasaan yang membuat terasa kosong”</p>

<p>“Mimpi itu yang menghantui gue setiap kali ngelihat Jungkook. Keinget Jungkook di kehidupan masa lalu yang sorot matanya berubah dari ceria menjadi penuh sedih dan kecewa saat melihat kita. Sungguh gak tahan ngelihat tatapan sedihnya dan memohonnya pas dia ngingatin kita kita masih punya teman-teman yang lain yang juga sayang sama kita”</p>

<p>“Hufffff.....”</p>

<p>“Berat ya ?”</p>

<p>“HHHHhhhhhh.....”</p>

<p>“Kenapa gak lu ceritain ke gue ?”</p>

<p>” Ga lah. Ga mau bikin lu ikutan gila. Cukup gue aja. Karena guekira cuman mimpi buruk biasa, eh ternyata reka ulang kehidupan di masa lalu. Lagipula saat episode mimpi ini memburuk dan berulang, lu lagi sibuk-sibuknya kompetisi musik di luar kota ditambah lagi gencar-gencarnya pedekate sama Jimin..”</p>

<p>“Maaf “</p>

<p>“Ngapain?”</p>

<p>“Ya karena ngebiarin lu sendirian,ngerasain ingatan kehidupan masa lalu itu”</p>

<p>“Bukan salahlu”</p>

<p>“Tetap saja rasanya pingin minta maaf”</p>

<p>Yoongi memeluk erat adik kembarnya dan berulangkali mengucapkan maaf dan terima kasih. Keduanya berpelukan cukup lama sampai terdengar suara memanggil dari lantai bawah.</p>

<p>“Jadi siapa lagi yang tahu tentang mimpi ini?”</p>

<p>“Gak ada yang tahu.”</p>

<p>“Tapi jurnal tidurlu?”</p>

<p>“Yang gue tulis di situ cuma point point pentingnya,  gak gue ceritain secara mendetail kayak sekarang”</p>

<p>“Ji..”</p>

<p>“Hmmm..”</p>

<p>“Rencana lu?”</p>

<p>“Ga ada, Ga tahu. Belum tahu..”</p>

<p>“Humm...”</p>

<p>“Apa kenapa?”</p>

<p>“Enggak, cuma lagi mikir betapa beruntungnya kita di kehidupan yang lalu, ada dua orang yang mencintai kita dengan tulus. Di kehidupan ini  pun kita masih dipertemukan dengan orang-orang yang menyayangi kita dengan tulus. Pacar gue sama lagi. Lu emang ga mau pacaran juga Ji?</p>

<p>“Ya maulah, mau juga disayang-sayang”</p>

<p>“Ya kenapa ga mau nyoba aja sih sama siapa aja gitu”</p>

<p>“Ga bisa...”</p>

<p>“Lah why?”</p>

<p>“Karena gue... gue... gue sebenernya naksr Jungkook. Tapi gue takut kalau gue nyakitin dia lagi kayak yang di mimpi gue”</p>

<p>“Lah tapikan di kehidupan ini kitanya ada dua, ga cuma satuu Min Yoonji...”</p>

<p>“Lha iya ya?”</p>

<p>“Lha iya. Aslinya gue mau ga percaya sih pas lu ceritain kalau mimpi lu ini bisa jadi ingatan kehidupan kita di masa lalu. Tapi seriiiing banget gue ngerasa dejavu pas kita lagi ngumpul sama yang lain atau pas gue cuman berdua aja sama Jimin. Nih, kalung gue sama Jimin juga sama kayak yang lu ceritain tadi. Pas beli ini udah yakin aja mau pilih bentuk begini, isinya begini dan bla bla...”</p>

<p>“Ya lu enak gue kena serem-seremnya...”</p>

<p>“Sesuai amal lu kali..”</p>

<p>“Ngaco ah, ga like...”</p>

<p>“Canda.. Lu pikir deh, kenapa di kehidupan ini kitanya jadi berdua, terus ketemu orang yang itu lagi dan ngerasa bahagia pas sama mereka. Cuma ada happy dan happy banget. Sedihnya sama nelangsanya kan lu sendiri yang bikin gegara keinget mimpi mulu”</p>

<p>“Terus?”</p>

<p>“Ya kan lu bilang lu naksir Jungkook juga nih, kenapa ga lu gas aja sekalian lah. Tabrak aja, toh di kehidupan sekarang  ga ada yang ngehalangin lu jadian sama Jungkook. Lu juga sama-sama sayang. Jungkook ke elu, beuh.. bucin abis. berkali-kali lu tolak dia ga ada nyerah nyerahnya”</p>

<p>“Tapi kan...”</p>

<p>“Ji, dengerin gue. Kita tuh emang ga bisa milih kehidupan masa lalu kita kek mana, tapi di kehidupan ini kita punya banyak kesempatan buat ngelakuin apapun. Apalagi kita sekarang berdua ga cuma satu. Ga ada yang ngehalangin. Jadi nurut gue gas aja. Mungkin ini juga alasan kenapa di kehidupan yang ini kitanya ada dua, ga satu kayak yang dulu. Biar kita berdua happy di kehidupan ini. Gue ga tahu ini doa siapa agar di kehidupan ini kita semua bahagia. Tapi kalau gue sih, gue  pingin bahagia dan kembaran gue bahagia.”</p>

<p>“Awww....Makasih ya abang”</p>

<p>“Iye, sama-sama. Coba dulu Ji, pelan-pelan. Ntar kalau ternyata lu ga bisa lanjut sama Jungkook lu bisa omongin baik-baik ga malah alasan aneh-aneh. Hiiihhhh.... Lu tuh kelamaan pendem ini sendirian jadinya agak bego sedikit, sumpah. Kan ada gue gimana sih”</p>

<p>“Jangan mulai deh....”</p>

<p>“Wkwkwkwk iya deeh maaf..”</p>

<p>” YOONJIIII YOOONGIIIII AYOOOOO TURUUUUN. JUNGKOOOK SAMA JIMINNN UDAH NUNGGUINNN DI BAWAHHHHH. ADA TAMU KOK DITINGGAL...”</p>

<p>“IYAAA MAAAA”, keduanya kompak bebarengan menjawab.</p>

<p>“Iya deh, gue coba. Makasih ya Abang..”</p>

<p>“Sama-sama adekku”</p>

<p>“Dih.. sok bijak lu..”</p>

<p>“Wleee, lunya aja yang bego..”</p>

<p>“Gue ga bego...”</p>

<p>“Lu “</p>

<p>“Lu jelek”</p>

<p>“Kalau gue jelek, lu juga..”</p>

<p>“Gue cakep ya.. enak aja.. Lu tuh jelek..”</p>

<p>“Elu lah, gue cakep kok, Jimin aja demen sama gue”</p>

<p>“Lu pelet kali “</p>

<p>“Enggak ya.. Enak aja”</p>

<p>“MAMAAAAAA YOOONGIII MAIIIIN PELEEET...”, teriak Yoonji sambil berlari keluar kamar untuk turun ke bawah.</p>

<p>“ENGGGAAAK MAAA.. BOHOOOONG...... YOOOONJI TUH MAAAAA NAKSIR SAMA.....”</p>

<p>“AAAAAAAAAAAAAAAAARGGGHHHHHHHHH YOOONGI JELEEEEK DIEEEEM LUUUUUU”</p>

<p>“ENGGAK MAUUUU WEEEK....”, Yoongi berlari menuruni tangga mendahului Yoonji. Sialnya setelah sampe di bawah keduanya malah dihadiahi jeweran di telinga karena berisik.</p>

<p>Papa, Jimin dan Jungkook yang melihatnya hanya tertawa karena kelakuan duo kembar tersebut. Usai kultum mama, Yoongi bergerak menuju Jimin dan mengajaknya ke teras belakang dengan alasan mengecek mainan baru Holly, anjing Yoongi.</p>

<p>Sementara Yoonji bergerak malu-malu ke arah Jungkook yang sedang duduk di sofa dan memandangnya dengan tatapan yang sama. Tatapan memuja, sama seperti kali mereka bertemu.</p>

<p>Tersenyum, Yoonji mengulurkan tangannya ke arah Jungkook dan berkata</p>

<p>“Hai...”</p>

<p>“Hai juga”, Jungkook menyambut uluran tangan tersebut sambil tersenyum lebar, dan menarik Yoonji untuk duduk di sofa bersamanya.</p>

<p>Dan sejak hari itu, mimpi buruk Yoonji tak pernah mampir lagi...</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kitkat.writeas.com/di-kehidupan-ini-kau-bersamaku-pt-2</guid>
      <pubDate>Fri, 21 Jul 2023 07:11:24 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Di Kehidupan Ini, Kau Bersamaku</title>
      <link>https://kitkat.writeas.com/di-kehidupan-ini-kau-bersamaku?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;Ini adalah sebuah cerita klise, mengenai Min Yoonji (dengan face claim Han So Hee) dengan pemuda yang selalu mengejarnya Jeon Jungkook. Sudah enam kali Jungkook menyatakan cinta, tapi selalu ditolak oleh Yoonji. Mulai dengan alasan Yoonji lebih tua, tak suka pemuda berwajah cantik, dan sebagainya.  Tanpa Jungkook ketahui, alasan sebenarnya dia menolak Jungkook, adalah di kehidupan sebelumnya Yoonji telah menyakiti Jungkook dan tak mau menyakitinya lagi di kehidupan ini. !--more--&#xA;&#xA;TW/CW :&#xA; Fantasi, reinkarnasi, kehidupan berikutnya. &#xA;Membicarakan masa lalu, cinta bertepuk sebelah tangan.&#xA;Menyakiti diri sendiri, &#xA;Menyebutkan kematian dan cara meninggal yang tak wajar &#xA;Percobaan Bunuh diri, Bunuh diri&#xA;Yoongi mempunyai kembaran perempuan bernama Yoonji.&#xA;Yoongi berpacaran dengan Jimin.&#xA;Jungkook teman sekelas dalam mata kuliah umum Jimin.&#xA;Si kembar dan Jungkook berada di semester akhir, sementara Jimin mahasiswa tahun kedua. Jimin dan Jungkook seumuran. Jungkook mengikuti program akselerasi dua kali di sekolah menengah.&#xA;&#xA;Cerita ini adalah fiksi tidak berkaitan dengan tokoh aslinya di dunia nyata.&#xA;&#xA;Berdasarkan ide berikut:&#xA;&#xA;img alt=&#34;seesaw sohee&#34; src=&#34;https://pbs.twimg.com/media/F0-SAmBaIAEXEEj?format=jpg&amp;name=900x900&#34; /&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;Nji dicariin fans noh?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Apasih, males. Suruh pergi&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lah, orangnya udah bawain makanan kesukaan lu nih&#34;&#xA;&#xA;&#34;Duh.. Ga mau, lu makan aja, gue gak mau. Suruh pergi&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gak baik ah, nolak rejeki&#34;&#xA;&#xA;&#34;GUE BILANG NGGAK YA NGGGAK&#34;, seru Yoonji sambil melempar plushie miliknya ke arah Yoongi yang berdiri di ambang pintu.&#xA;&#xA;&#34;MIN YOONJI&#34;, suara rendah Yoongi memperingatkan, meski benda yang dilempar Yoonji luput mengenainya.&#xA;&#xA;Kaget, dengan nada marah kakak kembarnya, Yoonji yang semula membaca komik di meja belajarnya menghambur ke atas kasur. Merasa kaget dan malu, Yoonji menelungkupkan badannya menghindari kakak kembarnya.&#xA;&#xA;Terasa seseorang menaiki sisi ranjangnya yang lain dan mengelus rambut panjangnya pelan.&#xA;&#xA;&#34;Dek.. &#34;&#xA;&#xA;&#34;Lu ga ngerti bang.. Lu gak ngertii..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Iya gue ga ngerti, tapi bisa kan ngomongnya lebih sopan ga barbarly kayak tadi&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya karena elu ngeyeeeeel. Dia juga. Gue udah bilang ga mauuuu dia masih ngotot aja.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya karena alesan lu aneh semua. Coba diinget. Pertama mengenai umur yang dibantah sama dia karena papanya lebih muda dari mamanya.  Kedua karena adek tingkat, yang mana jelas bukan Jungkok karena kita seangkatan. Ketiga gak suka kalau ga sehobi.  Padahal lu sama Jungkook hobinya samaan terus. Keempat ga suka karena dia makan bubur diaduk, dia udah belajar makan bubur ga diaduk. Kelima ga suka karena makan es krim langsung dari tubenya, ini dia juga nyoba makan es krim pake cone, wafel dll. Keenam yang lebih aneh lagi, alasan nolak Jungkook karena mau nyelesaikan tugas akhir, padahal lu sama dia satu tim dengan dosbing yang sama cuma beda variabel aja. Kan ya aneh kalau lu ngehindar sama dia, karena lu pasti butuh dia terus. Karena main ideanya di dia. Kenapa sih?&#34;&#xA;&#xA;Yoonji tak menjawab, masih belum mengubah posisi.&#xA;&#xA;&#34;Gue bukannya belain dia, tapi kalau gue dapet alasan macam tai ga penting gitu malah bikin gue semangat ngejar. Bukannya menjauh, malah makin tertantang&#34;&#xA;&#xA;&#34;KOK GITU..&#34;, Yoonji menoleh cepat ke arah kakak kembarnya.&#xA;&#xA;&#34;Ya gitu, karena dari awal Jungkook bilang suka sama elu, bahkan nembak berkali-kali, lu ga ada bilang lu ga suka sama dia. Lu cuma nolak dengan alesan aneh, tapi pas kemana-mana gue ketemunya elu sama dia mulu. Meski kalian ga barengan berangkatnya, baliknya selalu elu sama dia&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ga baik dek tarik ulur perasaan orang begitu. Kalau emang kamu ga suka, bilang baik baik. Bilang terus terang, batasi akses dia dan tegas. Bukan malah nolak terus kayak kasih harapan terus..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hunng.. Abang ga ngerti...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya Abang emang ga ngerti, makanya ini nanyaaaaaaa YOOONJIIIIKUUUU&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ung...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jimin bilang, settingan cewek tu beda sama settingan cowok, ya hormonnya, ya pola pikirnya. Macem-macem deh. Makanya dia bilang, gue kudu ngobrol sama elu. Deep talk gitu... ceilah bahasa gue. Ya gue juga nyadar aja, semenjak gue pacaran sama Jimin kita jarang  ada momen ngobrol berdua, ngelakuin sesuatu berdua bareng-bareng lagi. Selalu aja ga pas timmingnya. Dan gue ngerasa agak sedikit bersalah sih..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Karena?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Karena kita jarang ngobrol, dan bikin gue kepikiran lu nolak Jungkook buat caper sama gue. gituu..&#34;&#xA;&#xA;&#39;DIHHH.. KEPEDEEEAAAAN... SIAPA JUGA CAPER SAMA ELU&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya terus kenapaaaa? dari semua temen dan kenalan gue, Kook anaknya baik kok. Walking green flag kata anak sekarang, cuma rada random aja tiba-tiba&#34;&#xA;&#xA;&#34;Itu.... Dahlah.. Lu ga bakalan ngerti&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya makanya coba bikin gue ngerti.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ntar lu ga percaya terus ngetawain gue&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gue janji ga bakalan ngetawain deh&#34;&#xA;&#xA;&#34;Bener?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Bener...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ga deh ga jadi, muka lu tengil gitu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Janji kelingking deh, ntar kalau gue ngetawain elu lu boleh gelitikin gue 5 menit&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmm... Ga meyakinkan... Tapi okelah.. Sini kelingking&#34;, dan keduanya pun menautkan kelingking bersama serta menggoyangkannya sebagai tanda kesepakatan.&#xA;&#xA;&#34;Jadi gimana&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sebelum gue cerita, gue mau bilang dulu, terserah lu mau percaya atau nggak. Tapi gue minta selama gue cerita lu dengerin dulu, kalau mau motong atau nanya, tunggu kode gue dulu oke&#34;&#xA;&#xA;&#34;Yok lah&#34;&#xA;&#xA;&#34;Bentar cari posisi pewe dulu&#34;, Yoonji bangkit dari posisi tidurnya, mendudukkan diri di sebelah Yoongi yang kini bersandar sambil meluruskan kaki.&#xA;&#xA;&#34;Tar dulu, Jungkook di bawah gimana?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aman&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lha aman gimana? tadi kedengeran suaranya sama Jimin di bawah&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lagi main PS berdua di bawah. Ada papa sama mama juga tadi.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tumben kok gue ga disuruh turun sama mama?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya emang sengaja, kan gue mau cek lu dulu. Taunya ngamuk yaudah mo gue ajak ngobrol sekalian&#34;&#xA;&#xA;&#34;Disuruh Jimin?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Inisiatif gue&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hoo..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jadi ga cerita ni?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jadi... Bentar, gue nerves&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lhaaa...&#34;&#xA;&#xA;&#34;SSsssshhhhh... Diem. Mau diceritain ga?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya mau lah&#34;&#xA;&#xA;&#34;Mulai dari mana ya enaknya?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Terserah&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lu inget ga Bang, waktu SMA gue sering banget ga bisa tidur. Ngigau ga jelas lah, kebangun sambil  nangis-nangis lah, gelundungan mulu lah&#34;&#xA;&#xA;&#34;He eh, sampe mama sama papa khawatir dan mau ngajak lu ke psikiater&#34;&#xA;&#xA;&#34;Iya, tapi gue tolak, karena gue ngerasa baikkan pas diminta mama buat nyoba nulis buku harian.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Terus?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gue bikin jurnal tidur di situ ada cerita tentang apa aja mimpi gue hari itu, gimana perasaan gue dan sebagainya. Gue sempet lupa sama kejadian ini, tapi pas gue sekelompok sama Jungkook gangguan tidur gue muncul lagi. Mimpi-mimpinya lebih jelas, dan gue bisa ngelihat jelas siapa-siapa orang dalam mimpi gue ini. Ngerasa cara mama yang dulu ampuh ngatasin ini, gue carilah jurnal tidur gue yang lama-lama. Mau nyontek templatenya gitu. Dan ternyata, pas gue nemu dan baca tulisan acak kadul gue jaman sekolah dulu itu ternyata nyambung sama mimpi gue sekarang. Kalau mau baca, ntar gue tunjukkin jurnal gue. Tapi intinya ini ada kaitannya antara gue, elu, Jungkook dan juga Jimin&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lha kok ada ayang gue juga..&#34;&#xA;&#xA;&#34;SSSTTTTTSSS berisik deh, belum waktunya sesi tanya jawab&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ups&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gue mimpi kita berempat di kehidupan masa dulu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Huh?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Mimpi gue itu, ingatan tentang kehidupan lu sama gue di kehidupan sebelumnya. Jadi....&#34;&#xA;&#xA;bersambung&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Ini adalah sebuah cerita klise, mengenai Min Yoonji (dengan <em>face claim</em> Han So Hee) dengan pemuda yang selalu mengejarnya Jeon Jungkook. Sudah enam kali Jungkook menyatakan cinta, tapi selalu ditolak oleh Yoonji. Mulai dengan alasan Yoonji lebih tua, tak suka pemuda berwajah cantik, dan sebagainya.  Tanpa Jungkook ketahui, alasan sebenarnya dia menolak Jungkook, adalah di kehidupan sebelumnya Yoonji telah menyakiti Jungkook dan tak mau menyakitinya lagi di kehidupan ini. </p>

<p>TW/CW :
 Fantasi, reinkarnasi, kehidupan berikutnya.
Membicarakan masa lalu, cinta bertepuk sebelah tangan.
Menyakiti diri sendiri,
Menyebutkan kematian dan cara meninggal yang tak wajar
Percobaan Bunuh diri, Bunuh diri
Yoongi mempunyai kembaran perempuan bernama Yoonji.
Yoongi berpacaran dengan Jimin.
Jungkook teman sekelas dalam mata kuliah umum Jimin.
Si kembar dan Jungkook berada di semester akhir, sementara Jimin mahasiswa tahun kedua. Jimin dan Jungkook seumuran. Jungkook mengikuti program akselerasi dua kali di sekolah menengah.</p>

<p>Cerita ini adalah fiksi tidak berkaitan dengan tokoh aslinya di dunia nyata.</p>

<p>Berdasarkan ide berikut:</p>

<p><img alt="seesaw sohee" src="https://pbs.twimg.com/media/F0-SAmBaIAEXEEj?format=jpg&amp;name=900x900"/></p>

<hr/>

<p>“Nji dicariin fans noh?”</p>

<p>“Apasih, males. Suruh pergi”</p>

<p>“Lah, orangnya udah bawain makanan kesukaan lu nih”</p>

<p>“Duh.. Ga mau, lu makan aja, gue gak mau. Suruh pergi”</p>

<p>“Gak baik ah, nolak rejeki”</p>

<p>“GUE BILANG NGGAK YA NGGGAK”, seru Yoonji sambil melempar <em>plushie</em> miliknya ke arah Yoongi yang berdiri di ambang pintu.</p>

<p>“MIN YOONJI”, suara rendah Yoongi memperingatkan, meski benda yang dilempar Yoonji luput mengenainya.</p>

<p>Kaget, dengan nada marah kakak kembarnya, Yoonji yang semula membaca komik di meja belajarnya menghambur ke atas kasur. Merasa kaget dan malu, Yoonji menelungkupkan badannya menghindari kakak kembarnya.</p>

<p>Terasa seseorang menaiki sisi ranjangnya yang lain dan mengelus rambut panjangnya pelan.</p>

<p>“Dek.. “</p>

<p>“Lu ga ngerti bang.. Lu gak ngertii..”</p>

<p>“Iya gue ga ngerti, tapi bisa kan ngomongnya lebih sopan ga barbarly kayak tadi”</p>

<p>“Ya karena elu ngeyeeeeel. Dia juga. Gue udah bilang ga mauuuu dia masih ngotot aja.”</p>

<p>“Ya karena alesan lu aneh semua. Coba diinget. Pertama mengenai umur yang dibantah sama dia karena papanya lebih muda dari mamanya.  Kedua karena adek tingkat, yang mana jelas bukan Jungkok karena kita seangkatan. Ketiga gak suka kalau ga sehobi.  Padahal lu sama Jungkook hobinya samaan terus. Keempat ga suka karena dia makan bubur diaduk, dia udah belajar makan bubur ga diaduk. Kelima ga suka karena makan es krim langsung dari tubenya, ini dia juga nyoba makan es krim pake cone, wafel dll. Keenam yang lebih aneh lagi, alasan nolak Jungkook karena mau nyelesaikan tugas akhir, padahal lu sama dia satu tim dengan dosbing yang sama cuma beda variabel aja. Kan ya aneh kalau lu ngehindar sama dia, karena lu pasti butuh dia terus. Karena <em>main idea</em>nya di dia. Kenapa sih?”</p>

<p>Yoonji tak menjawab, masih belum mengubah posisi.</p>

<p>“Gue bukannya belain dia, tapi kalau gue dapet alasan macam tai ga penting gitu malah bikin gue semangat ngejar. Bukannya menjauh, malah makin tertantang”</p>

<p>“KOK GITU..”, Yoonji menoleh cepat ke arah kakak kembarnya.</p>

<p>“Ya gitu, karena dari awal Jungkook bilang suka sama elu, bahkan nembak berkali-kali, lu ga ada bilang lu ga suka sama dia. Lu cuma nolak dengan alesan aneh, tapi pas kemana-mana gue ketemunya elu sama dia mulu. Meski kalian ga barengan berangkatnya, baliknya selalu elu sama dia”</p>

<p>“Ga baik dek tarik ulur perasaan orang begitu. Kalau emang kamu ga suka, bilang baik baik. Bilang terus terang, batasi akses dia dan tegas. Bukan malah nolak terus kayak kasih harapan terus..”</p>

<p>“Hunng.. Abang ga ngerti...”</p>

<p>“Ya Abang emang ga ngerti, makanya ini nanyaaaaaaa YOOONJIIIIKUUUU”</p>

<p>“Ung...”</p>

<p>“Jimin bilang, settingan cewek tu beda sama settingan cowok, ya hormonnya, ya pola pikirnya. Macem-macem deh. Makanya dia bilang, gue kudu ngobrol sama elu. <em>Deep talk</em> gitu... ceilah bahasa gue. Ya gue juga nyadar aja, semenjak gue pacaran sama Jimin kita jarang  ada momen ngobrol berdua, ngelakuin sesuatu berdua bareng-bareng lagi. Selalu aja ga pas timmingnya. Dan gue ngerasa agak sedikit bersalah sih..”</p>

<p>“Karena?”</p>

<p>“Karena kita jarang ngobrol, dan bikin gue kepikiran lu nolak Jungkook buat caper sama gue. gituu..”</p>

<p>&#39;DIHHH.. KEPEDEEEAAAAN... SIAPA JUGA CAPER SAMA ELU”</p>

<p>“Ya terus kenapaaaa? dari semua temen dan kenalan gue, Kook anaknya baik kok. <em>Walking green flag</em> kata anak sekarang, cuma rada random aja tiba-tiba”</p>

<p>“Itu.... Dahlah.. Lu ga bakalan ngerti”</p>

<p>“Ya makanya coba bikin gue ngerti.”</p>

<p>“Ntar lu ga percaya terus ngetawain gue”</p>

<p>“Gue janji ga bakalan ngetawain deh”</p>

<p>“Bener?”</p>

<p>“Bener...”</p>

<p>“Ga deh ga jadi, muka lu tengil gitu”</p>

<p>“Janji kelingking deh, ntar kalau gue ngetawain elu lu boleh gelitikin gue 5 menit”</p>

<p>“Hmm... Ga meyakinkan... Tapi okelah.. Sini kelingking”, dan keduanya pun menautkan kelingking bersama serta menggoyangkannya sebagai tanda kesepakatan.</p>

<p>“Jadi gimana”</p>

<p>“Sebelum gue cerita, gue mau bilang dulu, terserah lu mau percaya atau nggak. Tapi gue minta selama gue cerita lu dengerin dulu, kalau mau motong atau nanya, tunggu kode gue dulu oke”</p>

<p>“Yok lah”</p>

<p>“Bentar cari posisi pewe dulu”, Yoonji bangkit dari posisi tidurnya, mendudukkan diri di sebelah Yoongi yang kini bersandar sambil meluruskan kaki.</p>

<p>“Tar dulu, Jungkook di bawah gimana?”</p>

<p>“Aman”</p>

<p>“Lha aman gimana? tadi kedengeran suaranya sama Jimin di bawah”</p>

<p>“Lagi main PS berdua di bawah. Ada papa sama mama juga tadi.”</p>

<p>“Tumben kok gue ga disuruh turun sama mama?”</p>

<p>“Ya emang sengaja, kan gue mau cek lu dulu. Taunya ngamuk yaudah mo gue ajak ngobrol sekalian”</p>

<p>“Disuruh Jimin?”</p>

<p>“Inisiatif gue”</p>

<p>“Hoo..”</p>

<p>“Jadi ga cerita ni?”</p>

<p>“Jadi... Bentar, gue nerves”</p>

<p>“Lhaaa...”</p>

<p>“SSsssshhhhh... Diem. Mau diceritain ga?”</p>

<p>“Ya mau lah”</p>

<p>“Mulai dari mana ya enaknya?”</p>

<p>“Terserah”</p>

<p>“Lu inget ga Bang, waktu SMA gue sering banget ga bisa tidur. Ngigau ga jelas lah, kebangun sambil  nangis-nangis lah, gelundungan mulu lah”</p>

<p>“He eh, sampe mama sama papa khawatir dan mau ngajak lu ke psikiater”</p>

<p>“Iya, tapi gue tolak, karena gue ngerasa baikkan pas diminta mama buat nyoba nulis buku harian.”</p>

<p>“Terus?”</p>

<p>“Gue bikin jurnal tidur di situ ada cerita tentang apa aja mimpi gue hari itu, gimana perasaan gue dan sebagainya. Gue sempet lupa sama kejadian ini, tapi pas gue sekelompok sama Jungkook gangguan tidur gue muncul lagi. Mimpi-mimpinya lebih jelas, dan gue bisa ngelihat jelas siapa-siapa orang dalam mimpi gue ini. Ngerasa cara mama yang dulu ampuh ngatasin ini, gue carilah jurnal tidur gue yang lama-lama. Mau nyontek templatenya gitu. Dan ternyata, pas gue nemu dan baca tulisan acak kadul gue jaman sekolah dulu itu ternyata nyambung sama mimpi gue sekarang. Kalau mau baca, ntar gue tunjukkin jurnal gue. Tapi intinya ini ada kaitannya antara gue, elu, Jungkook dan juga Jimin”</p>

<p>“Lha kok ada ayang gue juga..”</p>

<p>“SSSTTTTTSSS berisik deh, belum waktunya sesi tanya jawab”</p>

<p>“Ups”</p>

<p>“Gue mimpi kita berempat di kehidupan masa dulu”</p>

<p>“Huh?”</p>

<p>“Mimpi gue itu, ingatan tentang kehidupan lu sama gue di kehidupan sebelumnya. Jadi....”</p>

<p><em>bersambung</em></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kitkat.writeas.com/di-kehidupan-ini-kau-bersamaku</guid>
      <pubDate>Mon, 17 Jul 2023 05:42:01 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Ngeteh</title>
      <link>https://kitkat.writeas.com/ngeteh?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;Cerita pendek tiga paragraf (Pentigraf) dengan Yoongi dan Jimin sebagai tokoh utama, berdasarkan ilustrasi dari game In The Seom yang tersebar di twitter.&#xA;&#xA;Cerita ini hanyalah fiksi, tidak berkaitan dengan tokoh asli di dunia nyata ataupun jalannya cerita di game tersebut. Kedua tokoh dalam cerita ini berusia sekolah menengah, tanpa plot serta hanya cuplikan kehidupan sehari-hari !--more--&#xA;---&#xA;&#xA;Based on this pic&#xA;img alt=&#34;ngeteh berdua&#34; img src=&#34;https://pbs.twimg.com/media/FWY-EBiVEAEmdU2?format=jpg&amp;name=large&#34;/&#xA;&#xA;&#34;Kemaren ngapain nulis apa kabar Jibangie gitu, kan jadi rame kan&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya gapapa, kan nanya bener. Jibangie kemana, ditelpon ga diangkat, di sms ga dibales, yaudah aku cari di sosmed&#34;&#xA;&#xA;&#34;Oh, aku?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lha siapa lagi?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kirain fansmu yang di daerah&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kamu laah... Ya sekalian sih menyapa mereka soalnya dari kemaren baca berita cuacanya ga bagus. Beberapa tempat banjir, malah&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jadi sekalian ya?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Uhm....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ini kapan ya kita kamu bisa pulang Ji. Aku kan nyusul kamu diem-diem kirain bisa pulang bareng, taunya masih disuruh ini itu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gataulah, padahal niatnya cuma nemenin yang mau manggung. Eh pake disuruh syuting dadakan. Au ah capek. Mau cepet pulang aja sebenernya, untung kamu nyusulin ke sini&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sigh.. Ya gimana ga mau nyusuli, kamu spam terus pake emoji nangis dan fowardin berita yang aneh-aneh. Kan khawatir. Eh, ini kamu bisa ngabur ngeteh sama aku gimana bisa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aku bilang mau jalan-jalan sebentar cari angin, terus wuuush ngebujuk buat mampir sini&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gapapa emang?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya apa-apa sih. Biar deh, ntar kuposting yang semirip kek postingan kemaren. Tau kan mereka gini kenapa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tau lah, gegara ketahuan kamu nyusulin aku pas di sana kan..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hehehehheheh... Kangen sih...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sama&#34;&#xA;&#xA;&#34;Bareng-bareng ntar&#34;&#xA;&#xA;&#34;Apanya?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Diomelinnya lah, ga sendiri kamu. Ada aku, tahu?&#34;&#xA;&#xA;&#34;I know&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Cerita pendek tiga paragraf (Pentigraf) dengan Yoongi dan Jimin sebagai tokoh utama, berdasarkan ilustrasi dari game <strong>In The Seom</strong> yang tersebar di <em>twitter</em>.</p>

<p>Cerita ini hanyalah fiksi, tidak berkaitan dengan tokoh asli di dunia nyata ataupun jalannya cerita di game tersebut. Kedua tokoh dalam cerita ini berusia sekolah menengah, tanpa plot serta hanya cuplikan kehidupan sehari-hari </p>

<hr/>

<p>Based on this pic
<img alt="ngeteh berdua" src="https://pbs.twimg.com/media/FWY-EBiVEAEmdU2?format=jpg&amp;name=large"/></p>

<p>“Kemaren ngapain nulis apa kabar Jibangie gitu, kan jadi rame kan”</p>

<p>“Ya gapapa, kan nanya bener. Jibangie kemana, ditelpon ga diangkat, di sms ga dibales, yaudah aku cari di sosmed”</p>

<p>“Oh, aku?”</p>

<p>“Lha siapa lagi?”</p>

<p>“Kirain fansmu yang di daerah”</p>

<p>“Kamu laah... Ya sekalian sih menyapa mereka soalnya dari kemaren baca berita cuacanya ga bagus. Beberapa tempat banjir, malah”</p>

<p>“Jadi sekalian ya?”</p>

<p>“Uhm....”</p>

<p>“Ini kapan ya kita kamu bisa pulang Ji. Aku kan nyusul kamu diem-diem kirain bisa pulang bareng, taunya masih disuruh ini itu”</p>

<p>“Gataulah, padahal niatnya cuma nemenin yang mau manggung. Eh pake disuruh syuting dadakan. Au ah capek. Mau cepet pulang aja sebenernya, untung kamu nyusulin ke sini”</p>

<p>“Sigh.. Ya gimana ga mau nyusuli, kamu spam terus pake emoji nangis dan fowardin berita yang aneh-aneh. Kan khawatir. Eh, ini kamu bisa ngabur ngeteh sama aku gimana bisa?”</p>

<p>“Aku bilang mau jalan-jalan sebentar cari angin, terus wuuush ngebujuk buat mampir sini”</p>

<p>“Gapapa emang?”</p>

<p>“Ya apa-apa sih. Biar deh, ntar kuposting yang semirip kek postingan kemaren. Tau kan mereka gini kenapa?”</p>

<p>“Tau lah, gegara ketahuan kamu nyusulin aku pas di sana kan..”</p>

<p>“Hehehehheheh... Kangen sih...”</p>

<p>“Sama”</p>

<p>“Bareng-bareng ntar”</p>

<p>“Apanya?”</p>

<p>“Diomelinnya lah, ga sendiri kamu. Ada aku, tahu?”</p>

<p>“I know”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kitkat.writeas.com/ngeteh</guid>
      <pubDate>Mon, 17 Jul 2023 05:10:13 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Hammock</title>
      <link>https://kitkat.writeas.com/hammock?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;Cerita pendek tiga paragraf (Pentigraf) dengan Yoongi dan Jimin sebagai tokoh utama, berdasarkan ilustrasi dari game In The Seom yang tersebar di twitter.&#xA;&#xA;Cerita ini hanyalah fiksi, tidak berkaitan dengan tokoh asli di dunia nyata ataupun jalannya cerita di game tersebut. Kedua tokoh dalam cerita ini berusia sekolah menengah, tanpa plot serta hanya cuplikan kehidupan sehari-hari !--more--&#xA;---&#xA;&#xA;Based on this pic&#xA;&#xA;img alt=&#34;bangwol&#34; src=&#34;https://pbs.twimg.com/media/Fz3kY4aaUAAhFXU?format=jpg&amp;name=medium&#34;/&#xA;&#xA;&#34;Gi..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmmm....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gi...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Mmmmm...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gi.......Gigi....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Giginya udah di Jakarta&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lha?&#34;&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Cerita pendek tiga paragraf (Pentigraf) dengan Yoongi dan Jimin sebagai tokoh utama, berdasarkan ilustrasi dari game <strong>In The Seom</strong> yang tersebar di <em>twitter</em>.</p>

<p>Cerita ini hanyalah fiksi, tidak berkaitan dengan tokoh asli di dunia nyata ataupun jalannya cerita di game tersebut. Kedua tokoh dalam cerita ini berusia sekolah menengah, tanpa plot serta hanya cuplikan kehidupan sehari-hari </p>

<hr/>

<p>Based on this pic</p>

<p><img alt="bangwol" src="https://pbs.twimg.com/media/Fz3kY4aaUAAhFXU?format=jpg&amp;name=medium"/></p>

<p>“Gi..”</p>

<p>“Hmmm....”</p>

<p>“Gi...”</p>

<p>“Mmmmm...”</p>

<p>“Gi.......Gigi....”</p>

<p>“Giginya udah di Jakarta”</p>

<p>“Lha?”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kitkat.writeas.com/hammock</guid>
      <pubDate>Fri, 30 Jun 2023 16:12:21 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Yellow and Purple</title>
      <link>https://kitkat.writeas.com/yellow-and-purple?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;Cerita pendek tiga paragraf (Pentigraf) dengan Yoongi dan Jimin sebagai tokoh utama, berdasarkan ilustrasi dari game In The Seom yang tersebar di twitter.&#xA;&#xA;Cerita ini hanyalah fiksi, tidak berkaitan dengan tokoh asli di dunia nyata ataupun jalannya cerita di game tersebut. Kedua tokoh dalam cerita ini berusia sekolah menengah, tanpa plot serta hanya cuplikan kehidupan sehari-hari !--more--&#xA;---&#xA;Berdasarkan gambar di bawah ini&#xA;&#xA;img alt=&#34;yoonmin uwu&#34; src=&#34;https://pbs.twimg.com/media/Fz2TiSgaYAc_i61?format=jpg&amp;name=900x900&#34;/&#xA;&#xA;&#34;Ih masa ya, kemarin pas mampir ke playground aku dipelototin sama anak SD lho. Katanya, malu tahu kak, udah gedhe masih main di playground. Padahal ya Gi, main di playground tuh hak semua orang. Gak gedhe, ga kecil semua berhak main di fasilitas umum begitu. Apalagi ini tu adanya di area yayasan yang membawahi sekolah dari kanak-kanak sampai menengah. Ya wajar dong aku mau ikutan main. Toh ga ada larangan tentang batasan usia yang boleh main atau berat badan tertentu. Itu papa mama yang jemput adek-adek di Daycare juga sering main di situ temenin bocil-bocilnya. Mereka ga protes tuh, kenapa giliran aku mau main pada disorakkin sih. Heran. jaman sekarang tuh bocil-bocil dikit dikit malu sama umur kaak... Dikit-dikit bilang  kak udah ga pantes lagi mainn.. Halaaaah.... Mereka nanti kalau gedhe juga pasti bakalan kangen main perosotan, main ayunan. Tuh kakak aku, sampe seneng banget kalau disuruh papa jemput aku tahu, katanya bisa mampir di playground. Cuma di sini yang playgroundnya bisa dia pakai sepuasnya. Tau gitu kan..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Mi.. Jadi main ga?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jadi dong.. Kan aku ajakkin kamu main bukan buat diem-dieman Gigi..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ini ga bisa muter pakai tenaga bacot Mimi, harus didorong dulu..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Iyaaa.... Iyaaaaa...... Udah kamu diem aja di atas, aku yang puterin, kalau kamu yang puterin ga seru, pelan banget.. Ga bisa...&#34;&#xA;&#xA;&#34;MI...&#34;&#xA;&#xA;&#34;IYAAAAA........&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Cerita pendek tiga paragraf (Pentigraf) dengan Yoongi dan Jimin sebagai tokoh utama, berdasarkan ilustrasi dari game <strong>In The Seom</strong> yang tersebar di <em>twitter</em>.</p>

<p>Cerita ini hanyalah fiksi, tidak berkaitan dengan tokoh asli di dunia nyata ataupun jalannya cerita di game tersebut. Kedua tokoh dalam cerita ini berusia sekolah menengah, tanpa plot serta hanya cuplikan kehidupan sehari-hari </p>

<hr/>

<p>Berdasarkan gambar di bawah ini</p>

<p><img alt="yoonmin uwu" src="https://pbs.twimg.com/media/Fz2TiSgaYAc_i61?format=jpg&amp;name=900x900"/></p>

<p>“Ih masa ya, kemarin pas mampir ke playground aku dipelototin sama anak SD lho. Katanya, malu tahu kak, udah gedhe masih main di playground. Padahal ya Gi, main di playground tuh hak semua orang. Gak gedhe, ga kecil semua berhak main di fasilitas umum begitu. Apalagi ini tu adanya di area yayasan yang membawahi sekolah dari kanak-kanak sampai menengah. Ya wajar dong aku mau ikutan main. Toh ga ada larangan tentang batasan usia yang boleh main atau berat badan tertentu. Itu papa mama yang jemput adek-adek di Daycare juga sering main di situ temenin bocil-bocilnya. Mereka ga protes tuh, kenapa giliran aku mau main pada disorakkin sih. Heran. jaman sekarang tuh bocil-bocil dikit dikit malu sama umur kaak... Dikit-dikit bilang  kak udah ga pantes lagi mainn.. Halaaaah.... Mereka nanti kalau gedhe juga pasti bakalan kangen main perosotan, main ayunan. Tuh kakak aku, sampe seneng banget kalau disuruh papa jemput aku tahu, katanya bisa mampir di playground. Cuma di sini yang playgroundnya bisa dia pakai sepuasnya. Tau gitu kan..”</p>

<p>“Mi.. Jadi main ga?”</p>

<p>“Jadi dong.. Kan aku ajakkin kamu main bukan buat diem-dieman Gigi..”</p>

<p>“Ini ga bisa muter pakai tenaga bacot Mimi, harus didorong dulu..”</p>

<p>“Iyaaa.... Iyaaaaa...... Udah kamu diem aja di atas, aku yang puterin, kalau kamu yang puterin ga seru, pelan banget.. Ga bisa...”</p>

<p>“MI...”</p>

<p>“IYAAAAA........”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kitkat.writeas.com/yellow-and-purple</guid>
      <pubDate>Fri, 30 Jun 2023 07:29:44 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Tujuh</title>
      <link>https://kitkat.writeas.com/tujuh?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;#miniminifics #miniau&#xA;Ada yang membaca seri yoonmin reinkarnasi ala-ala, jadi nostalgia.&#xA;Kangen juga nulis sesuatu tentang mereka, karena memang lagi kangen betulan. Hehehehehe..&#xA;Here we go&#xA;Fluff&#xA;No plot&#xA;Slice of Life&#xA;Mentioning reincarnation and multiverse&#xA;&#xA;Selamat membaca !--more--&#xA;---&#xA;img alt=&#34;mereka&#34; src=&#34;https://pbs.twimg.com/media/FzQoAilXoAI0sBO?format=jpg&amp;name=900x900&#34;/&#xA;&#xA;&#34;Oh ini dia, selamat datang. Yoongi kenalkan ini artis baru yang akan berduet denganmu kali ini&#34;&#xA;&#xA;Yoongi yang sedang sibuk menunduk dan memainkan ponsel pintarnya tidak segera menanggapi manajernya.&#xA;&#xA;&#34;Min PD&#34;, suara Hoseok yang memanggil namanya dengan nada tertentu, mau tak mau membuat Yoongi menghela nafas panjang dan menutup layar ponselnya yang menampilkan berita mengenai dirinya yang sukses menjalankan konser tunggal di beberapa negara.&#xA;&#xA;&#34;Ya..&#39;, dan saat pandangan matanya bertemu dengan penyanyi baru yang disebutkan Hoseok belakangan sebagai patner barunya untuk single kali ini.&#xA;&#xA;Tak ada yang istimewa dengan anak baru yang mengenalkan diri dengan Park Jimin, saat dia menatapnya, selain wajahnya yang terlihat tampan dan cantik di saat yang bersamaan. Namun, saat tangan Yoongi menyentuh tangan Jimin saat bersalaman, sesuatu terasa di hatinya.&#xA;&#xA;Perasaan rindu, sedih, marah, sekaligus bahagia terkumpul jadi satu.&#xA;&#34;Huh, aneh&#34;, gumamnya perlahan. Lebih aneh saat dia melihat wajah Jimin, dia sedang tersenyum dengan air mata mengalir di pipinya.&#xA;&#xA;&#34;Lho, Jimin?&#34;, Hoseok yang terkejut melihat Jimin yang menangis, segera mengangsurkan tisu pada Jimin. &#xA;&#xA;&#34;Terharu yaaaa, bisa ketemu Yoongi.. Hehehhe..&#34;, Hoseok mencoba melemparkan gurauan sekaligus menyebutkan bahwa Jimin telah menjadi fans Yoongi semenjak dia mengeluarkan album pertama tujuh tahun yang lalu.&#xA;&#xA;Jimin tak menjawab hanya mengangguk malu-malu, selanjutnya manajer Jimin dan Hoseok lebih banyak berbincang mengenai teknis kerjasama mereka. Separuh hati Yoongi mengikuti rapat kali ini, karena pikirannya melayang pada penyanyi mungil di hadapannya yang masih menghapus sisa-sisa air matanya.&#xA;&#xA;Entah kenapa batinnya merasa tak terima melihat Jimin menangis dan rasanya dia telah mengenal dia cukup lama.&#xA;&#xA;&#34;Ya kan Yoon?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Eh apa? Sorry? Bisa diulang&#34;&#xA;&#xA;&#34;Yoongi...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Enggak, ini kali pertama aku ketemu Jimin, tapi kok rasanya familiar ya?. Kita pernah ketemu sebelumnya?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Eh... Itu.. Hummmm...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Yoon, masa kamu lupa? Empat tahun lalu ada mahasiswa seni tari yang minta ijin gunain aransemen lagu kamu dan Jungkook versi akustik untuk ditampilkan di lomba tari internasional? Ingat?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Iya, lalu apa hubungannya dengan Jimin?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya itu Jimin, dia memenangkan kompetisi itu dan sekarang dia akan debut jadi idol di label yang sama dengan kita&#34;&#xA;&#xA;&#34;Oh masa? Tapi enggak, rasanya lebih lama dari itu. Kipas. Tari kipas&#34;&#xA;&#xA;&#34;AAAH ITUUUU... Dia dapat penghargaan Dewan Kesenian Korea karena menarikan tari kipas dengan baik beberapa tahun sebelumnya. Kok kamu tahu Yoon?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Enggak tahu, tapi rasanya dia cocok dengan kipas&#34;&#xA;&#xA;&#34;Terima kasih&#34;, cicit Jimin malu.. malu...&#xA;&#xA;&#34;Kamu punya tato?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Eh..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Yoongi...&#34;, tegur Hoseok.&#xA;&#xA;&#34;Iya kak, aku punya beberapa tato. Uhm... Salah satunya judul lagu kakak. Aku suka lagu itu dan maknanya dan jadi penyemangatku buat terus capai mimpiku&#34;&#xA;&#xA;&#34;Oh? yang mana?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Nevermind kak&#34;&#xA;&#xA;&#34;Wah,di mana memang?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Uhm.. Sesuai liriknya, di rusuk kak, di sini&#3