<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>KitKat</title>
    <link>https://kitkat.writeas.com/</link>
    <description>a place for my alternate universe from my head</description>
    <pubDate>Sun, 05 Apr 2026 03:25:35 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>Dear Darling My Yooniverse,</title>
      <link>https://kitkat.writeas.com/dear-darling-my-yooniverse?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Dear Darling My Yooniverse, &#xA;&#xA;Nulis ini masih kebawa emosi gara-gara lihat cuplikan episode terakhir Suchwita season satu kemarin. Maaf ya sebelumnya, belum berani nonton lengkap karena bakalan kangen banget sama kamu. &#xA;&#xA;Tapi dari beberapa tayangan yang mampir, mau ngomong aja kalau aku kangen sama kamu. Mau ngomong juga kalau kamu tuh bener-bener jadi sosok yang bikin aku yang males-malesan ini buat bergerak terus. Belajar terus. &#xA;&#xA;Ketulusan kamu sama temen-temen kamu, seperti yang diceritain El kemarin, salah satunya adalah ga pakai mikir kalau mau nolongin. Langsung gas nolongin. Saking baiknya kamu, aku jadi inget dulu kamu bilang lagu yang kamu bikin dibeli dengan harga murah. Terus juga kamu sedih banget waktu temen kamu milih jalan yang beda dan udah ga bisa sama-sama. &#xA;&#xA;Yoon, kamu tuh manusia yang bikin aku ngelihat pasangan dengan standar yang berbeda. Kamu dan kelembutan hati kamu, nunjukkin bahwa sayang tu ga harus diumbar terus menerus. Sesuai dengan diri dan bahasa sayang yang kita yakini udah cukup. Ga heran sih, daftar antrian &#34;Yoongi Marry Me&#34;, kayaknya nambah terus tiap hari. Karena secara ga langsung kamu jadi patokan gimana mencari patner seumur hidup. Bahasa anak sekarang, kamu tu Husband Material, banget. Ahahahhahahaha... &#xA;&#xA;Terus, kamu tuh orang dengan nasihat paling rasional yang pernah aku temui. Ucapan gapapa kalau belum nemu apa yang dicari, atau belum tahu apa yang jadi passion diri sendiri, tapi kalau kita bahagia, itu udah cukup. Ga perlu muluk-muluk. Udah jadi pegangan selalu. Kamu juga yang selalu ngingetin, ada hal di luar kehendak dan kuasa kita yang ga bakal bisa kita kontrol. Kita cuma bisa melakukan bagian kita sebaik mungkin dan sisanya kita pasrah kan saja kemana semesta membawa. &#xA;&#xA;Kamu juga yang ngajarin, betapa hubungan antar manusia itu sedinamis itu. Kita harus siap merelakan, kehilangan beberapa bagian dari diri kita buat berdamai dengan masa lalu karena berkonflik dengan orang lain, termasuk keluarga. Sesakit apapun itu, pelan-pelan kita bakal bisa berdamai dengan orang-orang yang nyakitin kita. &#xA;&#xA;Memafkan diri sendiri dulu, dan menerima semua bagian masa lalu yang membentuk kita sekarang tanpa meratapi terus menerus dan menjadikannya bekal buat maju terus, itu yang kupegang. &#xA;&#xA;Yoon, satu hal paling utama yang bikin ngefans sama kamu adalah kamu tu super realistis. Kamu paham bagaimana dunia dan manusia ini bekerja. Realistisnya kamu, membuatku menyadari bahwa emang semua itu butuh modal. Minimal ada koneksi, juga butuh nominal, yang kadang ga sedikit. Harus ada cara untuk menjembatani keinginan untuk idealis dan menyesuaikan industri. Harus ada kompromi atau batasan yang diciptakan agar kita bisa mencapai titik yang kita mau. Ini aku juga belajar banyak dari kamu. &#xA;&#xA;Sejujurnya masih banyak lagi hal mengenai dirimu yang membuatku kagum. Mau menuliskannya udah terlalu penuh ini kepala. Mungkin nanti pelan-pelan kucoba metodemu untuk menuliskan semua yang dirasakan di notes kuning (Aku sudah beli notesnya, tapi belum aku isi). Jujur, hal yang belum dituliskan itu terus berputar-putar di kepalaku. Seperti kaset yang berulang-ulang. &#xA;&#xA;Membuat lelah dan kecewa karena ide itu masih sebatas angan bukan termanifestasi pada hal yang nyata. Rasanya berlari terus di tempat atau lingkaran yang sama. &#xA;&#xA;Yoon, maaf ya.&#xA;&#xA;Aku belum seperti yang lain, mengadakan event atau mempersiapkan aneka acara untuk menyambut ulang tahunmu Maret nanti. Aku juga belum bisa mendatangi negara tempatmu tinggal atau melihat pertunjukanmu secara langsung tahun-tahun lalu.&#xA;&#xA;Aku akan berusaha memantaskan diri agar bisa menemuimu bersama member Bangtan yang lain, sambil memamerkan padamu bahwa aku bukanlah manifestasi pikiran burukku yang menumpuk ini. &#xA;&#xA;Yoon, aku rindu. &#xA;&#xA;Kangen berat ahahahha, tapi berusaha tetap lempeng untuk tak meratap di timeline. Keputusanmu untuk tak muncul sampai wajib militer usai membuatku semakin menghormatimu yang teguh menjaga privasimu. Bagaimanapun kamu adalah manusia yang butuh kehidupannya sendiri, bukan cuma idol yang diekspos sana sini. &#xA;&#xA;Yoon, aku sayang kamu. Kamu tahu? &#xA;&#xA;Kamu manusia realistis dan lembut hati. Ingin kuteriakkan itu pada mereka yang menganggap dingin dan menjulukimu manusia es yang datar tanpa emosi. &#xA;&#xA;Aku hanya berharap dimanapun kamu sekarang, kamu baik-baik saja. &#xA;&#xA;Ah, surat ini sudah terlalu panjang dan terlalu banyak basa basi. &#xA;&#xA;Aku hanya ingin bilang, aku merindukanmu. Aku akan menunggumu, dan aku percaya musim semi akan datang segera. &#xA;&#xA;Peluk jauh. &#xA;&#xA;Kit]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Dear Darling My Yooniverse,</p>

<p>Nulis ini masih kebawa emosi gara-gara lihat cuplikan episode terakhir Suchwita season satu kemarin. Maaf ya sebelumnya, belum berani nonton lengkap karena bakalan kangen banget sama kamu.</p>

<p>Tapi dari beberapa tayangan yang mampir, mau ngomong aja kalau aku kangen sama kamu. Mau ngomong juga kalau kamu tuh bener-bener jadi sosok yang bikin aku yang males-malesan ini buat bergerak terus. Belajar terus.</p>

<p>Ketulusan kamu sama temen-temen kamu, seperti yang diceritain El kemarin, salah satunya adalah ga pakai mikir kalau mau nolongin. Langsung gas nolongin. Saking baiknya kamu, aku jadi inget dulu kamu bilang lagu yang kamu bikin dibeli dengan harga murah. Terus juga kamu sedih banget waktu temen kamu milih jalan yang beda dan udah ga bisa sama-sama.</p>

<p>Yoon, kamu tuh manusia yang bikin aku ngelihat pasangan dengan standar yang berbeda. Kamu dan kelembutan hati kamu, nunjukkin bahwa sayang tu ga harus diumbar terus menerus. Sesuai dengan diri dan bahasa sayang yang kita yakini udah cukup. Ga heran sih, daftar antrian “Yoongi Marry Me”, kayaknya nambah terus tiap hari. Karena secara ga langsung kamu jadi patokan gimana mencari patner seumur hidup. Bahasa anak sekarang, kamu tu Husband Material, banget. Ahahahhahahaha...</p>

<p>Terus, kamu tuh orang dengan nasihat paling rasional yang pernah aku temui. Ucapan gapapa kalau belum nemu apa yang dicari, atau belum tahu apa yang jadi passion diri sendiri, tapi kalau kita bahagia, itu udah cukup. Ga perlu muluk-muluk. Udah jadi pegangan selalu. Kamu juga yang selalu ngingetin, ada hal di luar kehendak dan kuasa kita yang ga bakal bisa kita kontrol. Kita cuma bisa melakukan bagian kita sebaik mungkin dan sisanya kita pasrah kan saja kemana semesta membawa.</p>

<p>Kamu juga yang ngajarin, betapa hubungan antar manusia itu sedinamis itu. Kita harus siap merelakan, kehilangan beberapa bagian dari diri kita buat berdamai dengan masa lalu karena berkonflik dengan orang lain, termasuk keluarga. Sesakit apapun itu, pelan-pelan kita bakal bisa berdamai dengan orang-orang yang nyakitin kita.</p>

<p>Memafkan diri sendiri dulu, dan menerima semua bagian masa lalu yang membentuk kita sekarang tanpa meratapi terus menerus dan menjadikannya bekal buat maju terus, itu yang kupegang.</p>

<p>Yoon, satu hal paling utama yang bikin ngefans sama kamu adalah kamu tu super realistis. Kamu paham bagaimana dunia dan manusia ini bekerja. Realistisnya kamu, membuatku menyadari bahwa emang semua itu butuh modal. Minimal ada koneksi, juga butuh nominal, yang kadang ga sedikit. Harus ada cara untuk menjembatani keinginan untuk idealis dan menyesuaikan industri. Harus ada kompromi atau batasan yang diciptakan agar kita bisa mencapai titik yang kita mau. Ini aku juga belajar banyak dari kamu.</p>

<p>Sejujurnya masih banyak lagi hal mengenai dirimu yang membuatku kagum. Mau menuliskannya udah terlalu penuh ini kepala. Mungkin nanti pelan-pelan kucoba metodemu untuk menuliskan semua yang dirasakan di notes kuning (Aku sudah beli notesnya, tapi belum aku isi). Jujur, hal yang belum dituliskan itu terus berputar-putar di kepalaku. Seperti kaset yang berulang-ulang.</p>

<p>Membuat lelah dan kecewa karena ide itu masih sebatas angan bukan termanifestasi pada hal yang nyata. Rasanya berlari terus di tempat atau lingkaran yang sama.</p>

<p>Yoon, maaf ya.</p>

<p>Aku belum seperti yang lain, mengadakan event atau mempersiapkan aneka acara untuk menyambut ulang tahunmu Maret nanti. Aku juga belum bisa mendatangi negara tempatmu tinggal atau melihat pertunjukanmu secara langsung tahun-tahun lalu.</p>

<p>Aku akan berusaha memantaskan diri agar bisa menemuimu bersama member Bangtan yang lain, sambil memamerkan padamu bahwa aku bukanlah manifestasi pikiran burukku yang menumpuk ini.</p>

<p>Yoon, aku rindu.</p>

<p>Kangen berat ahahahha, tapi berusaha tetap lempeng untuk tak meratap di timeline. Keputusanmu untuk tak muncul sampai wajib militer usai membuatku semakin menghormatimu yang teguh menjaga privasimu. Bagaimanapun kamu adalah manusia yang butuh kehidupannya sendiri, bukan cuma idol yang diekspos sana sini.</p>

<p>Yoon, aku sayang kamu. Kamu tahu?</p>

<p>Kamu manusia realistis dan lembut hati. Ingin kuteriakkan itu pada mereka yang menganggap dingin dan menjulukimu manusia es yang datar tanpa emosi.</p>

<p>Aku hanya berharap dimanapun kamu sekarang, kamu baik-baik saja.</p>

<p>Ah, surat ini sudah terlalu panjang dan terlalu banyak basa basi.</p>

<p>Aku hanya ingin bilang, aku merindukanmu. Aku akan menunggumu, dan aku percaya musim semi akan datang segera.</p>

<p>Peluk jauh.</p>

<p>Kit</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kitkat.writeas.com/dear-darling-my-yooniverse</guid>
      <pubDate>Tue, 27 Feb 2024 05:43:35 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Di Kehidupan Ini, Kau Bersamaku (pt 2)</title>
      <link>https://kitkat.writeas.com/di-kehidupan-ini-kau-bersamaku-pt-2?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;Ini adalah sebuah cerita klise, mengenai Min Yoonji &#xA;(dengan face claim Han So Hee) dengan pemuda yang selalu mengejarnya Jeon Jungkook. Sudah enam kali Jungkook menyatakan cinta, tapi selalu ditolak oleh Yoonji. Mulai dengan alasan Yoonji lebih tua, tak suka pemuda berwajah cantik, dan sebagainya.  Tanpa Jungkook ketahui, alasan sebenarnya dia menolak Jungkook, adalah di kehidupan sebelumnya Yoonji telah menyakiti Jungkook dan tak mau menyakitinya lagi di kehidupan ini. !--more--&#xA;&#xA;TW/CW :&#xA; Fantasi, reinkarnasi, kehidupan berikutnya. &#xA;Membicarakan masa lalu, cinta bertepuk sebelah tangan.&#xA;Menyakiti diri sendiri, &#xA;Menyebutkan kematian dan cara meninggal yang tak wajar &#xA;Percobaan Bunuh diri, Bunuh diri&#xA;Yoongi mempunyai kembaran perempuan bernama Yoonji.&#xA;Yoongi berpacaran dengan Jimin.&#xA;Jungkook teman sekelas dalam mata kuliah umum Jimin.&#xA;Si kembar dan Jungkook berada di semester akhir, sementara Jimin mahasiswa tahun kedua. Jimin dan Jungkook seumuran. Jungkook mengikuti program akselerasi dua kali di sekolah menengah.&#xA;&#xA;Cerita ini adalah fiksi tidak berkaitan dengan tokoh aslinya di dunia nyata.&#xA;&#xA;Terinspirasi dari alur HHYH serta Bangtan Universe&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;Jadi?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Disela mulu jadi ceritanya ga sih?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya jadilah...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Intinya aja lah ya biar cepet. Di kehidupan sebelumnya kita adalah satu individu, alias kita tu satu orang. Ga kembar kayak kehidupan ini, di mimpi gue ngelihat semuanya dari sudut pandang orang pertama dan saat ngaca, gue cuma ngeliat wajahlu. Bisa dibayangkan kan, kayak... kayak gue  tapi ada di badan lu gitu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hummm lalu?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tapi ingatan tentang kehidupan itu  settingannya di masa sekolah menengah atas gitu.Kita punya temen yang sama seperti kehidupan ini. Ada kak Jin, Namjoon, Hoseok, Taehyung, Jimin dan juga Jungkook di sekolah itu. Kita sama Nam dan Hose di kelas dua. Jimin, Taehyung serta Jungkook di kelas satu. Sementara kak Jin di kelas tiga. Meski berbeda kelas kita selalu main sama-sama. Baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Tak jarang kak Jin juga sering ngajak kita main di pantai pakai mobil papanya. Dia yang nyetir.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Diantara kita bertujuh, dia anak konglomerat. Yah hampir sama di kehidupan ini sih. Selanjutnya Jimin yang juga dari keluarga berada. Sedangkan sisanya kita berjuang dengan kehidupan masing-masing. Tak jelas wajah orang tua kita di masa itu, yang gueingat kita gak punya ibu, karena ibu meninggal saat kebakaran. Sehari-hari kita mengandalkan uang penghasilan dari kerja sebagai kurir makanan juga  beasiswa dan tabungan.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jimin, anak berada yang tak punya teman karena pernah dirawat di rumah sakit dalam jangka waktu yang lama. Sementara Jungkook tinggal dengan ayah tirinya yang selalu memukulnya saat mabuk dan ibunya mengabaikannya. Singkat cerita, tiap pulang sekolah kita dan Jungkook pulang lebih akhir karena bermain-main dengan piano yang ada di gudang, gudang ini lebih mirip sebagai tampat nongkrong di sekolah. Markas lah bisa dibilang. Kita berdua memainkan piano yang diajarkan oleh ibu. Jungkook yang suka sama piano nemanin kita, sampai tiba waktu kerja sambilan atau kelas tambahan&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tanpa kita sadari, dia menaruh hati pada kita. Yap, Jungkook jatuh cinta. Sedangkan kita gak lebih cuma anggap dia sebagai adik yang selalu menemani, karena kita anak tunggal. Di kehidupan lalu, kita tertarik pada Jimin. Kita jatuh cinta pada Jimin yang pendiam saat sendirian, namun sangat ceria dan menggemaskan saat sedang bersama dengan teman lainnya.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jiminpun tertarik dengan kita karena perhatian yang kita berikan padanya. Lama kelamaan dia terbuka mengenai penyebabnya masuk Rumah Sakit. Dokter mengatakan dia mengalami halusinasi dan depresi berat setelah mengalami kejadian traumatis, hilang di hutan dekat rumah kaca. Tak ada yang tahu bahwa sebenarnya saat di rumah kaca itu, Jimin menyaksikan penganiayaan seorang bocah laki laki, yang ngeluarin banyak darah. Hal itu terus menghantuinya dan tak pernah dia ceritakan pada siapapun kecuali kita. Tepat di hari dia menceritakan luka masa lalunya, Jimin resmi menjadi kekasih kita.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Oh..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gak ada yang tahu kalau kita jadian sama Jimin. Sebagai tanda pengingat hari jadian, Jimin dan kita menggunakan kalung yang sama. Semuanya berjalan lancar sebagaimana biasanya. Hanya saja, karena kita resmi menjadi kekasih Jimin, gak ada lagi waktu bermain piano berdua di markas bersama Jungkook. Perlahan kita juga mulai ngurangi waktu bermain bersama Jungkook, awalnya gak ada masalah. Namun, saat pesta di rumah Seokjin, Jungkook tanya terus kan, kenapa kita menjauh darinya dan sebagainya. Pertanyaan Jungkook kian memojokkan dan mau tak mau, kita menceritakan tentang hubungan dengan Jimin. Jungkook marah, tak terima, reflek meninju muka kita yang memicu perkelahian di antara kita berdua. Adu jotos tak terelakkan. Darah ngalir dari wajah kita&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jimin yang ngelihat muka kita ancur, tiba-tiba pingsan. Ternyata ngelihat darah di wajah kita, di tangan Jungkook, gelas pecah berserakan itu jadi pemicu  traumanya.  Seokjin dan Hoseok nganterin Jimin pulang. Sementara kita dirawat lukanya sama Nam.  Selepas malam pesta itu semua jadi berubah. Jimin mengurung diri di rumah, gak masuk sekolah berhari-hari. Jungkook marah dan ngehindari kita. Nam tiba-tiba ada masalah, begitu pula dengan yang lain.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Rumah Namjoon kebakaran, Seokjin akan dipindah sekolah di luar negeri, Hoseok dirawat di rumah sakit karena berulangkali ditemukan pingsan, sedangkan Taehyung tak pernah terlihat juga di sekolah. Semua berantakan. Gak bisa menemui Jimin membuat kita juga semakin emosi. Frustasi dan melampiaskan dengan minum soju sepulang kerja.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sampai suatu ketika, kita mendapat kabar Jimin meninggal. Orang tuanya menemukannya tenggelam di bak kamar mandinya. Terpukul mendengar kabar itu, kita menolak kenyataan bahwa Jimin memang sudah meninggal. Berhari-hari usai pemakamannya kita banyak mengkonsumsi alkohol di rumah. Jungkook yang semula cuek, mengkhawatirkan kondisi kita yang semakin parah. Jarang mandi, lupa makan, sulit tidur dan hanya mengkonsumsi alkohol.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sampai suatu malam, saat sedang mabuk dan sangat merindukan Jimin, kita menyalakan korek api yang membakar ujung sprei. Bukannya mematikan api itu, kita malah menuangkan sisa alkohol dan tetap berada dalam kamar yang apinya semakin membesar dan menguar. Sayup- sayup terdengar teriakan Jungkook menggedor pintu dan memanggil nama kita. Namun kita tak peduli. Kita hanya ingin bertemu dengan Jimin karena sangat merindukannya, yang ada di kepala kita adalah bagaimana bisa dengan cepat menemui Jimin di alam lain.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kita mati?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya, kita mati sepertinya. Karena mimpi gue yang lain gak nunjukkin aktivitas lain setelah kejadian itu. Mimpinya selalu berulang-ulang di hari-hari yang terasa sedih dan menyakitkan. Hari kematian Jimin dan juga hari kematian kita. Setiap pengulangan mimpi itu bikin gue makin mengenali  detail tiap kejadian tersebut. Emosi yang kita rasakan. Kesedihannya, kemarahannya, lebih-lebih keputusaasaan yang membuat terasa kosong&#34;&#xA;&#xA;&#34;Mimpi itu yang menghantui gue setiap kali ngelihat Jungkook. Keinget Jungkook di kehidupan masa lalu yang sorot matanya berubah dari ceria menjadi penuh sedih dan kecewa saat melihat kita. Sungguh gak tahan ngelihat tatapan sedihnya dan memohonnya pas dia ngingatin kita kita masih punya teman-teman yang lain yang juga sayang sama kita&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hufffff.....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Berat ya ?&#34;&#xA;&#xA;&#34;HHHHhhhhhh.....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kenapa gak lu ceritain ke gue ?&#34;&#xA;&#xA;&#34; Ga lah. Ga mau bikin lu ikutan gila. Cukup gue aja. Karena guekira cuman mimpi buruk biasa, eh ternyata reka ulang kehidupan di masa lalu. Lagipula saat episode mimpi ini memburuk dan berulang, lu lagi sibuk-sibuknya kompetisi musik di luar kota ditambah lagi gencar-gencarnya pedekate sama Jimin..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Maaf &#34;&#xA;&#xA;&#34;Ngapain?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya karena ngebiarin lu sendirian,ngerasain ingatan kehidupan masa lalu itu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Bukan salahlu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tetap saja rasanya pingin minta maaf&#34;&#xA;&#xA;Yoongi memeluk erat adik kembarnya dan berulangkali mengucapkan maaf dan terima kasih. Keduanya berpelukan cukup lama sampai terdengar suara memanggil dari lantai bawah.&#xA;&#xA;&#34;Jadi siapa lagi yang tahu tentang mimpi ini?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gak ada yang tahu.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tapi jurnal tidurlu?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Yang gue tulis di situ cuma point point pentingnya,  gak gue ceritain secara mendetail kayak sekarang&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ji..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmmm..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Rencana lu?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ga ada, Ga tahu. Belum tahu..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Humm...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Apa kenapa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Enggak, cuma lagi mikir betapa beruntungnya kita di kehidupan yang lalu, ada dua orang yang mencintai kita dengan tulus. Di kehidupan ini  pun kita masih dipertemukan dengan orang-orang yang menyayangi kita dengan tulus. Pacar gue sama lagi. Lu emang ga mau pacaran juga Ji?&#xA;&#xA;&#34;Ya maulah, mau juga disayang-sayang&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya kenapa ga mau nyoba aja sih sama siapa aja gitu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ga bisa...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lah why?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Karena gue... gue... gue sebenernya naksr Jungkook. Tapi gue takut kalau gue nyakitin dia lagi kayak yang di mimpi gue&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lah tapikan di kehidupan ini kitanya ada dua, ga cuma satuu Min Yoonji...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lha iya ya?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lha iya. Aslinya gue mau ga percaya sih pas lu ceritain kalau mimpi lu ini bisa jadi ingatan kehidupan kita di masa lalu. Tapi seriiiing banget gue ngerasa dejavu pas kita lagi ngumpul sama yang lain atau pas gue cuman berdua aja sama Jimin. Nih, kalung gue sama Jimin juga sama kayak yang lu ceritain tadi. Pas beli ini udah yakin aja mau pilih bentuk begini, isinya begini dan bla bla...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya lu enak gue kena serem-seremnya...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sesuai amal lu kali..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ngaco ah, ga like...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Canda.. Lu pikir deh, kenapa di kehidupan ini kitanya jadi berdua, terus ketemu orang yang itu lagi dan ngerasa bahagia pas sama mereka. Cuma ada happy dan happy banget. Sedihnya sama nelangsanya kan lu sendiri yang bikin gegara keinget mimpi mulu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Terus?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya kan lu bilang lu naksir Jungkook juga nih, kenapa ga lu gas aja sekalian lah. Tabrak aja, toh di kehidupan sekarang  ga ada yang ngehalangin lu jadian sama Jungkook. Lu juga sama-sama sayang. Jungkook ke elu, beuh.. bucin abis. berkali-kali lu tolak dia ga ada nyerah nyerahnya&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tapi kan...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ji, dengerin gue. Kita tuh emang ga bisa milih kehidupan masa lalu kita kek mana, tapi di kehidupan ini kita punya banyak kesempatan buat ngelakuin apapun. Apalagi kita sekarang berdua ga cuma satu. Ga ada yang ngehalangin. Jadi nurut gue gas aja. Mungkin ini juga alasan kenapa di kehidupan yang ini kitanya ada dua, ga satu kayak yang dulu. Biar kita berdua happy di kehidupan ini. Gue ga tahu ini doa siapa agar di kehidupan ini kita semua bahagia. Tapi kalau gue sih, gue  pingin bahagia dan kembaran gue bahagia.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Awww....Makasih ya abang&#34;&#xA;&#xA;&#34;Iye, sama-sama. Coba dulu Ji, pelan-pelan. Ntar kalau ternyata lu ga bisa lanjut sama Jungkook lu bisa omongin baik-baik ga malah alasan aneh-aneh. Hiiihhhh.... Lu tuh kelamaan pendem ini sendirian jadinya agak bego sedikit, sumpah. Kan ada gue gimana sih&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jangan mulai deh....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Wkwkwkwk iya deeh maaf..&#34;&#xA;&#xA;&#34; YOONJIIII YOOONGIIIII AYOOOOO TURUUUUN. JUNGKOOOK SAMA JIMINNN UDAH NUNGGUINNN DI BAWAHHHHH. ADA TAMU KOK DITINGGAL...&#34;&#xA;&#xA;&#34;IYAAA MAAAA&#34;, keduanya kompak bebarengan menjawab.&#xA;&#xA;&#34;Iya deh, gue coba. Makasih ya Abang..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sama-sama adekku&#34;&#xA;&#xA;&#34;Dih.. sok bijak lu..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Wleee, lunya aja yang bego..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gue ga bego...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lu &#34;&#xA;&#xA;&#34;Lu jelek&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kalau gue jelek, lu juga..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gue cakep ya.. enak aja.. Lu tuh jelek..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Elu lah, gue cakep kok, Jimin aja demen sama gue&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lu pelet kali &#34;&#xA;&#xA;&#34;Enggak ya.. Enak aja&#34;&#xA;&#xA;&#34;MAMAAAAAA YOOONGIII MAIIIIN PELEEET...&#34;, teriak Yoonji sambil berlari keluar kamar untuk turun ke bawah.&#xA;&#xA;&#34;ENGGGAAAK MAAA.. BOHOOOONG...... YOOOONJI TUH MAAAAA NAKSIR SAMA.....&#34;&#xA;&#xA;&#34;AAAAAAAAAAAAAAAAARGGGHHHHHHHHH YOOONGI JELEEEEK DIEEEEM LUUUUUU&#34;&#xA;&#xA;&#34;ENGGAK MAUUUU WEEEK....&#34;, Yoongi berlari menuruni tangga mendahului Yoonji. Sialnya setelah sampe di bawah keduanya malah dihadiahi jeweran di telinga karena berisik. &#xA;&#xA;Papa, Jimin dan Jungkook yang melihatnya hanya tertawa karena kelakuan duo kembar tersebut. Usai kultum mama, Yoongi bergerak menuju Jimin dan mengajaknya ke teras belakang dengan alasan mengecek mainan baru Holly, anjing Yoongi.&#xA;&#xA;Sementara Yoonji bergerak malu-malu ke arah Jungkook yang sedang duduk di sofa dan memandangnya dengan tatapan yang sama. Tatapan memuja, sama seperti kali mereka bertemu. &#xA;&#xA;Tersenyum, Yoonji mengulurkan tangannya ke arah Jungkook dan berkata&#xA;&#xA;&#34;Hai...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hai juga&#34;, Jungkook menyambut uluran tangan tersebut sambil tersenyum lebar, dan menarik Yoonji untuk duduk di sofa bersamanya.&#xA;&#xA;Dan sejak hari itu, mimpi buruk Yoonji tak pernah mampir lagi...]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Ini adalah sebuah cerita klise, mengenai Min Yoonji
(dengan <em>face claim</em> Han So Hee) dengan pemuda yang selalu mengejarnya Jeon Jungkook. Sudah enam kali Jungkook menyatakan cinta, tapi selalu ditolak oleh Yoonji. Mulai dengan alasan Yoonji lebih tua, tak suka pemuda berwajah cantik, dan sebagainya.  Tanpa Jungkook ketahui, alasan sebenarnya dia menolak Jungkook, adalah di kehidupan sebelumnya Yoonji telah menyakiti Jungkook dan tak mau menyakitinya lagi di kehidupan ini. </p>

<p>TW/CW :
 Fantasi, reinkarnasi, kehidupan berikutnya.
Membicarakan masa lalu, cinta bertepuk sebelah tangan.
Menyakiti diri sendiri,
Menyebutkan kematian dan cara meninggal yang tak wajar
Percobaan Bunuh diri, Bunuh diri
Yoongi mempunyai kembaran perempuan bernama Yoonji.
Yoongi berpacaran dengan Jimin.
Jungkook teman sekelas dalam mata kuliah umum Jimin.
Si kembar dan Jungkook berada di semester akhir, sementara Jimin mahasiswa tahun kedua. Jimin dan Jungkook seumuran. Jungkook mengikuti program akselerasi dua kali di sekolah menengah.</p>

<p>Cerita ini adalah fiksi tidak berkaitan dengan tokoh aslinya di dunia nyata.</p>

<p>Terinspirasi dari alur HHYH serta Bangtan Universe</p>

<hr/>

<p>“Jadi?”</p>

<p>“Disela mulu jadi ceritanya ga sih?”</p>

<p>“Ya jadilah...”</p>

<p>“Intinya aja lah ya biar cepet. Di kehidupan sebelumnya kita adalah satu individu, alias kita tu satu orang. Ga kembar kayak kehidupan ini, di mimpi gue ngelihat semuanya dari sudut pandang orang pertama dan saat ngaca, gue cuma ngeliat wajahlu. Bisa dibayangkan kan, kayak... kayak gue  tapi ada di badan lu gitu”</p>

<p>“Hummm lalu?”</p>

<p>“Tapi ingatan tentang kehidupan itu  settingannya di masa sekolah menengah atas gitu.Kita punya temen yang sama seperti kehidupan ini. Ada kak Jin, Namjoon, Hoseok, Taehyung, Jimin dan juga Jungkook di sekolah itu. Kita sama Nam dan Hose di kelas dua. Jimin, Taehyung serta Jungkook di kelas satu. Sementara kak Jin di kelas tiga. Meski berbeda kelas kita selalu main sama-sama. Baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Tak jarang kak Jin juga sering ngajak kita main di pantai pakai mobil papanya. Dia yang nyetir.”</p>

<p>“Diantara kita bertujuh, dia anak konglomerat. Yah hampir sama di kehidupan ini sih. Selanjutnya Jimin yang juga dari keluarga berada. Sedangkan sisanya kita berjuang dengan kehidupan masing-masing. Tak jelas wajah orang tua kita di masa itu, yang gueingat kita gak punya ibu, karena ibu meninggal saat kebakaran. Sehari-hari kita mengandalkan uang penghasilan dari kerja sebagai kurir makanan juga  beasiswa dan tabungan.”</p>

<p>“Jimin, anak berada yang tak punya teman karena pernah dirawat di rumah sakit dalam jangka waktu yang lama. Sementara Jungkook tinggal dengan ayah tirinya yang selalu memukulnya saat mabuk dan ibunya mengabaikannya. Singkat cerita, tiap pulang sekolah kita dan Jungkook pulang lebih akhir karena bermain-main dengan piano yang ada di gudang, gudang ini lebih mirip sebagai tampat nongkrong di sekolah. Markas lah bisa dibilang. Kita berdua memainkan piano yang diajarkan oleh ibu. Jungkook yang suka sama piano nemanin kita, sampai tiba waktu kerja sambilan atau kelas tambahan”</p>

<p>“Tanpa kita sadari, dia menaruh hati pada kita. Yap, Jungkook jatuh cinta. Sedangkan kita gak lebih cuma anggap dia sebagai adik yang selalu menemani, karena kita anak tunggal. Di kehidupan lalu, kita tertarik pada Jimin. Kita jatuh cinta pada Jimin yang pendiam saat sendirian, namun sangat ceria dan menggemaskan saat sedang bersama dengan teman lainnya.”</p>

<p>“Jiminpun tertarik dengan kita karena perhatian yang kita berikan padanya. Lama kelamaan dia terbuka mengenai penyebabnya masuk Rumah Sakit. Dokter mengatakan dia mengalami halusinasi dan depresi berat setelah mengalami kejadian traumatis, hilang di hutan dekat rumah kaca. Tak ada yang tahu bahwa sebenarnya saat di rumah kaca itu, Jimin menyaksikan penganiayaan seorang bocah laki laki, yang ngeluarin banyak darah. Hal itu terus menghantuinya dan tak pernah dia ceritakan pada siapapun kecuali kita. Tepat di hari dia menceritakan luka masa lalunya, Jimin resmi menjadi kekasih kita.”</p>

<p>“Oh..”</p>

<p>“Gak ada yang tahu kalau kita jadian sama Jimin. Sebagai tanda pengingat hari jadian, Jimin dan kita menggunakan kalung yang sama. Semuanya berjalan lancar sebagaimana biasanya. Hanya saja, karena kita resmi menjadi kekasih Jimin, gak ada lagi waktu bermain piano berdua di markas bersama Jungkook. Perlahan kita juga mulai ngurangi waktu bermain bersama Jungkook, awalnya gak ada masalah. Namun, saat pesta di rumah Seokjin, Jungkook tanya terus kan, kenapa kita menjauh darinya dan sebagainya. Pertanyaan Jungkook kian memojokkan dan mau tak mau, kita menceritakan tentang hubungan dengan Jimin. Jungkook marah, tak terima, reflek meninju muka kita yang memicu perkelahian di antara kita berdua. Adu jotos tak terelakkan. Darah ngalir dari wajah kita”</p>

<p>“Jimin yang ngelihat muka kita ancur, tiba-tiba pingsan. Ternyata ngelihat darah di wajah kita, di tangan Jungkook, gelas pecah berserakan itu jadi pemicu  traumanya.  Seokjin dan Hoseok nganterin Jimin pulang. Sementara kita dirawat lukanya sama Nam.  Selepas malam pesta itu semua jadi berubah. Jimin mengurung diri di rumah, gak masuk sekolah berhari-hari. Jungkook marah dan ngehindari kita. Nam tiba-tiba ada masalah, begitu pula dengan yang lain.”</p>

<p>“Rumah Namjoon kebakaran, Seokjin akan dipindah sekolah di luar negeri, Hoseok dirawat di rumah sakit karena berulangkali ditemukan pingsan, sedangkan Taehyung tak pernah terlihat juga di sekolah. Semua berantakan. Gak bisa menemui Jimin membuat kita juga semakin emosi. Frustasi dan melampiaskan dengan minum soju sepulang kerja.”</p>

<p>“Sampai suatu ketika, kita mendapat kabar Jimin meninggal. Orang tuanya menemukannya tenggelam di bak kamar mandinya. Terpukul mendengar kabar itu, kita menolak kenyataan bahwa Jimin memang sudah meninggal. Berhari-hari usai pemakamannya kita banyak mengkonsumsi alkohol di rumah. Jungkook yang semula cuek, mengkhawatirkan kondisi kita yang semakin parah. Jarang mandi, lupa makan, sulit tidur dan hanya mengkonsumsi alkohol.”</p>

<p>“Sampai suatu malam, saat sedang mabuk dan sangat merindukan Jimin, kita menyalakan korek api yang membakar ujung sprei. Bukannya mematikan api itu, kita malah menuangkan sisa alkohol dan tetap berada dalam kamar yang apinya semakin membesar dan menguar. Sayup- sayup terdengar teriakan Jungkook menggedor pintu dan memanggil nama kita. Namun kita tak peduli. Kita hanya ingin bertemu dengan Jimin karena sangat merindukannya, yang ada di kepala kita adalah bagaimana bisa dengan cepat menemui Jimin di alam lain.”</p>

<p>“Kita mati?”</p>

<p>“Ya, kita mati sepertinya. Karena mimpi gue yang lain gak nunjukkin aktivitas lain setelah kejadian itu. Mimpinya selalu berulang-ulang di hari-hari yang terasa sedih dan menyakitkan. Hari kematian Jimin dan juga hari kematian kita. Setiap pengulangan mimpi itu bikin gue makin mengenali  detail tiap kejadian tersebut. Emosi yang kita rasakan. Kesedihannya, kemarahannya, lebih-lebih keputusaasaan yang membuat terasa kosong”</p>

<p>“Mimpi itu yang menghantui gue setiap kali ngelihat Jungkook. Keinget Jungkook di kehidupan masa lalu yang sorot matanya berubah dari ceria menjadi penuh sedih dan kecewa saat melihat kita. Sungguh gak tahan ngelihat tatapan sedihnya dan memohonnya pas dia ngingatin kita kita masih punya teman-teman yang lain yang juga sayang sama kita”</p>

<p>“Hufffff.....”</p>

<p>“Berat ya ?”</p>

<p>“HHHHhhhhhh.....”</p>

<p>“Kenapa gak lu ceritain ke gue ?”</p>

<p>” Ga lah. Ga mau bikin lu ikutan gila. Cukup gue aja. Karena guekira cuman mimpi buruk biasa, eh ternyata reka ulang kehidupan di masa lalu. Lagipula saat episode mimpi ini memburuk dan berulang, lu lagi sibuk-sibuknya kompetisi musik di luar kota ditambah lagi gencar-gencarnya pedekate sama Jimin..”</p>

<p>“Maaf “</p>

<p>“Ngapain?”</p>

<p>“Ya karena ngebiarin lu sendirian,ngerasain ingatan kehidupan masa lalu itu”</p>

<p>“Bukan salahlu”</p>

<p>“Tetap saja rasanya pingin minta maaf”</p>

<p>Yoongi memeluk erat adik kembarnya dan berulangkali mengucapkan maaf dan terima kasih. Keduanya berpelukan cukup lama sampai terdengar suara memanggil dari lantai bawah.</p>

<p>“Jadi siapa lagi yang tahu tentang mimpi ini?”</p>

<p>“Gak ada yang tahu.”</p>

<p>“Tapi jurnal tidurlu?”</p>

<p>“Yang gue tulis di situ cuma point point pentingnya,  gak gue ceritain secara mendetail kayak sekarang”</p>

<p>“Ji..”</p>

<p>“Hmmm..”</p>

<p>“Rencana lu?”</p>

<p>“Ga ada, Ga tahu. Belum tahu..”</p>

<p>“Humm...”</p>

<p>“Apa kenapa?”</p>

<p>“Enggak, cuma lagi mikir betapa beruntungnya kita di kehidupan yang lalu, ada dua orang yang mencintai kita dengan tulus. Di kehidupan ini  pun kita masih dipertemukan dengan orang-orang yang menyayangi kita dengan tulus. Pacar gue sama lagi. Lu emang ga mau pacaran juga Ji?</p>

<p>“Ya maulah, mau juga disayang-sayang”</p>

<p>“Ya kenapa ga mau nyoba aja sih sama siapa aja gitu”</p>

<p>“Ga bisa...”</p>

<p>“Lah why?”</p>

<p>“Karena gue... gue... gue sebenernya naksr Jungkook. Tapi gue takut kalau gue nyakitin dia lagi kayak yang di mimpi gue”</p>

<p>“Lah tapikan di kehidupan ini kitanya ada dua, ga cuma satuu Min Yoonji...”</p>

<p>“Lha iya ya?”</p>

<p>“Lha iya. Aslinya gue mau ga percaya sih pas lu ceritain kalau mimpi lu ini bisa jadi ingatan kehidupan kita di masa lalu. Tapi seriiiing banget gue ngerasa dejavu pas kita lagi ngumpul sama yang lain atau pas gue cuman berdua aja sama Jimin. Nih, kalung gue sama Jimin juga sama kayak yang lu ceritain tadi. Pas beli ini udah yakin aja mau pilih bentuk begini, isinya begini dan bla bla...”</p>

<p>“Ya lu enak gue kena serem-seremnya...”</p>

<p>“Sesuai amal lu kali..”</p>

<p>“Ngaco ah, ga like...”</p>

<p>“Canda.. Lu pikir deh, kenapa di kehidupan ini kitanya jadi berdua, terus ketemu orang yang itu lagi dan ngerasa bahagia pas sama mereka. Cuma ada happy dan happy banget. Sedihnya sama nelangsanya kan lu sendiri yang bikin gegara keinget mimpi mulu”</p>

<p>“Terus?”</p>

<p>“Ya kan lu bilang lu naksir Jungkook juga nih, kenapa ga lu gas aja sekalian lah. Tabrak aja, toh di kehidupan sekarang  ga ada yang ngehalangin lu jadian sama Jungkook. Lu juga sama-sama sayang. Jungkook ke elu, beuh.. bucin abis. berkali-kali lu tolak dia ga ada nyerah nyerahnya”</p>

<p>“Tapi kan...”</p>

<p>“Ji, dengerin gue. Kita tuh emang ga bisa milih kehidupan masa lalu kita kek mana, tapi di kehidupan ini kita punya banyak kesempatan buat ngelakuin apapun. Apalagi kita sekarang berdua ga cuma satu. Ga ada yang ngehalangin. Jadi nurut gue gas aja. Mungkin ini juga alasan kenapa di kehidupan yang ini kitanya ada dua, ga satu kayak yang dulu. Biar kita berdua happy di kehidupan ini. Gue ga tahu ini doa siapa agar di kehidupan ini kita semua bahagia. Tapi kalau gue sih, gue  pingin bahagia dan kembaran gue bahagia.”</p>

<p>“Awww....Makasih ya abang”</p>

<p>“Iye, sama-sama. Coba dulu Ji, pelan-pelan. Ntar kalau ternyata lu ga bisa lanjut sama Jungkook lu bisa omongin baik-baik ga malah alasan aneh-aneh. Hiiihhhh.... Lu tuh kelamaan pendem ini sendirian jadinya agak bego sedikit, sumpah. Kan ada gue gimana sih”</p>

<p>“Jangan mulai deh....”</p>

<p>“Wkwkwkwk iya deeh maaf..”</p>

<p>” YOONJIIII YOOONGIIIII AYOOOOO TURUUUUN. JUNGKOOOK SAMA JIMINNN UDAH NUNGGUINNN DI BAWAHHHHH. ADA TAMU KOK DITINGGAL...”</p>

<p>“IYAAA MAAAA”, keduanya kompak bebarengan menjawab.</p>

<p>“Iya deh, gue coba. Makasih ya Abang..”</p>

<p>“Sama-sama adekku”</p>

<p>“Dih.. sok bijak lu..”</p>

<p>“Wleee, lunya aja yang bego..”</p>

<p>“Gue ga bego...”</p>

<p>“Lu “</p>

<p>“Lu jelek”</p>

<p>“Kalau gue jelek, lu juga..”</p>

<p>“Gue cakep ya.. enak aja.. Lu tuh jelek..”</p>

<p>“Elu lah, gue cakep kok, Jimin aja demen sama gue”</p>

<p>“Lu pelet kali “</p>

<p>“Enggak ya.. Enak aja”</p>

<p>“MAMAAAAAA YOOONGIII MAIIIIN PELEEET...”, teriak Yoonji sambil berlari keluar kamar untuk turun ke bawah.</p>

<p>“ENGGGAAAK MAAA.. BOHOOOONG...... YOOOONJI TUH MAAAAA NAKSIR SAMA.....”</p>

<p>“AAAAAAAAAAAAAAAAARGGGHHHHHHHHH YOOONGI JELEEEEK DIEEEEM LUUUUUU”</p>

<p>“ENGGAK MAUUUU WEEEK....”, Yoongi berlari menuruni tangga mendahului Yoonji. Sialnya setelah sampe di bawah keduanya malah dihadiahi jeweran di telinga karena berisik.</p>

<p>Papa, Jimin dan Jungkook yang melihatnya hanya tertawa karena kelakuan duo kembar tersebut. Usai kultum mama, Yoongi bergerak menuju Jimin dan mengajaknya ke teras belakang dengan alasan mengecek mainan baru Holly, anjing Yoongi.</p>

<p>Sementara Yoonji bergerak malu-malu ke arah Jungkook yang sedang duduk di sofa dan memandangnya dengan tatapan yang sama. Tatapan memuja, sama seperti kali mereka bertemu.</p>

<p>Tersenyum, Yoonji mengulurkan tangannya ke arah Jungkook dan berkata</p>

<p>“Hai...”</p>

<p>“Hai juga”, Jungkook menyambut uluran tangan tersebut sambil tersenyum lebar, dan menarik Yoonji untuk duduk di sofa bersamanya.</p>

<p>Dan sejak hari itu, mimpi buruk Yoonji tak pernah mampir lagi...</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kitkat.writeas.com/di-kehidupan-ini-kau-bersamaku-pt-2</guid>
      <pubDate>Fri, 21 Jul 2023 07:11:24 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Di Kehidupan Ini, Kau Bersamaku</title>
      <link>https://kitkat.writeas.com/di-kehidupan-ini-kau-bersamaku?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;Ini adalah sebuah cerita klise, mengenai Min Yoonji (dengan face claim Han So Hee) dengan pemuda yang selalu mengejarnya Jeon Jungkook. Sudah enam kali Jungkook menyatakan cinta, tapi selalu ditolak oleh Yoonji. Mulai dengan alasan Yoonji lebih tua, tak suka pemuda berwajah cantik, dan sebagainya.  Tanpa Jungkook ketahui, alasan sebenarnya dia menolak Jungkook, adalah di kehidupan sebelumnya Yoonji telah menyakiti Jungkook dan tak mau menyakitinya lagi di kehidupan ini. !--more--&#xA;&#xA;TW/CW :&#xA; Fantasi, reinkarnasi, kehidupan berikutnya. &#xA;Membicarakan masa lalu, cinta bertepuk sebelah tangan.&#xA;Menyakiti diri sendiri, &#xA;Menyebutkan kematian dan cara meninggal yang tak wajar &#xA;Percobaan Bunuh diri, Bunuh diri&#xA;Yoongi mempunyai kembaran perempuan bernama Yoonji.&#xA;Yoongi berpacaran dengan Jimin.&#xA;Jungkook teman sekelas dalam mata kuliah umum Jimin.&#xA;Si kembar dan Jungkook berada di semester akhir, sementara Jimin mahasiswa tahun kedua. Jimin dan Jungkook seumuran. Jungkook mengikuti program akselerasi dua kali di sekolah menengah.&#xA;&#xA;Cerita ini adalah fiksi tidak berkaitan dengan tokoh aslinya di dunia nyata.&#xA;&#xA;Berdasarkan ide berikut:&#xA;&#xA;img alt=&#34;seesaw sohee&#34; src=&#34;https://pbs.twimg.com/media/F0-SAmBaIAEXEEj?format=jpg&amp;name=900x900&#34; /&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;Nji dicariin fans noh?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Apasih, males. Suruh pergi&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lah, orangnya udah bawain makanan kesukaan lu nih&#34;&#xA;&#xA;&#34;Duh.. Ga mau, lu makan aja, gue gak mau. Suruh pergi&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gak baik ah, nolak rejeki&#34;&#xA;&#xA;&#34;GUE BILANG NGGAK YA NGGGAK&#34;, seru Yoonji sambil melempar plushie miliknya ke arah Yoongi yang berdiri di ambang pintu.&#xA;&#xA;&#34;MIN YOONJI&#34;, suara rendah Yoongi memperingatkan, meski benda yang dilempar Yoonji luput mengenainya.&#xA;&#xA;Kaget, dengan nada marah kakak kembarnya, Yoonji yang semula membaca komik di meja belajarnya menghambur ke atas kasur. Merasa kaget dan malu, Yoonji menelungkupkan badannya menghindari kakak kembarnya.&#xA;&#xA;Terasa seseorang menaiki sisi ranjangnya yang lain dan mengelus rambut panjangnya pelan.&#xA;&#xA;&#34;Dek.. &#34;&#xA;&#xA;&#34;Lu ga ngerti bang.. Lu gak ngertii..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Iya gue ga ngerti, tapi bisa kan ngomongnya lebih sopan ga barbarly kayak tadi&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya karena elu ngeyeeeeel. Dia juga. Gue udah bilang ga mauuuu dia masih ngotot aja.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya karena alesan lu aneh semua. Coba diinget. Pertama mengenai umur yang dibantah sama dia karena papanya lebih muda dari mamanya.  Kedua karena adek tingkat, yang mana jelas bukan Jungkok karena kita seangkatan. Ketiga gak suka kalau ga sehobi.  Padahal lu sama Jungkook hobinya samaan terus. Keempat ga suka karena dia makan bubur diaduk, dia udah belajar makan bubur ga diaduk. Kelima ga suka karena makan es krim langsung dari tubenya, ini dia juga nyoba makan es krim pake cone, wafel dll. Keenam yang lebih aneh lagi, alasan nolak Jungkook karena mau nyelesaikan tugas akhir, padahal lu sama dia satu tim dengan dosbing yang sama cuma beda variabel aja. Kan ya aneh kalau lu ngehindar sama dia, karena lu pasti butuh dia terus. Karena main ideanya di dia. Kenapa sih?&#34;&#xA;&#xA;Yoonji tak menjawab, masih belum mengubah posisi.&#xA;&#xA;&#34;Gue bukannya belain dia, tapi kalau gue dapet alasan macam tai ga penting gitu malah bikin gue semangat ngejar. Bukannya menjauh, malah makin tertantang&#34;&#xA;&#xA;&#34;KOK GITU..&#34;, Yoonji menoleh cepat ke arah kakak kembarnya.&#xA;&#xA;&#34;Ya gitu, karena dari awal Jungkook bilang suka sama elu, bahkan nembak berkali-kali, lu ga ada bilang lu ga suka sama dia. Lu cuma nolak dengan alesan aneh, tapi pas kemana-mana gue ketemunya elu sama dia mulu. Meski kalian ga barengan berangkatnya, baliknya selalu elu sama dia&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ga baik dek tarik ulur perasaan orang begitu. Kalau emang kamu ga suka, bilang baik baik. Bilang terus terang, batasi akses dia dan tegas. Bukan malah nolak terus kayak kasih harapan terus..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hunng.. Abang ga ngerti...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya Abang emang ga ngerti, makanya ini nanyaaaaaaa YOOONJIIIIKUUUU&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ung...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jimin bilang, settingan cewek tu beda sama settingan cowok, ya hormonnya, ya pola pikirnya. Macem-macem deh. Makanya dia bilang, gue kudu ngobrol sama elu. Deep talk gitu... ceilah bahasa gue. Ya gue juga nyadar aja, semenjak gue pacaran sama Jimin kita jarang  ada momen ngobrol berdua, ngelakuin sesuatu berdua bareng-bareng lagi. Selalu aja ga pas timmingnya. Dan gue ngerasa agak sedikit bersalah sih..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Karena?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Karena kita jarang ngobrol, dan bikin gue kepikiran lu nolak Jungkook buat caper sama gue. gituu..&#34;&#xA;&#xA;&#39;DIHHH.. KEPEDEEEAAAAN... SIAPA JUGA CAPER SAMA ELU&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya terus kenapaaaa? dari semua temen dan kenalan gue, Kook anaknya baik kok. Walking green flag kata anak sekarang, cuma rada random aja tiba-tiba&#34;&#xA;&#xA;&#34;Itu.... Dahlah.. Lu ga bakalan ngerti&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya makanya coba bikin gue ngerti.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ntar lu ga percaya terus ngetawain gue&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gue janji ga bakalan ngetawain deh&#34;&#xA;&#xA;&#34;Bener?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Bener...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ga deh ga jadi, muka lu tengil gitu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Janji kelingking deh, ntar kalau gue ngetawain elu lu boleh gelitikin gue 5 menit&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmm... Ga meyakinkan... Tapi okelah.. Sini kelingking&#34;, dan keduanya pun menautkan kelingking bersama serta menggoyangkannya sebagai tanda kesepakatan.&#xA;&#xA;&#34;Jadi gimana&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sebelum gue cerita, gue mau bilang dulu, terserah lu mau percaya atau nggak. Tapi gue minta selama gue cerita lu dengerin dulu, kalau mau motong atau nanya, tunggu kode gue dulu oke&#34;&#xA;&#xA;&#34;Yok lah&#34;&#xA;&#xA;&#34;Bentar cari posisi pewe dulu&#34;, Yoonji bangkit dari posisi tidurnya, mendudukkan diri di sebelah Yoongi yang kini bersandar sambil meluruskan kaki.&#xA;&#xA;&#34;Tar dulu, Jungkook di bawah gimana?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aman&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lha aman gimana? tadi kedengeran suaranya sama Jimin di bawah&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lagi main PS berdua di bawah. Ada papa sama mama juga tadi.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tumben kok gue ga disuruh turun sama mama?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya emang sengaja, kan gue mau cek lu dulu. Taunya ngamuk yaudah mo gue ajak ngobrol sekalian&#34;&#xA;&#xA;&#34;Disuruh Jimin?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Inisiatif gue&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hoo..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jadi ga cerita ni?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jadi... Bentar, gue nerves&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lhaaa...&#34;&#xA;&#xA;&#34;SSsssshhhhh... Diem. Mau diceritain ga?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya mau lah&#34;&#xA;&#xA;&#34;Mulai dari mana ya enaknya?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Terserah&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lu inget ga Bang, waktu SMA gue sering banget ga bisa tidur. Ngigau ga jelas lah, kebangun sambil  nangis-nangis lah, gelundungan mulu lah&#34;&#xA;&#xA;&#34;He eh, sampe mama sama papa khawatir dan mau ngajak lu ke psikiater&#34;&#xA;&#xA;&#34;Iya, tapi gue tolak, karena gue ngerasa baikkan pas diminta mama buat nyoba nulis buku harian.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Terus?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gue bikin jurnal tidur di situ ada cerita tentang apa aja mimpi gue hari itu, gimana perasaan gue dan sebagainya. Gue sempet lupa sama kejadian ini, tapi pas gue sekelompok sama Jungkook gangguan tidur gue muncul lagi. Mimpi-mimpinya lebih jelas, dan gue bisa ngelihat jelas siapa-siapa orang dalam mimpi gue ini. Ngerasa cara mama yang dulu ampuh ngatasin ini, gue carilah jurnal tidur gue yang lama-lama. Mau nyontek templatenya gitu. Dan ternyata, pas gue nemu dan baca tulisan acak kadul gue jaman sekolah dulu itu ternyata nyambung sama mimpi gue sekarang. Kalau mau baca, ntar gue tunjukkin jurnal gue. Tapi intinya ini ada kaitannya antara gue, elu, Jungkook dan juga Jimin&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lha kok ada ayang gue juga..&#34;&#xA;&#xA;&#34;SSSTTTTTSSS berisik deh, belum waktunya sesi tanya jawab&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ups&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gue mimpi kita berempat di kehidupan masa dulu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Huh?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Mimpi gue itu, ingatan tentang kehidupan lu sama gue di kehidupan sebelumnya. Jadi....&#34;&#xA;&#xA;bersambung&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Ini adalah sebuah cerita klise, mengenai Min Yoonji (dengan <em>face claim</em> Han So Hee) dengan pemuda yang selalu mengejarnya Jeon Jungkook. Sudah enam kali Jungkook menyatakan cinta, tapi selalu ditolak oleh Yoonji. Mulai dengan alasan Yoonji lebih tua, tak suka pemuda berwajah cantik, dan sebagainya.  Tanpa Jungkook ketahui, alasan sebenarnya dia menolak Jungkook, adalah di kehidupan sebelumnya Yoonji telah menyakiti Jungkook dan tak mau menyakitinya lagi di kehidupan ini. </p>

<p>TW/CW :
 Fantasi, reinkarnasi, kehidupan berikutnya.
Membicarakan masa lalu, cinta bertepuk sebelah tangan.
Menyakiti diri sendiri,
Menyebutkan kematian dan cara meninggal yang tak wajar
Percobaan Bunuh diri, Bunuh diri
Yoongi mempunyai kembaran perempuan bernama Yoonji.
Yoongi berpacaran dengan Jimin.
Jungkook teman sekelas dalam mata kuliah umum Jimin.
Si kembar dan Jungkook berada di semester akhir, sementara Jimin mahasiswa tahun kedua. Jimin dan Jungkook seumuran. Jungkook mengikuti program akselerasi dua kali di sekolah menengah.</p>

<p>Cerita ini adalah fiksi tidak berkaitan dengan tokoh aslinya di dunia nyata.</p>

<p>Berdasarkan ide berikut:</p>

<p><img alt="seesaw sohee" src="https://pbs.twimg.com/media/F0-SAmBaIAEXEEj?format=jpg&amp;name=900x900"/></p>

<hr/>

<p>“Nji dicariin fans noh?”</p>

<p>“Apasih, males. Suruh pergi”</p>

<p>“Lah, orangnya udah bawain makanan kesukaan lu nih”</p>

<p>“Duh.. Ga mau, lu makan aja, gue gak mau. Suruh pergi”</p>

<p>“Gak baik ah, nolak rejeki”</p>

<p>“GUE BILANG NGGAK YA NGGGAK”, seru Yoonji sambil melempar <em>plushie</em> miliknya ke arah Yoongi yang berdiri di ambang pintu.</p>

<p>“MIN YOONJI”, suara rendah Yoongi memperingatkan, meski benda yang dilempar Yoonji luput mengenainya.</p>

<p>Kaget, dengan nada marah kakak kembarnya, Yoonji yang semula membaca komik di meja belajarnya menghambur ke atas kasur. Merasa kaget dan malu, Yoonji menelungkupkan badannya menghindari kakak kembarnya.</p>

<p>Terasa seseorang menaiki sisi ranjangnya yang lain dan mengelus rambut panjangnya pelan.</p>

<p>“Dek.. “</p>

<p>“Lu ga ngerti bang.. Lu gak ngertii..”</p>

<p>“Iya gue ga ngerti, tapi bisa kan ngomongnya lebih sopan ga barbarly kayak tadi”</p>

<p>“Ya karena elu ngeyeeeeel. Dia juga. Gue udah bilang ga mauuuu dia masih ngotot aja.”</p>

<p>“Ya karena alesan lu aneh semua. Coba diinget. Pertama mengenai umur yang dibantah sama dia karena papanya lebih muda dari mamanya.  Kedua karena adek tingkat, yang mana jelas bukan Jungkok karena kita seangkatan. Ketiga gak suka kalau ga sehobi.  Padahal lu sama Jungkook hobinya samaan terus. Keempat ga suka karena dia makan bubur diaduk, dia udah belajar makan bubur ga diaduk. Kelima ga suka karena makan es krim langsung dari tubenya, ini dia juga nyoba makan es krim pake cone, wafel dll. Keenam yang lebih aneh lagi, alasan nolak Jungkook karena mau nyelesaikan tugas akhir, padahal lu sama dia satu tim dengan dosbing yang sama cuma beda variabel aja. Kan ya aneh kalau lu ngehindar sama dia, karena lu pasti butuh dia terus. Karena <em>main idea</em>nya di dia. Kenapa sih?”</p>

<p>Yoonji tak menjawab, masih belum mengubah posisi.</p>

<p>“Gue bukannya belain dia, tapi kalau gue dapet alasan macam tai ga penting gitu malah bikin gue semangat ngejar. Bukannya menjauh, malah makin tertantang”</p>

<p>“KOK GITU..”, Yoonji menoleh cepat ke arah kakak kembarnya.</p>

<p>“Ya gitu, karena dari awal Jungkook bilang suka sama elu, bahkan nembak berkali-kali, lu ga ada bilang lu ga suka sama dia. Lu cuma nolak dengan alesan aneh, tapi pas kemana-mana gue ketemunya elu sama dia mulu. Meski kalian ga barengan berangkatnya, baliknya selalu elu sama dia”</p>

<p>“Ga baik dek tarik ulur perasaan orang begitu. Kalau emang kamu ga suka, bilang baik baik. Bilang terus terang, batasi akses dia dan tegas. Bukan malah nolak terus kayak kasih harapan terus..”</p>

<p>“Hunng.. Abang ga ngerti...”</p>

<p>“Ya Abang emang ga ngerti, makanya ini nanyaaaaaaa YOOONJIIIIKUUUU”</p>

<p>“Ung...”</p>

<p>“Jimin bilang, settingan cewek tu beda sama settingan cowok, ya hormonnya, ya pola pikirnya. Macem-macem deh. Makanya dia bilang, gue kudu ngobrol sama elu. <em>Deep talk</em> gitu... ceilah bahasa gue. Ya gue juga nyadar aja, semenjak gue pacaran sama Jimin kita jarang  ada momen ngobrol berdua, ngelakuin sesuatu berdua bareng-bareng lagi. Selalu aja ga pas timmingnya. Dan gue ngerasa agak sedikit bersalah sih..”</p>

<p>“Karena?”</p>

<p>“Karena kita jarang ngobrol, dan bikin gue kepikiran lu nolak Jungkook buat caper sama gue. gituu..”</p>

<p>&#39;DIHHH.. KEPEDEEEAAAAN... SIAPA JUGA CAPER SAMA ELU”</p>

<p>“Ya terus kenapaaaa? dari semua temen dan kenalan gue, Kook anaknya baik kok. <em>Walking green flag</em> kata anak sekarang, cuma rada random aja tiba-tiba”</p>

<p>“Itu.... Dahlah.. Lu ga bakalan ngerti”</p>

<p>“Ya makanya coba bikin gue ngerti.”</p>

<p>“Ntar lu ga percaya terus ngetawain gue”</p>

<p>“Gue janji ga bakalan ngetawain deh”</p>

<p>“Bener?”</p>

<p>“Bener...”</p>

<p>“Ga deh ga jadi, muka lu tengil gitu”</p>

<p>“Janji kelingking deh, ntar kalau gue ngetawain elu lu boleh gelitikin gue 5 menit”</p>

<p>“Hmm... Ga meyakinkan... Tapi okelah.. Sini kelingking”, dan keduanya pun menautkan kelingking bersama serta menggoyangkannya sebagai tanda kesepakatan.</p>

<p>“Jadi gimana”</p>

<p>“Sebelum gue cerita, gue mau bilang dulu, terserah lu mau percaya atau nggak. Tapi gue minta selama gue cerita lu dengerin dulu, kalau mau motong atau nanya, tunggu kode gue dulu oke”</p>

<p>“Yok lah”</p>

<p>“Bentar cari posisi pewe dulu”, Yoonji bangkit dari posisi tidurnya, mendudukkan diri di sebelah Yoongi yang kini bersandar sambil meluruskan kaki.</p>

<p>“Tar dulu, Jungkook di bawah gimana?”</p>

<p>“Aman”</p>

<p>“Lha aman gimana? tadi kedengeran suaranya sama Jimin di bawah”</p>

<p>“Lagi main PS berdua di bawah. Ada papa sama mama juga tadi.”</p>

<p>“Tumben kok gue ga disuruh turun sama mama?”</p>

<p>“Ya emang sengaja, kan gue mau cek lu dulu. Taunya ngamuk yaudah mo gue ajak ngobrol sekalian”</p>

<p>“Disuruh Jimin?”</p>

<p>“Inisiatif gue”</p>

<p>“Hoo..”</p>

<p>“Jadi ga cerita ni?”</p>

<p>“Jadi... Bentar, gue nerves”</p>

<p>“Lhaaa...”</p>

<p>“SSsssshhhhh... Diem. Mau diceritain ga?”</p>

<p>“Ya mau lah”</p>

<p>“Mulai dari mana ya enaknya?”</p>

<p>“Terserah”</p>

<p>“Lu inget ga Bang, waktu SMA gue sering banget ga bisa tidur. Ngigau ga jelas lah, kebangun sambil  nangis-nangis lah, gelundungan mulu lah”</p>

<p>“He eh, sampe mama sama papa khawatir dan mau ngajak lu ke psikiater”</p>

<p>“Iya, tapi gue tolak, karena gue ngerasa baikkan pas diminta mama buat nyoba nulis buku harian.”</p>

<p>“Terus?”</p>

<p>“Gue bikin jurnal tidur di situ ada cerita tentang apa aja mimpi gue hari itu, gimana perasaan gue dan sebagainya. Gue sempet lupa sama kejadian ini, tapi pas gue sekelompok sama Jungkook gangguan tidur gue muncul lagi. Mimpi-mimpinya lebih jelas, dan gue bisa ngelihat jelas siapa-siapa orang dalam mimpi gue ini. Ngerasa cara mama yang dulu ampuh ngatasin ini, gue carilah jurnal tidur gue yang lama-lama. Mau nyontek templatenya gitu. Dan ternyata, pas gue nemu dan baca tulisan acak kadul gue jaman sekolah dulu itu ternyata nyambung sama mimpi gue sekarang. Kalau mau baca, ntar gue tunjukkin jurnal gue. Tapi intinya ini ada kaitannya antara gue, elu, Jungkook dan juga Jimin”</p>

<p>“Lha kok ada ayang gue juga..”</p>

<p>“SSSTTTTTSSS berisik deh, belum waktunya sesi tanya jawab”</p>

<p>“Ups”</p>

<p>“Gue mimpi kita berempat di kehidupan masa dulu”</p>

<p>“Huh?”</p>

<p>“Mimpi gue itu, ingatan tentang kehidupan lu sama gue di kehidupan sebelumnya. Jadi....”</p>

<p><em>bersambung</em></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kitkat.writeas.com/di-kehidupan-ini-kau-bersamaku</guid>
      <pubDate>Mon, 17 Jul 2023 05:42:01 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Ngeteh</title>
      <link>https://kitkat.writeas.com/ngeteh?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;Cerita pendek tiga paragraf (Pentigraf) dengan Yoongi dan Jimin sebagai tokoh utama, berdasarkan ilustrasi dari game In The Seom yang tersebar di twitter.&#xA;&#xA;Cerita ini hanyalah fiksi, tidak berkaitan dengan tokoh asli di dunia nyata ataupun jalannya cerita di game tersebut. Kedua tokoh dalam cerita ini berusia sekolah menengah, tanpa plot serta hanya cuplikan kehidupan sehari-hari !--more--&#xA;---&#xA;&#xA;Based on this pic&#xA;img alt=&#34;ngeteh berdua&#34; img src=&#34;https://pbs.twimg.com/media/FWY-EBiVEAEmdU2?format=jpg&amp;name=large&#34;/&#xA;&#xA;&#34;Kemaren ngapain nulis apa kabar Jibangie gitu, kan jadi rame kan&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya gapapa, kan nanya bener. Jibangie kemana, ditelpon ga diangkat, di sms ga dibales, yaudah aku cari di sosmed&#34;&#xA;&#xA;&#34;Oh, aku?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lha siapa lagi?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kirain fansmu yang di daerah&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kamu laah... Ya sekalian sih menyapa mereka soalnya dari kemaren baca berita cuacanya ga bagus. Beberapa tempat banjir, malah&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jadi sekalian ya?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Uhm....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ini kapan ya kita kamu bisa pulang Ji. Aku kan nyusul kamu diem-diem kirain bisa pulang bareng, taunya masih disuruh ini itu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gataulah, padahal niatnya cuma nemenin yang mau manggung. Eh pake disuruh syuting dadakan. Au ah capek. Mau cepet pulang aja sebenernya, untung kamu nyusulin ke sini&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sigh.. Ya gimana ga mau nyusuli, kamu spam terus pake emoji nangis dan fowardin berita yang aneh-aneh. Kan khawatir. Eh, ini kamu bisa ngabur ngeteh sama aku gimana bisa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aku bilang mau jalan-jalan sebentar cari angin, terus wuuush ngebujuk buat mampir sini&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gapapa emang?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya apa-apa sih. Biar deh, ntar kuposting yang semirip kek postingan kemaren. Tau kan mereka gini kenapa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tau lah, gegara ketahuan kamu nyusulin aku pas di sana kan..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hehehehheheh... Kangen sih...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sama&#34;&#xA;&#xA;&#34;Bareng-bareng ntar&#34;&#xA;&#xA;&#34;Apanya?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Diomelinnya lah, ga sendiri kamu. Ada aku, tahu?&#34;&#xA;&#xA;&#34;I know&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Cerita pendek tiga paragraf (Pentigraf) dengan Yoongi dan Jimin sebagai tokoh utama, berdasarkan ilustrasi dari game <strong>In The Seom</strong> yang tersebar di <em>twitter</em>.</p>

<p>Cerita ini hanyalah fiksi, tidak berkaitan dengan tokoh asli di dunia nyata ataupun jalannya cerita di game tersebut. Kedua tokoh dalam cerita ini berusia sekolah menengah, tanpa plot serta hanya cuplikan kehidupan sehari-hari </p>

<hr/>

<p>Based on this pic
<img alt="ngeteh berdua" src="https://pbs.twimg.com/media/FWY-EBiVEAEmdU2?format=jpg&amp;name=large"/></p>

<p>“Kemaren ngapain nulis apa kabar Jibangie gitu, kan jadi rame kan”</p>

<p>“Ya gapapa, kan nanya bener. Jibangie kemana, ditelpon ga diangkat, di sms ga dibales, yaudah aku cari di sosmed”</p>

<p>“Oh, aku?”</p>

<p>“Lha siapa lagi?”</p>

<p>“Kirain fansmu yang di daerah”</p>

<p>“Kamu laah... Ya sekalian sih menyapa mereka soalnya dari kemaren baca berita cuacanya ga bagus. Beberapa tempat banjir, malah”</p>

<p>“Jadi sekalian ya?”</p>

<p>“Uhm....”</p>

<p>“Ini kapan ya kita kamu bisa pulang Ji. Aku kan nyusul kamu diem-diem kirain bisa pulang bareng, taunya masih disuruh ini itu”</p>

<p>“Gataulah, padahal niatnya cuma nemenin yang mau manggung. Eh pake disuruh syuting dadakan. Au ah capek. Mau cepet pulang aja sebenernya, untung kamu nyusulin ke sini”</p>

<p>“Sigh.. Ya gimana ga mau nyusuli, kamu spam terus pake emoji nangis dan fowardin berita yang aneh-aneh. Kan khawatir. Eh, ini kamu bisa ngabur ngeteh sama aku gimana bisa?”</p>

<p>“Aku bilang mau jalan-jalan sebentar cari angin, terus wuuush ngebujuk buat mampir sini”</p>

<p>“Gapapa emang?”</p>

<p>“Ya apa-apa sih. Biar deh, ntar kuposting yang semirip kek postingan kemaren. Tau kan mereka gini kenapa?”</p>

<p>“Tau lah, gegara ketahuan kamu nyusulin aku pas di sana kan..”</p>

<p>“Hehehehheheh... Kangen sih...”</p>

<p>“Sama”</p>

<p>“Bareng-bareng ntar”</p>

<p>“Apanya?”</p>

<p>“Diomelinnya lah, ga sendiri kamu. Ada aku, tahu?”</p>

<p>“I know”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kitkat.writeas.com/ngeteh</guid>
      <pubDate>Mon, 17 Jul 2023 05:10:13 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Hammock</title>
      <link>https://kitkat.writeas.com/hammock?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;Cerita pendek tiga paragraf (Pentigraf) dengan Yoongi dan Jimin sebagai tokoh utama, berdasarkan ilustrasi dari game In The Seom yang tersebar di twitter.&#xA;&#xA;Cerita ini hanyalah fiksi, tidak berkaitan dengan tokoh asli di dunia nyata ataupun jalannya cerita di game tersebut. Kedua tokoh dalam cerita ini berusia sekolah menengah, tanpa plot serta hanya cuplikan kehidupan sehari-hari !--more--&#xA;---&#xA;&#xA;Based on this pic&#xA;&#xA;img alt=&#34;bangwol&#34; src=&#34;https://pbs.twimg.com/media/Fz3kY4aaUAAhFXU?format=jpg&amp;name=medium&#34;/&#xA;&#xA;&#34;Gi..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmmm....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gi...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Mmmmm...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Gi.......Gigi....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Giginya udah di Jakarta&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lha?&#34;&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Cerita pendek tiga paragraf (Pentigraf) dengan Yoongi dan Jimin sebagai tokoh utama, berdasarkan ilustrasi dari game <strong>In The Seom</strong> yang tersebar di <em>twitter</em>.</p>

<p>Cerita ini hanyalah fiksi, tidak berkaitan dengan tokoh asli di dunia nyata ataupun jalannya cerita di game tersebut. Kedua tokoh dalam cerita ini berusia sekolah menengah, tanpa plot serta hanya cuplikan kehidupan sehari-hari </p>

<hr/>

<p>Based on this pic</p>

<p><img alt="bangwol" src="https://pbs.twimg.com/media/Fz3kY4aaUAAhFXU?format=jpg&amp;name=medium"/></p>

<p>“Gi..”</p>

<p>“Hmmm....”</p>

<p>“Gi...”</p>

<p>“Mmmmm...”</p>

<p>“Gi.......Gigi....”</p>

<p>“Giginya udah di Jakarta”</p>

<p>“Lha?”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kitkat.writeas.com/hammock</guid>
      <pubDate>Fri, 30 Jun 2023 16:12:21 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Yellow and Purple</title>
      <link>https://kitkat.writeas.com/yellow-and-purple?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;Cerita pendek tiga paragraf (Pentigraf) dengan Yoongi dan Jimin sebagai tokoh utama, berdasarkan ilustrasi dari game In The Seom yang tersebar di twitter.&#xA;&#xA;Cerita ini hanyalah fiksi, tidak berkaitan dengan tokoh asli di dunia nyata ataupun jalannya cerita di game tersebut. Kedua tokoh dalam cerita ini berusia sekolah menengah, tanpa plot serta hanya cuplikan kehidupan sehari-hari !--more--&#xA;---&#xA;Berdasarkan gambar di bawah ini&#xA;&#xA;img alt=&#34;yoonmin uwu&#34; src=&#34;https://pbs.twimg.com/media/Fz2TiSgaYAc_i61?format=jpg&amp;name=900x900&#34;/&#xA;&#xA;&#34;Ih masa ya, kemarin pas mampir ke playground aku dipelototin sama anak SD lho. Katanya, malu tahu kak, udah gedhe masih main di playground. Padahal ya Gi, main di playground tuh hak semua orang. Gak gedhe, ga kecil semua berhak main di fasilitas umum begitu. Apalagi ini tu adanya di area yayasan yang membawahi sekolah dari kanak-kanak sampai menengah. Ya wajar dong aku mau ikutan main. Toh ga ada larangan tentang batasan usia yang boleh main atau berat badan tertentu. Itu papa mama yang jemput adek-adek di Daycare juga sering main di situ temenin bocil-bocilnya. Mereka ga protes tuh, kenapa giliran aku mau main pada disorakkin sih. Heran. jaman sekarang tuh bocil-bocil dikit dikit malu sama umur kaak... Dikit-dikit bilang  kak udah ga pantes lagi mainn.. Halaaaah.... Mereka nanti kalau gedhe juga pasti bakalan kangen main perosotan, main ayunan. Tuh kakak aku, sampe seneng banget kalau disuruh papa jemput aku tahu, katanya bisa mampir di playground. Cuma di sini yang playgroundnya bisa dia pakai sepuasnya. Tau gitu kan..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Mi.. Jadi main ga?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jadi dong.. Kan aku ajakkin kamu main bukan buat diem-dieman Gigi..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ini ga bisa muter pakai tenaga bacot Mimi, harus didorong dulu..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Iyaaa.... Iyaaaaa...... Udah kamu diem aja di atas, aku yang puterin, kalau kamu yang puterin ga seru, pelan banget.. Ga bisa...&#34;&#xA;&#xA;&#34;MI...&#34;&#xA;&#xA;&#34;IYAAAAA........&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Cerita pendek tiga paragraf (Pentigraf) dengan Yoongi dan Jimin sebagai tokoh utama, berdasarkan ilustrasi dari game <strong>In The Seom</strong> yang tersebar di <em>twitter</em>.</p>

<p>Cerita ini hanyalah fiksi, tidak berkaitan dengan tokoh asli di dunia nyata ataupun jalannya cerita di game tersebut. Kedua tokoh dalam cerita ini berusia sekolah menengah, tanpa plot serta hanya cuplikan kehidupan sehari-hari </p>

<hr/>

<p>Berdasarkan gambar di bawah ini</p>

<p><img alt="yoonmin uwu" src="https://pbs.twimg.com/media/Fz2TiSgaYAc_i61?format=jpg&amp;name=900x900"/></p>

<p>“Ih masa ya, kemarin pas mampir ke playground aku dipelototin sama anak SD lho. Katanya, malu tahu kak, udah gedhe masih main di playground. Padahal ya Gi, main di playground tuh hak semua orang. Gak gedhe, ga kecil semua berhak main di fasilitas umum begitu. Apalagi ini tu adanya di area yayasan yang membawahi sekolah dari kanak-kanak sampai menengah. Ya wajar dong aku mau ikutan main. Toh ga ada larangan tentang batasan usia yang boleh main atau berat badan tertentu. Itu papa mama yang jemput adek-adek di Daycare juga sering main di situ temenin bocil-bocilnya. Mereka ga protes tuh, kenapa giliran aku mau main pada disorakkin sih. Heran. jaman sekarang tuh bocil-bocil dikit dikit malu sama umur kaak... Dikit-dikit bilang  kak udah ga pantes lagi mainn.. Halaaaah.... Mereka nanti kalau gedhe juga pasti bakalan kangen main perosotan, main ayunan. Tuh kakak aku, sampe seneng banget kalau disuruh papa jemput aku tahu, katanya bisa mampir di playground. Cuma di sini yang playgroundnya bisa dia pakai sepuasnya. Tau gitu kan..”</p>

<p>“Mi.. Jadi main ga?”</p>

<p>“Jadi dong.. Kan aku ajakkin kamu main bukan buat diem-dieman Gigi..”</p>

<p>“Ini ga bisa muter pakai tenaga bacot Mimi, harus didorong dulu..”</p>

<p>“Iyaaa.... Iyaaaaa...... Udah kamu diem aja di atas, aku yang puterin, kalau kamu yang puterin ga seru, pelan banget.. Ga bisa...”</p>

<p>“MI...”</p>

<p>“IYAAAAA........”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kitkat.writeas.com/yellow-and-purple</guid>
      <pubDate>Fri, 30 Jun 2023 07:29:44 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Tujuh</title>
      <link>https://kitkat.writeas.com/tujuh?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;#miniminifics #miniau&#xA;Ada yang membaca seri yoonmin reinkarnasi ala-ala, jadi nostalgia.&#xA;Kangen juga nulis sesuatu tentang mereka, karena memang lagi kangen betulan. Hehehehehe..&#xA;Here we go&#xA;Fluff&#xA;No plot&#xA;Slice of Life&#xA;Mentioning reincarnation and multiverse&#xA;&#xA;Selamat membaca !--more--&#xA;---&#xA;img alt=&#34;mereka&#34; src=&#34;https://pbs.twimg.com/media/FzQoAilXoAI0sBO?format=jpg&amp;name=900x900&#34;/&#xA;&#xA;&#34;Oh ini dia, selamat datang. Yoongi kenalkan ini artis baru yang akan berduet denganmu kali ini&#34;&#xA;&#xA;Yoongi yang sedang sibuk menunduk dan memainkan ponsel pintarnya tidak segera menanggapi manajernya.&#xA;&#xA;&#34;Min PD&#34;, suara Hoseok yang memanggil namanya dengan nada tertentu, mau tak mau membuat Yoongi menghela nafas panjang dan menutup layar ponselnya yang menampilkan berita mengenai dirinya yang sukses menjalankan konser tunggal di beberapa negara.&#xA;&#xA;&#34;Ya..&#39;, dan saat pandangan matanya bertemu dengan penyanyi baru yang disebutkan Hoseok belakangan sebagai patner barunya untuk single kali ini.&#xA;&#xA;Tak ada yang istimewa dengan anak baru yang mengenalkan diri dengan Park Jimin, saat dia menatapnya, selain wajahnya yang terlihat tampan dan cantik di saat yang bersamaan. Namun, saat tangan Yoongi menyentuh tangan Jimin saat bersalaman, sesuatu terasa di hatinya.&#xA;&#xA;Perasaan rindu, sedih, marah, sekaligus bahagia terkumpul jadi satu.&#xA;&#34;Huh, aneh&#34;, gumamnya perlahan. Lebih aneh saat dia melihat wajah Jimin, dia sedang tersenyum dengan air mata mengalir di pipinya.&#xA;&#xA;&#34;Lho, Jimin?&#34;, Hoseok yang terkejut melihat Jimin yang menangis, segera mengangsurkan tisu pada Jimin. &#xA;&#xA;&#34;Terharu yaaaa, bisa ketemu Yoongi.. Hehehhe..&#34;, Hoseok mencoba melemparkan gurauan sekaligus menyebutkan bahwa Jimin telah menjadi fans Yoongi semenjak dia mengeluarkan album pertama tujuh tahun yang lalu.&#xA;&#xA;Jimin tak menjawab hanya mengangguk malu-malu, selanjutnya manajer Jimin dan Hoseok lebih banyak berbincang mengenai teknis kerjasama mereka. Separuh hati Yoongi mengikuti rapat kali ini, karena pikirannya melayang pada penyanyi mungil di hadapannya yang masih menghapus sisa-sisa air matanya.&#xA;&#xA;Entah kenapa batinnya merasa tak terima melihat Jimin menangis dan rasanya dia telah mengenal dia cukup lama.&#xA;&#xA;&#34;Ya kan Yoon?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Eh apa? Sorry? Bisa diulang&#34;&#xA;&#xA;&#34;Yoongi...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Enggak, ini kali pertama aku ketemu Jimin, tapi kok rasanya familiar ya?. Kita pernah ketemu sebelumnya?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Eh... Itu.. Hummmm...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Yoon, masa kamu lupa? Empat tahun lalu ada mahasiswa seni tari yang minta ijin gunain aransemen lagu kamu dan Jungkook versi akustik untuk ditampilkan di lomba tari internasional? Ingat?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Iya, lalu apa hubungannya dengan Jimin?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya itu Jimin, dia memenangkan kompetisi itu dan sekarang dia akan debut jadi idol di label yang sama dengan kita&#34;&#xA;&#xA;&#34;Oh masa? Tapi enggak, rasanya lebih lama dari itu. Kipas. Tari kipas&#34;&#xA;&#xA;&#34;AAAH ITUUUU... Dia dapat penghargaan Dewan Kesenian Korea karena menarikan tari kipas dengan baik beberapa tahun sebelumnya. Kok kamu tahu Yoon?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Enggak tahu, tapi rasanya dia cocok dengan kipas&#34;&#xA;&#xA;&#34;Terima kasih&#34;, cicit Jimin malu.. malu...&#xA;&#xA;&#34;Kamu punya tato?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Eh..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Yoongi...&#34;, tegur Hoseok.&#xA;&#xA;&#34;Iya kak, aku punya beberapa tato. Uhm... Salah satunya judul lagu kakak. Aku suka lagu itu dan maknanya dan jadi penyemangatku buat terus capai mimpiku&#34;&#xA;&#xA;&#34;Oh? yang mana?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Nevermind kak&#34;&#xA;&#xA;&#34;Wah,di mana memang?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Uhm.. Sesuai liriknya, di rusuk kak, di sini&#34;, jawab Jimin dengan polosnya sambil menunjukkan tempat tatonya berada.&#xA;&#xA;&#34;Uhm, bukan. Punggung?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Punggung? Kalau di punggung ada kak, tapi fase bulan.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Bulan? bukan naga?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Naga? Enggak kak... Fase bulan, 5 buah di sepanjang punggung&#34;, jawab Jimin bingung.&#xA;&#xA;&#34;Oh....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Yoon, apa-apaan sih?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sssst....&#34;, Yoongi menempelkan telunjuknya ke mulut Hoseok, memintanya untuk diam. Mau tak mau Hoseok pun diam memperhatikan keduanya.&#xA;&#xA;&#34;Bentar... Kucing belang tiga?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ng.... Itu nama panggilan fansku kak. Calico Cat&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kucing putih?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Eh.. Uhmm, ga punya kak, aku ada alergi ringan sama kucing&#34;&#xA;&#xA;&#34;Bahasa isyarat menguasai?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Bisa kak, sedikit, tapi belum mahir-mahir, cuma tahu beberapa kosakatanya&#34;, jawab Jimin sopan.&#xA;&#xA;&#34;Terakhir, gelang tali merah?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Punya kak. Ini&#34;, Jimin mengulurkan tangan kanannya, menyibak kaos lengan panjangnya dan menunjukkan gelang yang terbuat tali bewarna merah dengan tujuh manik manik berbentuk bulatan.&#xA;&#xA;Yoongi tersenyum, mengangsurkan juga lengan kanannya yang juga menggunakan gelang yang serupa tapi tak sama dengan milik Jimin.&#xA;&#xA;&#34;Lho sama.. Kok bisa? Ini aku bikin sendiri...&#34;, kata Jimin pelan.&#xA;&#xA;&#34;Ini juga bikin sendiri&#34;, jawab Yoongi sambil tersenyum&#xA;&#xA;&#34;Kak...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jimin, ini mungkin terdengar aneh. tapi aku merasa meski kita tak pernah bertemu, kita pernah bersama mengalami sesuatu bersama. Semua yang kutanyakan tadi adalah hal-hal yang menurutku berkaitan denganmu, dengan kita berdua lebih tepatnya&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tapi kan...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Mungkin bukan di kehidupan ini, tapi di kehidupan sebelumnya. Kamu tahu, selama ini aku dijuluki Minstradamus, karena prediksiku tentang beragam hal yang sebenarnya adalah celetukan iseng, sering menjadi nyata. Tapi semenjak Hoseok membicarakanmu dan menjelaskan konsep kolaborasi kita, rasanya julukan itu jadi lelucon. Tak ada celetukan iseng yang jadi nyata lagi, tak ada prediksiku yang tepat lagi.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kak.. Ini mungkin cuma kebetulan...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Di dunia ini tak ada yang kebetulan Jimin, yang ada hanya takdir&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kak... Sejujurnya, aku juga merasakan hal yang sama saat kita bersentuhan tadi. Saat melihat kakak di layar kaca pertama kali, rasanya aku telah mengenal Kakak cukup lama. Lagu yang kugunakan itu sebenarnya itu cuma kenekatanku. Meminta ijin menggunakan arasemen itu, berharap kakak juga turut melihat penampilanku.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Uhm.. Saat kakak dipojokkan rapper senior dan dituduh tidak sesuai pakem yang sudah ada, tapi bisa bertahan dan membuktikan dengan lebih sukses dengan mereka, seperti melihat kembali kelahiran burung phoenix dari abu.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Julukan Lil Meow dari fans kakak kuaminkan, karena kakak memang terlihat seperti kucing hitam yang galak tapi juga sangat manis dan lembut. Uhm, jadi meskipun punya alergi ringan dengan kucing, aku menyukai mereka.. Uhmmm&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kakak yang sukses, lagunya meledak dimana-mana, dan menciptakan banyak lagu untuk artis serta memenangkan penghargaan, terlihat seperti tuan muda bangsawan yang sangat sulit diraih dan ditemui. Makanya rasanya seperti mimpi saat ditawari untuk bisa bekerjasama dengan kakak karena kita berada di agensi yang sama&#34;&#xA;&#xA;&#34;Semua yang kulakukan, jujur karena termotivasi oleh kakak. Termasuk tato ini...&#34;, Jimin menunduk setelah menjelaskan dengan cukup panjang. &#xA;&#xA;&#34;Jimin....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sepertinya takdir yang membuat kita bertemu di kehidupan ini. Entah berapa kali kita pernah bertemu di kehidupan sebelumnya, tapi aku senang kita bertemu di kehidupan ini&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kak.. Maaf..&#34;&#xA;&#xA;&#34;No, jangan minta maaf.&#34; Yoongi mencoba meraih tangan Jimin dan mengenggamnya pelan.&#xA;&#xA;&#34;Ehem... Kami masih di sini&#34;, Hoseok memecah keheningan. &#xA;&#xA;&#34;Manajernim, rasanya selain kita membicarakan kontrak kerjasama dan proyek ini, kita juga harus membicarakan bagaimana jika nantinya Yoongi dan Jimin go public sebagai pasangan&#34;&#xA;&#xA;&#34;Eh..&#34;, manajer Jimin yang sedari tadi diam mengamati interaksi keduanya mengangguk dan tersenyum.&#xA;&#xA;&#34;Sepertinya demikian Tuan Hoseok, sebaiknya pertemuan kali ini kita lanjutkan ke makan siang, sambil membicarakan langkah selanjutnya. Bagaimana?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ah, makanan di kafetaria kita sangat enak, hari ini ada peluncuran menu baru, sebaiknya kita segera ke sana agar tak kehabisan&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jimin dan Tuan Yoongi bagaimana?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kita bawakan mereka makan siang, nampaknya mereka sedang bernostalgia dengan kehidupan sebelumnya.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Baiklah kalau begitu, Tuan Yoongi, saya titip Jimin sebentar ya?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Manajernim....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tunggu di sini ya Mi&#34;, kata Manajer sambil menepuk pundak Jimin pelan.&#xA;&#xA;&#34;Ya, serahkan padaku. Akan kujaga Jimin baik-baik Manajernim, jangan khawatir. Hoseok, makan siang kutraktir. Belilah makanan yang enak bersama tuan Manajer&#34;&#xA;&#xA;&#34;YESSSSS. Akan kupesan makanan yang mahal-mahal. Oh ya tenang, akan kubungkuskan yang biasa. Jimin mau makan apa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Uhm,,, Apa saja kak..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya sudah, baik-baik di sini ya. Jangan mau diajak kemana-mana sama Yoongi, teriak saja kalau dia aneh-aneh ya..&#34;&#xA;&#xA;&#34;I.. Iya kak..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Dah sana.. Hush.. Hush..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ck.. Dasar. Mari Manajernim..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Mari Tuan Hoseok..&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p><a href="https://kitkat.writeas.com/tag:miniminifics" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">miniminifics</span></a> <a href="https://kitkat.writeas.com/tag:miniau" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">miniau</span></a>
Ada yang membaca seri yoonmin reinkarnasi ala-ala, jadi nostalgia.
Kangen juga nulis sesuatu tentang mereka, karena memang lagi kangen betulan. Hehehehehe..
<em>Here we go</em>
<em>Fluff</em>
<em>No plot</em>
<em>Slice of Life</em>
<em>Mentioning reincarnation and multiverse</em></p>

<p>Selamat membaca </p>

<hr/>

<p><img alt="mereka" src="https://pbs.twimg.com/media/FzQoAilXoAI0sBO?format=jpg&amp;name=900x900"/></p>

<p>“Oh ini dia, selamat datang. Yoongi kenalkan ini artis baru yang akan berduet denganmu kali ini”</p>

<p>Yoongi yang sedang sibuk menunduk dan memainkan ponsel pintarnya tidak segera menanggapi manajernya.</p>

<p>“Min PD”, suara Hoseok yang memanggil namanya dengan nada tertentu, mau tak mau membuat Yoongi menghela nafas panjang dan menutup layar ponselnya yang menampilkan berita mengenai dirinya yang sukses menjalankan konser tunggal di beberapa negara.</p>

<p>“Ya..&#39;, dan saat pandangan matanya bertemu dengan penyanyi baru yang disebutkan Hoseok belakangan sebagai patner barunya untuk <em>single</em> kali ini.</p>

<p>Tak ada yang istimewa dengan anak baru yang mengenalkan diri dengan Park Jimin, saat dia menatapnya, selain wajahnya yang terlihat tampan dan cantik di saat yang bersamaan. Namun, saat tangan Yoongi menyentuh tangan Jimin saat bersalaman, sesuatu terasa di hatinya.</p>

<p>Perasaan rindu, sedih, marah, sekaligus bahagia terkumpul jadi satu.
“Huh, aneh”, gumamnya perlahan. Lebih aneh saat dia melihat wajah Jimin, dia sedang tersenyum dengan air mata mengalir di pipinya.</p>

<p>“Lho, Jimin?”, Hoseok yang terkejut melihat Jimin yang menangis, segera mengangsurkan tisu pada Jimin.</p>

<p>“Terharu yaaaa, bisa ketemu Yoongi.. Hehehhe..”, Hoseok mencoba melemparkan gurauan sekaligus menyebutkan bahwa Jimin telah menjadi fans Yoongi semenjak dia mengeluarkan album pertama tujuh tahun yang lalu.</p>

<p>Jimin tak menjawab hanya mengangguk malu-malu, selanjutnya manajer Jimin dan Hoseok lebih banyak berbincang mengenai teknis kerjasama mereka. Separuh hati Yoongi mengikuti rapat kali ini, karena pikirannya melayang pada penyanyi mungil di hadapannya yang masih menghapus sisa-sisa air matanya.</p>

<p>Entah kenapa batinnya merasa tak terima melihat Jimin menangis dan rasanya dia telah mengenal dia cukup lama.</p>

<p>“Ya kan Yoon?”</p>

<p>“Eh apa? Sorry? Bisa diulang”</p>

<p>“Yoongi...”</p>

<p>“Enggak, ini kali pertama aku ketemu Jimin, tapi kok rasanya familiar ya?. Kita pernah ketemu sebelumnya?”</p>

<p>“Eh... Itu.. Hummmm...”</p>

<p>“Yoon, masa kamu lupa? Empat tahun lalu ada mahasiswa seni tari yang minta ijin gunain aransemen lagu kamu dan Jungkook versi akustik untuk ditampilkan di lomba tari internasional? Ingat?”</p>

<p>“Iya, lalu apa hubungannya dengan Jimin?”</p>

<p>“Ya itu Jimin, dia memenangkan kompetisi itu dan sekarang dia akan debut jadi idol di label yang sama dengan kita”</p>

<p>“Oh masa? Tapi enggak, rasanya lebih lama dari itu. Kipas. Tari kipas”</p>

<p>“AAAH ITUUUU... Dia dapat penghargaan Dewan Kesenian Korea karena menarikan tari kipas dengan baik beberapa tahun sebelumnya. Kok kamu tahu Yoon?”</p>

<p>“Enggak tahu, tapi rasanya dia cocok dengan kipas”</p>

<p>“Terima kasih”, cicit Jimin malu.. malu...</p>

<p>“Kamu punya tato?”</p>

<p>“Eh..”</p>

<p>“Yoongi...”, tegur Hoseok.</p>

<p>“Iya kak, aku punya beberapa tato. Uhm... Salah satunya judul lagu kakak. Aku suka lagu itu dan maknanya dan jadi penyemangatku buat terus capai mimpiku”</p>

<p>“Oh? yang mana?”</p>

<p>“Nevermind kak”</p>

<p>“Wah,di mana memang?”</p>

<p>“Uhm.. Sesuai liriknya, di rusuk kak, di sini”, jawab Jimin dengan polosnya sambil menunjukkan tempat tatonya berada.</p>

<p>“Uhm, bukan. Punggung?”</p>

<p>“Punggung? Kalau di punggung ada kak, tapi fase bulan.”</p>

<p>“Bulan? bukan naga?”</p>

<p>“Naga? Enggak kak... Fase bulan, 5 buah di sepanjang punggung”, jawab Jimin bingung.</p>

<p>“Oh....”</p>

<p>“Yoon, apa-apaan sih?”</p>

<p>“Sssst....”, Yoongi menempelkan telunjuknya ke mulut Hoseok, memintanya untuk diam. Mau tak mau Hoseok pun diam memperhatikan keduanya.</p>

<p>“Bentar... Kucing belang tiga?”</p>

<p>“Ng.... Itu nama panggilan fansku kak. Calico Cat”</p>

<p>“Kucing putih?”</p>

<p>“Eh.. Uhmm, ga punya kak, aku ada alergi ringan sama kucing”</p>

<p>“Bahasa isyarat menguasai?”</p>

<p>“Bisa kak, sedikit, tapi belum mahir-mahir, cuma tahu beberapa kosakatanya”, jawab Jimin sopan.</p>

<p>“Terakhir, gelang tali merah?”</p>

<p>“Punya kak. Ini”, Jimin mengulurkan tangan kanannya, menyibak kaos lengan panjangnya dan menunjukkan gelang yang terbuat tali bewarna merah dengan tujuh manik manik berbentuk bulatan.</p>

<p>Yoongi tersenyum, mengangsurkan juga lengan kanannya yang juga menggunakan gelang yang serupa tapi tak sama dengan milik Jimin.</p>

<p>“Lho sama.. Kok bisa? Ini aku bikin sendiri...”, kata Jimin pelan.</p>

<p>“Ini juga bikin sendiri”, jawab Yoongi sambil tersenyum</p>

<p>“Kak...”</p>

<p>“Jimin, ini mungkin terdengar aneh. tapi aku merasa meski kita tak pernah bertemu, kita pernah bersama mengalami sesuatu bersama. Semua yang kutanyakan tadi adalah hal-hal yang menurutku berkaitan denganmu, dengan kita berdua lebih tepatnya”</p>

<p>“Tapi kan...”</p>

<p>“Mungkin bukan di kehidupan ini, tapi di kehidupan sebelumnya. Kamu tahu, selama ini aku dijuluki Minstradamus, karena prediksiku tentang beragam hal yang sebenarnya adalah celetukan iseng, sering menjadi nyata. Tapi semenjak Hoseok membicarakanmu dan menjelaskan konsep kolaborasi kita, rasanya julukan itu jadi lelucon. Tak ada celetukan iseng yang jadi nyata lagi, tak ada prediksiku yang tepat lagi.”</p>

<p>“Kak.. Ini mungkin cuma kebetulan...”</p>

<p>“Di dunia ini tak ada yang kebetulan Jimin, yang ada hanya takdir”</p>

<p>“Kak... Sejujurnya, aku juga merasakan hal yang sama saat kita bersentuhan tadi. Saat melihat kakak di layar kaca pertama kali, rasanya aku telah mengenal Kakak cukup lama. Lagu yang kugunakan itu sebenarnya itu cuma kenekatanku. Meminta ijin menggunakan arasemen itu, berharap kakak juga turut melihat penampilanku.”</p>

<p>“Uhm.. Saat kakak dipojokkan rapper senior dan dituduh tidak sesuai pakem yang sudah ada, tapi bisa bertahan dan membuktikan dengan lebih sukses dengan mereka, seperti melihat kembali kelahiran burung phoenix dari abu.”</p>

<p>“Julukan Lil Meow dari fans kakak kuaminkan, karena kakak memang terlihat seperti kucing hitam yang galak tapi juga sangat manis dan lembut. Uhm, jadi meskipun punya alergi ringan dengan kucing, aku menyukai mereka.. Uhmmm”</p>

<p>“Kakak yang sukses, lagunya meledak dimana-mana, dan menciptakan banyak lagu untuk artis serta memenangkan penghargaan, terlihat seperti tuan muda bangsawan yang sangat sulit diraih dan ditemui. Makanya rasanya seperti mimpi saat ditawari untuk bisa bekerjasama dengan kakak karena kita berada di agensi yang sama”</p>

<p>“Semua yang kulakukan, jujur karena termotivasi oleh kakak. Termasuk tato ini...”, Jimin menunduk setelah menjelaskan dengan cukup panjang.</p>

<p>“Jimin....”</p>

<p>“Sepertinya takdir yang membuat kita bertemu di kehidupan ini. Entah berapa kali kita pernah bertemu di kehidupan sebelumnya, tapi aku senang kita bertemu di kehidupan ini”</p>

<p>“Kak.. Maaf..”</p>

<p>“No, jangan minta maaf.” Yoongi mencoba meraih tangan Jimin dan mengenggamnya pelan.</p>

<p>“Ehem... Kami masih di sini”, Hoseok memecah keheningan.</p>

<p>“Manajernim, rasanya selain kita membicarakan kontrak kerjasama dan proyek ini, kita juga harus membicarakan bagaimana jika nantinya Yoongi dan Jimin go public sebagai pasangan”</p>

<p>“Eh..”, manajer Jimin yang sedari tadi diam mengamati interaksi keduanya mengangguk dan tersenyum.</p>

<p>“Sepertinya demikian Tuan Hoseok, sebaiknya pertemuan kali ini kita lanjutkan ke makan siang, sambil membicarakan langkah selanjutnya. Bagaimana?”</p>

<p>“Ah, makanan di kafetaria kita sangat enak, hari ini ada peluncuran menu baru, sebaiknya kita segera ke sana agar tak kehabisan”</p>

<p>“Jimin dan Tuan Yoongi bagaimana?”</p>

<p>“Kita bawakan mereka makan siang, nampaknya mereka sedang bernostalgia dengan kehidupan sebelumnya.”</p>

<p>“Baiklah kalau begitu, Tuan Yoongi, saya titip Jimin sebentar ya?”</p>

<p>“Manajernim....”</p>

<p>“Tunggu di sini ya Mi”, kata Manajer sambil menepuk pundak Jimin pelan.</p>

<p>“Ya, serahkan padaku. Akan kujaga Jimin baik-baik Manajernim, jangan khawatir. Hoseok, makan siang kutraktir. Belilah makanan yang enak bersama tuan Manajer”</p>

<p>“YESSSSS. Akan kupesan makanan yang mahal-mahal. Oh ya tenang, akan kubungkuskan yang biasa. Jimin mau makan apa?”</p>

<p>“Uhm,,, Apa saja kak..”</p>

<p>“Ya sudah, baik-baik di sini ya. Jangan mau diajak kemana-mana sama Yoongi, teriak saja kalau dia aneh-aneh ya..”</p>

<p>“I.. Iya kak..”</p>

<p>“Dah sana.. Hush.. Hush..”</p>

<p>“Ck.. Dasar. Mari Manajernim..”</p>

<p>“Mari Tuan Hoseok..”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kitkat.writeas.com/tujuh</guid>
      <pubDate>Thu, 29 Jun 2023 12:46:54 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Dongeng Dua Pangeran</title>
      <link>https://kitkat.writeas.com/dongeng-dua-pangeran?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;Minimini Au, cerita ini ditulis ulang dari minifics yang ditulis 1 Januari 2022 lalu.&#xA;&#xA;Ini kali keenam Yoongi dan Jimin berjumpa, keduanya berbeda bentuk fisik. Yoongi adalah pangeran kerajaan laut, sementara Jimin adalah pangeran kerajaan darat. Ini adalah bagaimana kisah mereka, diceritakan ulang melalui segmen singkat Dongeng Sekitar Kita yang dibawakan oleh penyiar bernama Minnie. Cerita ini menyebutkan ketidakmampuan berbicara dan sedikit bullying.&#xA;&#xA;!--more--&#xA;---&#xA;img alt=&#34;mimmii&#34; src=&#34;https://pbs.twimg.com/media/FH-PeiVQAEIJrQ?format=jpg&amp;name=small&#34;/&#xA;&#xA;&#34;Hai hai kawan, jumpa lagi dengan Minnie di sini, di radio kesayangan kalian Syuga FM. Sebelum Minnie mulai segment Dongeng Sekitar Kita pagi ini, Minnie ingin mengucapkan  selamat pagi semua... rise and shineee...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hari ini, hari pertama di tahun baru ini. Masih ada yang masih tidur karena sisa perayaan semalam? Atau malah sudah bangun dan bersiap menikmati libur satu harinya ? &#34;&#xA;&#xA;&#34;Well, apapun itu Minnie cuma ingin kalian tahu bahwa Minnie sangat berterimakasih karena kalian sudah bertahan sampai hari ini dan bertemu dengan matahari tahun baru pagi ini&#34;&#xA;&#xA;&#34;Untuk mengawali pagi ini agar penuh semangat, yuk kita dengerin lagu dari BTS yang berjudul Idol disambung dengan lagu dari Crush feat Jhope yang berjudul Rush Hour. Selamat menikmati&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hai... Hai kembali lagi dengan Minnie, di segmen Dongeng Sekitar Kita, buat kalian yang baru bergabung dan menyapa di chat, Minnie ucapkan selamat pagi. Beberapa sepertinya masih mengantuk ini, termasuk MD Minnie. Halo Pak Bos, ayo bangun.. banguuun....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ahahahahah.... Gloss baru menyapa di kolom komentar mengatakan dia sudah bangun dan meminum kopinya. Ah hai Gloss.. Selamat tahun baru juga, senang bisa ditemani oleh pendengar setia di awal tahun ini. &#xA;&#xA;Hahahah... &#xA;&#xA;Sampai dimana tadi?&#xA;&#xA;Oh ya cerita.. Masih ada 10 menit sebelum segemen laporan lalu lintas oleh Hobi, jadi sebaiknya kita bergegas.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Cerita kali ini mungkin pernah kalian dengar, cerita romansa tentang merman dan manusia. Sebagai catatan tak ada yang mati dan tersakiti dalam cerita ini, mungkin hanya sedikit berbedaaa....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tersebutlah kerajaan bawah laut yang dipimpin oleh seorang manusia ikan, kita menyebutnya merman bernama Arkive. Yang mulia arkive memimpin kerajaan bawah lautnya dengan adil dan bijaksana&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sesungguhnya dia  bukanlah raja, yang berhak atas tahta kerajaan laut adalah kakaknya, yang berusia 2 tahun lebih tua  tetapi kakak Arkive menolak untuk menjadi raja. Dia lebih tertarik dengan dunia atas laut. Ketertarikannnya dengan dunia atas membuatnya berkelana ke beragam penjuru lautan menelisik bangkai kapal dan mengumpulkan berbagai benda manusia yang dia temukan&#34;.&#xA;&#xA;&#34;Dari semua peninggalan manusia, dia tertarik dengan benda yang bergambar aneka bentuk dan rupa atau yang kita sebut foto. Kakak raja Arkive ini bernama August,, Dia menolak naik tahta meski  berhak karena dia tahu warga laut menghindarinya. Alasannya sangat sepele hanya karena wajahnya mirip kucing.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Iya Kucing, mahkluk berbulu dan super menggemaskan itu. Tapi bagi warga laut, kucing adalah hewan yang cukup menakutkan bagi mereka. Mereka berkeyakinan hewan ini gemar menculik dan memakan warga laut.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hal ini diperparah dengan penglihatan Thomas, penyihir kerajaan yang berwujud separuh gurita. Thomas mengatakan bahwa August  adalah reinkarnasi dari kucing di kehidupan yang lalu. Dia lahir kembali sebagai makhluk laut karena dihukum untuk merasakan kehidupan ikan. August dalam wujud kucing di kehidupan yang lalu sangat jahat dan nakal, karena dia gemar menculik serta menyiksa anak ikan untuk dibuat mainan&#34;.&#xA;&#xA;&#34;August yang memiliki wajah serupa  kucing dan pembawaan yang kurang bersahabat karena tak begitu suka berbasa basi, membuatnya sering disalahartikan. Pun dengan kegemarannya mencari foto di bangkai kapal. Warga laut tak menyukainya, maka dia membuat keputusan untuk menukar tahta dengan kebebasannya. Tak ada yang protes, semua setuju apalagi  adik yang menyayanginya dengan senang hati menggantikannya. &#34;&#xA;&#xA;&#34;August yang kini berstatus warga kerajaan laut lalu berkelana dan berpetualang ke sisi lautan dan sesekali mampir ke dunia atas. Ada satu hal tentang merman yang disimpan rapat-rapat. Di darat mereka bisa bernafas dan tampak seperti manusia biasa, hanya saja mereka akan menjadi tak bersuara. Layaknya cerita Little mermaid yang kita tahu, Suara itu digantikan dengan kaki.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Begitulah hukum lautan. Namun August menikmati berkah itu,  karena dia mendapat yang dia mau, sesekali menjelejah dunia manusia meski di sisi lain dia tahu keburukan dan kejelekan manusia. Tak bisa bersuara mengundang keuntungan tersendiri baginya, karena tak perlu repot berinteraksi dengan manusia lainnya. Manusia sebagian besar hanya memandang rupa, dan jika ada yang berbeda mereka akan menjauhi. Bahkan, manusia selalu melakukan hal-hal yang dianggapnya menguntungkan, termasuk mengejek atau mempermalukannya karena tak bersuara sama sekali. Hei... tak ada yang salah dengan tak bisa bersuara. Tak bisa bersuara bukan berarti tak bisa berkomunikasi.  Tak menjawab pertanyaan secara langsung atau menjawab  dengan menunjuk, mengangguk dan menggeleng ketika ditanya bukan berarti dia tak memahami perkataan orang lain. Dia tahu apa yang mereka bicarakan, hanya tak bisa untuk merespon dengan cara yang sama. Apa  yang salah jika dia juga tak bisa menulis dan membaca huruf manusia. Dia merman, mereka memiliki bahasa tulis sendiri, dan August adalah merman yang pintar. Dia tak diam,  dia juga belajar huruf tulis manusia.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tapi itu semua butuh waktu dan sepertinya manusia di dunia atas selalu terburu buru dan memaksanya untuk segera... Bukannya  membantu saat mereka mengetahui perbedaannya dengan yang lain,  mereka bahkan lebih sering memaki dan mengatai dengan kata yang entah kenapa membuat dadanya sakit tiap kali mendengarnya&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lalu setelah berkelana lebih dari 6 bulan di lautan, di sinilah dia, di antara 2 dunia yang terasa tak bisa menampungnya dengan baik. Di laut dia dijauhi karena dianggap mirip kucing, di darat dia dibenci karena tak berbicara&#34;&#xA;&#xA; &#34;Ah jika kalian coba membayangkan rupa August begini wajahnya &#34;&#xA;&#xA;img alt =&#34;agust&#34; src=&#34;https://pbs.twimg.com/media/FH-TX8UYAEIBj5?format=jpg&amp;name=small&#34;/&#xA;&#xA;&#34;Suatu ketika August bertemu dengan seorang pria berambut hitam yang mempunyai senyum seperti bulan sabit. August tak mengetaui identitasnya karena sesungguhnya manusia itu bernama pangeran Alex. Calon raja negara atas&#34;&#xA;&#xA;img alt=&#34;alex&#34; src=&#34;https://pbs.twimg.com/media/FH-_cq0VEAEndHY?format=jpg&amp;name=small&#34;/&#xA;&#xA;&#34;Pertemuan mereka bisa dibilang cukup lucu, August menyelamatkan Alex dari kejaran anjing yang menyebabkan Alex kehilangan celana panjangnya dan hanya mengenakan celana pendek lucu dengan gambar mata di bagian pantatnya. &#34;&#xA;&#xA;&#34;Selanjutnya pertemanan di antara keduanya terjalin begitu saja. Alex dan August sering berjumpa di dermaga. Awalnya hanya kebetulan, tapi lama-lama mereka berjanji untuk bersama. Pada awalnya, August mengira Alex sama dengan manusia lainnya yang akan menghina atau mengejeknya, jadi August memperlakukan Alex dengan sedikit kasar. Meninggalkannya saat berpapasan, tak merespon apapun perkataannya, serta menolak makanan yang diberikan padanya&#34;&#xA;&#xA;&#34;Berulangkali mereka bertemu, dan August tak pernah menanggapinya, sampai suatu ketika Alex mengetahui bahwa dia memang tak bisa bicara dan bersuara. Hal ini tak menghentikan Alex untuk tetap berbuat baik pada August. Dia tak menyerah dan tetap mendatangi August. Membawakannya makanan dan buku bergambar, kertas atau alat tulis, dengan keinginan untuk berkomunikasi dengan baik&#34;&#xA;&#xA;&#34;Awalnya hal ini tak digubris oleh August, tapi kelamaan hatinya luluh, mengetahui kesungguhan Alex. August segera melihat perbedaan Alex  dengan orang di sekitarnya yang pernah dia temui. August merasa jatuh cinta dan  ingin memberitahu Alex siapa dirinya sebenarnya.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kesempatan itu datang saat dia membaca pesan Alex untuk bertemu di dermaga melihat matahari tenggelam bersama. Tapi ternyata setelah menunggu sampai tengah malam, Alex tak kunjung tiba. August merasa kesal dan sedih, tak mengetahui bahwa itu adalah jebakan, yang disiapkan oleh Kangho, teman Alex yang iri pada kedekatan mereka. Merasa dikhianati, August memutuskan meninggalkan daratan dan kembali ke lautan&#34;&#xA;&#xA;&#34;Keesokan harinya Alex ingin menemui August, saat dia bergegas ke dermaga, Kangho menghadangnya. Di sana mereka terlibat adu mulut, dan Alex menyadari tipuan Kangho untuk membuat August membencinya. Usai meninju Kangho dan memastikan Kangho tak akan berulah lagi dia bergegas ke dermaga berharap bisa menemui August.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Alex mencari dan terus mencari di sepanjang garis pantai, sampai tak menyadari air mulai pasang. August yang sedang duduk di antara karang dan bersiap kembali ke laut, melihat Alex yang berlari dan meneriakkan namanya. Alex melihat siluet August di atas karang dan  tanpa pikir panjang dia bergegas berlari mengejar August tak menyadari bahwa karang tersebut dikelilingi oleh  laut yang cukup dalam. &#34;&#xA;&#xA;&#34;Sebelum Alex bisa mengapai August dan  meninta maaf, ombak besar menggulungnya dan membuatnya tertarik ke dasar laut dan tenggelam.  Melihat hal itu, August dalam wujud mermannya menolong Alex dengan memberikan nafas bantuan di bawah air serta membawanya ke permukaan.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Untungnya, tak lama setelah itu Alex terbatuk dan membuka matanya, tapi sayangnya mengetahui hal tersebut August bergegas kembali ke laut. Menyadari August tak ada di sisinya, Alex dengan sisa tenaganya berlari ke dermaga dan meneriakkan pernyataan cintanya ke arah lautan. &#34;&#xA;&#xA;&#34;Iya, Alex juga menyayangi August. Ralat, dia mencintainya, menghabiskan waktu dengan August, membuatnya jatuh cinta. Perlahan tapi pasti. Cinta datang karena terbiasa&#34;&#xA;&#xA;&#34;Pernyataan cinta Alex, August mendengarnya&#xA;&#xA;&#34;Tapi dia hanya diam, menampakkan wujudnya sebentar dan menatap sendu pada Alex. Lalu berbalik, kembali masuk ke laut dengan suara keras dan menunjukkan ekornya&#34;&#xA;&#xA;&#34;August ingin kembali ke pelukan Alex, tapi menyadari dia adalah manusia ikan, August memutuskan untuk pergi. Tapi sebelumnya dia juga ingin mengungkapkan perasaannya sebenarnya.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Berbalik, August berenang cukup dekat ke dermaga, dan meneriakkan perasaan sayangnya dan fakta bahwa mereka berbeda. Dia Merman dan Alex manusia, dia bisa bersuara ketika berada di lautan. Dimana dia berasal.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Mendengar cerita August, dengan berlinang airmata Alex kembali melompat ke lautan, berenang dengan cepat dan menghambur ke pelukan August. August yang kaget menangkapnya, dan memegang pinggang Alex, membuat keduanya tetap terapung&#34;&#xA;&#xA;&#34;Berpegangan pada pundak August, Alex mengatakan tak masalah jika mereka berbeda. Di lautan dia akan menemani August dengan kapal, atau mungkin menyuruh peneliti kerajaan menciptakan kapal yang bisa menjelajahi laut dalam. Sementara jika August di daratan, Alex akan belajar bagaimana berkomunikasi dengannya agar mereka tetap bersama. Entah dengan bahasa isyarat, entah mengajari August baca tulis, apapun caranya. Asalkan August mau bersama Alex.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Mendengar penuturan Alex, August mulai luluh dan mengatakan bahwa sesungguhnya diapun tak bisa meninggalkan Alex. Mengangguk dan mengiyakan tawaran Alex, membuat keduanya berpelukan erat&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tetap bersama adalah langkah awal.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Menunjukkan diri sendiri yang sebenarnya adalah langkah berikutnya.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Daaaaan setelah 3 tahun bersama dan belajar tentang satu sama lain keduanya sepakat untuk menjadi sepasang kekasih serta meresmikan hubungan mereka.Hal ini berujung pada kesepakatan Arkive dan Alex untuk menghormati wilayah dan peraturan masing-masing.&#xA;&#xA;August belajar bahwasanya manusia juga ada beragam jenis, meski mayoritas jahat dan berengsek tapi masih ada yang berhati baik dan peduli sesamanya seperti Alex. Dan dia bertekad untuk bertemu manusia baik lainnya dan membantu mereka untuk tetap baik&#34;&#xA;&#xA;&#34;Daaaaan tamaaaaat&#34;&#xA;&#xA;&#34;Yah begitulah, cerita singkat tentang pangeran Alex dan pangeran August yang saling mencintai dan belajar mengenai perbedaan mereka dan berusaha bersama menjembataninya. Karena perbedaan memang sudah ada. Dan bagaimana kita menyikapi serta bertindak karena hal itu adalah hal yang berbeda.&#xA;&#xA;Begitulah.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kalau menurut kalian bagaimana? Silahkan kirim komentar melalui chat atau whatsapp ke nomer kita ya.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Baik sebelum ke segmen laporan lalu  lintas oleh Hobi, mari kita dengarkan lebih dulu satu lagu dari August D dengan judul People.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Selamat mendengarkan&#34;&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Minimini Au, cerita ini ditulis ulang dari minifics yang ditulis 1 Januari 2022 lalu.</p>

<p>Ini kali keenam Yoongi dan Jimin berjumpa, keduanya berbeda bentuk fisik. Yoongi adalah pangeran kerajaan laut, sementara Jimin adalah pangeran kerajaan darat. Ini adalah bagaimana kisah mereka, diceritakan ulang melalui segmen singkat <em>Dongeng Sekitar Kita</em> yang dibawakan oleh penyiar bernama Minnie. Cerita ini menyebutkan ketidakmampuan berbicara dan sedikit bullying.</p>



<hr/>

<p><img alt="mimmii" src="https://pbs.twimg.com/media/FH-_PeiVQAEIJrQ?format=jpg&amp;name=small"/></p>

<p>“Hai hai kawan, jumpa lagi dengan Minnie di sini, di radio kesayangan kalian Syuga FM. Sebelum Minnie mulai segment Dongeng Sekitar Kita pagi ini, Minnie ingin mengucapkan  selamat pagi semua... <em>rise and shineee...</em>“</p>

<p>“Hari ini, hari pertama di tahun baru ini. Masih ada yang masih tidur karena sisa perayaan semalam? Atau malah sudah bangun dan bersiap menikmati libur satu harinya ? “</p>

<p>“Well, apapun itu Minnie cuma ingin kalian tahu bahwa Minnie sangat berterimakasih karena kalian sudah bertahan sampai hari ini dan bertemu dengan matahari tahun baru pagi ini”</p>

<p>“Untuk mengawali pagi ini agar penuh semangat, yuk kita dengerin lagu dari BTS yang berjudul Idol disambung dengan lagu dari Crush feat Jhope yang berjudul Rush Hour. Selamat menikmati”</p>

<p>“Hai... Hai kembali lagi dengan Minnie, di segmen Dongeng Sekitar Kita, buat kalian yang baru bergabung dan menyapa di chat, Minnie ucapkan selamat pagi. Beberapa sepertinya masih mengantuk ini, termasuk MD Minnie. Halo Pak Bos, ayo bangun.. banguuun....”</p>

<p>“Ahahahahah.... Gloss baru menyapa di kolom komentar mengatakan dia sudah bangun dan meminum kopinya. Ah hai Gloss.. Selamat tahun baru juga, senang bisa ditemani oleh pendengar setia di awal tahun ini.</p>

<p>Hahahah...</p>

<p>Sampai dimana tadi?</p>

<p>Oh ya cerita.. Masih ada 10 menit sebelum segemen laporan lalu lintas oleh Hobi, jadi sebaiknya kita bergegas.”</p>

<p>“Cerita kali ini mungkin pernah kalian dengar, cerita romansa tentang merman dan manusia. Sebagai catatan tak ada yang mati dan tersakiti dalam cerita ini, mungkin hanya sedikit berbedaaa....”</p>

<p>“Tersebutlah kerajaan bawah laut yang dipimpin oleh seorang manusia ikan, kita menyebutnya merman bernama Arkive. Yang mulia arkive memimpin kerajaan bawah lautnya dengan adil dan bijaksana”</p>

<p>“Sesungguhnya dia  bukanlah raja, yang berhak atas tahta kerajaan laut adalah kakaknya, yang berusia 2 tahun lebih tua  tetapi kakak Arkive menolak untuk menjadi raja. Dia lebih tertarik dengan dunia atas laut. Ketertarikannnya dengan dunia atas membuatnya berkelana ke beragam penjuru lautan menelisik bangkai kapal dan mengumpulkan berbagai benda manusia yang dia temukan”.</p>

<p>“Dari semua peninggalan manusia, dia tertarik dengan benda yang bergambar aneka bentuk dan rupa atau yang kita sebut foto. Kakak raja Arkive ini bernama August,, Dia menolak naik tahta meski  berhak karena dia tahu warga laut menghindarinya. Alasannya sangat sepele hanya karena wajahnya mirip kucing.”</p>

<p>“Iya Kucing, mahkluk berbulu dan super menggemaskan itu. Tapi bagi warga laut, kucing adalah hewan yang cukup menakutkan bagi mereka. Mereka berkeyakinan hewan ini gemar menculik dan memakan warga laut.”</p>

<p>“Hal ini diperparah dengan penglihatan Thomas, penyihir kerajaan yang berwujud separuh gurita. Thomas mengatakan bahwa August  adalah reinkarnasi dari kucing di kehidupan yang lalu. Dia lahir kembali sebagai makhluk laut karena dihukum untuk merasakan kehidupan ikan. August dalam wujud kucing di kehidupan yang lalu sangat jahat dan nakal, karena dia gemar menculik serta menyiksa anak ikan untuk dibuat mainan”.</p>

<p>“August yang memiliki wajah serupa  kucing dan pembawaan yang kurang bersahabat karena tak begitu suka berbasa basi, membuatnya sering disalahartikan. Pun dengan kegemarannya mencari foto di bangkai kapal. Warga laut tak menyukainya, maka dia membuat keputusan untuk menukar tahta dengan kebebasannya. Tak ada yang protes, semua setuju apalagi  adik yang menyayanginya dengan senang hati menggantikannya. “</p>

<p>“August yang kini berstatus warga kerajaan laut lalu berkelana dan berpetualang ke sisi lautan dan sesekali mampir ke dunia atas. Ada satu hal tentang merman yang disimpan rapat-rapat. Di darat mereka bisa bernafas dan tampak seperti manusia biasa, hanya saja mereka akan menjadi tak bersuara. Layaknya cerita Little mermaid yang kita tahu, Suara itu digantikan dengan kaki.”</p>

<p>“Begitulah hukum lautan. Namun August menikmati berkah itu,  karena dia mendapat yang dia mau, sesekali menjelejah dunia manusia meski di sisi lain dia tahu keburukan dan kejelekan manusia. Tak bisa bersuara mengundang keuntungan tersendiri baginya, karena tak perlu repot berinteraksi dengan manusia lainnya. Manusia sebagian besar hanya memandang rupa, dan jika ada yang berbeda mereka akan menjauhi. Bahkan, manusia selalu melakukan hal-hal yang dianggapnya menguntungkan, termasuk mengejek atau mempermalukannya karena tak bersuara sama sekali. Hei... tak ada yang salah dengan tak bisa bersuara. Tak bisa bersuara bukan berarti tak bisa berkomunikasi.  Tak menjawab pertanyaan secara langsung atau menjawab  dengan menunjuk, mengangguk dan menggeleng ketika ditanya bukan berarti dia tak memahami perkataan orang lain. Dia tahu apa yang mereka bicarakan, hanya tak bisa untuk merespon dengan cara yang sama. Apa  yang salah jika dia juga tak bisa menulis dan membaca huruf manusia. Dia merman, mereka memiliki bahasa tulis sendiri, dan August adalah merman yang pintar. Dia tak diam,  dia juga belajar huruf tulis manusia.”</p>

<p>“Tapi itu semua butuh waktu dan sepertinya manusia di dunia atas selalu terburu buru dan memaksanya untuk segera... Bukannya  membantu saat mereka mengetahui perbedaannya dengan yang lain,  mereka bahkan lebih sering memaki dan mengatai dengan kata yang entah kenapa membuat dadanya sakit tiap kali mendengarnya”</p>

<p>“Lalu setelah berkelana lebih dari 6 bulan di lautan, di sinilah dia, di antara 2 dunia yang terasa tak bisa menampungnya dengan baik. Di laut dia dijauhi karena dianggap mirip kucing, di darat dia dibenci karena tak berbicara”</p>

<p> “Ah jika kalian coba membayangkan rupa August begini wajahnya “</p>

<p><img alt="agust" src="https://pbs.twimg.com/media/FH-_TX8UYAEIBj5?format=jpg&amp;name=small"/></p>

<p>“Suatu ketika August bertemu dengan seorang pria berambut hitam yang mempunyai senyum seperti bulan sabit. August tak mengetaui identitasnya karena sesungguhnya manusia itu bernama pangeran Alex. Calon raja negara atas”</p>

<p><img alt="alex" src="https://pbs.twimg.com/media/FH-_cq0VEAEndHY?format=jpg&amp;name=small"/></p>

<p>“Pertemuan mereka bisa dibilang cukup lucu, August menyelamatkan Alex dari kejaran anjing yang menyebabkan Alex kehilangan celana panjangnya dan hanya mengenakan celana pendek lucu dengan gambar mata di bagian pantatnya. “</p>

<p>“Selanjutnya pertemanan di antara keduanya terjalin begitu saja. Alex dan August sering berjumpa di dermaga. Awalnya hanya kebetulan, tapi lama-lama mereka berjanji untuk bersama. Pada awalnya, August mengira Alex sama dengan manusia lainnya yang akan menghina atau mengejeknya, jadi August memperlakukan Alex dengan sedikit kasar. Meninggalkannya saat berpapasan, tak merespon apapun perkataannya, serta menolak makanan yang diberikan padanya”</p>

<p>“Berulangkali mereka bertemu, dan August tak pernah menanggapinya, sampai suatu ketika Alex mengetahui bahwa dia memang tak bisa bicara dan bersuara. Hal ini tak menghentikan Alex untuk tetap berbuat baik pada August. Dia tak menyerah dan tetap mendatangi August. Membawakannya makanan dan buku bergambar, kertas atau alat tulis, dengan keinginan untuk berkomunikasi dengan baik”</p>

<p>“Awalnya hal ini tak digubris oleh August, tapi kelamaan hatinya luluh, mengetahui kesungguhan Alex. August segera melihat perbedaan Alex  dengan orang di sekitarnya yang pernah dia temui. August merasa jatuh cinta dan  ingin memberitahu Alex siapa dirinya sebenarnya.”</p>

<p>“Kesempatan itu datang saat dia membaca pesan Alex untuk bertemu di dermaga melihat matahari tenggelam bersama. Tapi ternyata setelah menunggu sampai tengah malam, Alex tak kunjung tiba. August merasa kesal dan sedih, tak mengetahui bahwa itu adalah jebakan, yang disiapkan oleh Kangho, teman Alex yang iri pada kedekatan mereka. Merasa dikhianati, August memutuskan meninggalkan daratan dan kembali ke lautan”</p>

<p>“Keesokan harinya Alex ingin menemui August, saat dia bergegas ke dermaga, Kangho menghadangnya. Di sana mereka terlibat adu mulut, dan Alex menyadari tipuan Kangho untuk membuat August membencinya. Usai meninju Kangho dan memastikan Kangho tak akan berulah lagi dia bergegas ke dermaga berharap bisa menemui August.”</p>

<p>“Alex mencari dan terus mencari di sepanjang garis pantai, sampai tak menyadari air mulai pasang. August yang sedang duduk di antara karang dan bersiap kembali ke laut, melihat Alex yang berlari dan meneriakkan namanya. Alex melihat siluet August di atas karang dan  tanpa pikir panjang dia bergegas berlari mengejar August tak menyadari bahwa karang tersebut dikelilingi oleh  laut yang cukup dalam. “</p>

<p>“Sebelum Alex bisa mengapai August dan  meninta maaf, ombak besar menggulungnya dan membuatnya tertarik ke dasar laut dan tenggelam.  Melihat hal itu, August dalam wujud mermannya menolong Alex dengan memberikan nafas bantuan di bawah air serta membawanya ke permukaan.”</p>

<p>“Untungnya, tak lama setelah itu Alex terbatuk dan membuka matanya, tapi sayangnya mengetahui hal tersebut August bergegas kembali ke laut. Menyadari August tak ada di sisinya, Alex dengan sisa tenaganya berlari ke dermaga dan meneriakkan pernyataan cintanya ke arah lautan. “</p>

<p>“Iya, Alex juga menyayangi August. Ralat, dia mencintainya, menghabiskan waktu dengan August, membuatnya jatuh cinta. Perlahan tapi pasti. Cinta datang karena terbiasa”</p>

<p>“Pernyataan cinta Alex, August mendengarnya</p>

<p>“Tapi dia hanya diam, menampakkan wujudnya sebentar dan menatap sendu pada Alex. Lalu berbalik, kembali masuk ke laut dengan suara keras dan menunjukkan ekornya”</p>

<p>“August ingin kembali ke pelukan Alex, tapi menyadari dia adalah manusia ikan, August memutuskan untuk pergi. Tapi sebelumnya dia juga ingin mengungkapkan perasaannya sebenarnya.”</p>

<p>“Berbalik, August berenang cukup dekat ke dermaga, dan meneriakkan perasaan sayangnya dan fakta bahwa mereka berbeda. Dia Merman dan Alex manusia, dia bisa bersuara ketika berada di lautan. Dimana dia berasal.”</p>

<p>“Mendengar cerita August, dengan berlinang airmata Alex kembali melompat ke lautan, berenang dengan cepat dan menghambur ke pelukan August. August yang kaget menangkapnya, dan memegang pinggang Alex, membuat keduanya tetap terapung”</p>

<p>“Berpegangan pada pundak August, Alex mengatakan tak masalah jika mereka berbeda. Di lautan dia akan menemani August dengan kapal, atau mungkin menyuruh peneliti kerajaan menciptakan kapal yang bisa menjelajahi laut dalam. Sementara jika August di daratan, Alex akan belajar bagaimana berkomunikasi dengannya agar mereka tetap bersama. Entah dengan bahasa isyarat, entah mengajari August baca tulis, apapun caranya. Asalkan August mau bersama Alex.”</p>

<p>“Mendengar penuturan Alex, August mulai luluh dan mengatakan bahwa sesungguhnya diapun tak bisa meninggalkan Alex. Mengangguk dan mengiyakan tawaran Alex, membuat keduanya berpelukan erat”</p>

<p>“Tetap bersama adalah langkah awal.”</p>

<p>“Menunjukkan diri sendiri yang sebenarnya adalah langkah berikutnya.”</p>

<p>“Daaaaan setelah 3 tahun bersama dan belajar tentang satu sama lain keduanya sepakat untuk menjadi sepasang kekasih serta meresmikan hubungan mereka.Hal ini berujung pada kesepakatan Arkive dan Alex untuk menghormati wilayah dan peraturan masing-masing.</p>

<p>August belajar bahwasanya manusia juga ada beragam jenis, meski mayoritas jahat dan berengsek tapi masih ada yang berhati baik dan peduli sesamanya seperti Alex. Dan dia bertekad untuk bertemu manusia baik lainnya dan membantu mereka untuk tetap baik”</p>

<p>“Daaaaan tamaaaaat”</p>

<p>“Yah begitulah, cerita singkat tentang pangeran Alex dan pangeran August yang saling mencintai dan belajar mengenai perbedaan mereka dan berusaha bersama menjembataninya. Karena perbedaan memang sudah ada. Dan bagaimana kita menyikapi serta bertindak karena hal itu adalah hal yang berbeda.</p>

<p>Begitulah.”</p>

<p>“Kalau menurut kalian bagaimana? Silahkan kirim komentar melalui chat atau whatsapp ke nomer kita ya.”</p>

<p>“Baik sebelum ke segmen laporan lalu  lintas oleh Hobi, mari kita dengarkan lebih dulu satu lagu dari August D dengan judul People.”</p>

<p>“Selamat mendengarkan”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kitkat.writeas.com/dongeng-dua-pangeran</guid>
      <pubDate>Sat, 24 Sep 2022 08:28:15 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Phoenix dan Naga</title>
      <link>https://kitkat.writeas.com/phoenix-dan-naga?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;Mafia au minimini&#xA;Menyebutkan Missgendering&#xA;Crossdressing&#xA;Menyebutkan Jimin menyamar menjadi perempuan di depan umum&#xA;Menyebutkan mengintip saat mandi&#xA;Alter ego&#xA;Nsfw, &#xA;Implisit membicarakan hubungan seksual&#xA;!--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;Selamat pagi Hyung...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Selamat pagi, sudah sarapan kamu?&#34;, Yoongi membalas ramah. Ini hari ketiga dia dirawat di rumah sakit, besok sedianya dia boleh pulang setelah pengecekan terakhir.&#xA;&#xA;&#34;Hu um, udah tadi rame rame kayak biasa&#34;, yang disapa bergerak mendekat, duduk di samping kursi tempat tidur Yoongi dan meletakkan barang bawaannya di lemari kecil sebelah ranjang Yoongi.&#xA;&#xA;&#34;Ada kabar apa hari ini?&#34; , tanya Yoongi ringan sambil berusaha meraih tangan penjenguknya yang langsung disambut dengan saling menautkan jari jari mereka.&#xA;&#xA;&#34;Tak ada yang istimewa, huru haranya belum dimulai, mungkin akhir pekan nanti&#34;, Yoongi memandangi penengoknya dengan tatapan sayang, satu tangannya yang bebas, merapikan anak anak rambut yang memanjang.&#xA;&#xA;&#34;Jadinya pirang?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Iya, lebih bagus pirang katanya. Lagipula, aku sempat bermimpi&#34;.&#xA;&#xA;&#34;Mimpi apa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Melihatmu dengan rambut pirang panjang terurai, dan rambutku hitam panjang. Tapi entah kenapa, rasanya sedih, jadi kuputuskan biar rambutku saja yang pirang. Toh sudah lama aku tidak mewarnai rambutku&#34;&#xA;&#xA;&#34;Cantik,, cocok untukmu...&#34;, kata Yoongi mengelus helaian anak rambut yang keluar karena dikuncir sekenanya.&#xA;&#xA;&#34;Hyungie,,&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmmm... masih memimpikan hal hal yang aneh?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Masih. Seperti kilasan kilasan ingatan, tapi setelah berbicara denganmu mimpinya lebih banyak tentang hal yang menyenangkan. Bukan lagi soal perperangan, hujan anak panah, atau kamu yang tak bernafas. Kamu?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sama. Tadi malam, aku bermimpi menari di depanmu dan ayahku. Anehnya Woo Shik, adalah Raja di mimpiku&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hum,, pasti cantik...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Eh...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kamunya lah, bukan si bangsat&#34;&#xA;&#xA;&#34;Iya, aku paham&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sini, aku perlu jimat keberuntunganku untuk menangkal sialku. Sini, &#34;, Yoongi menepuk sisi ranjangnya yang tak lama kemudian diisi dengan sesosok pria mungil berambut pirang dengan kemeja putih kebesaran dan celana hitam yang pas memeluk kakinya.&#xA;&#xA;Menyusup di pelukan Yoongi, pria itu menghembuskan nafas lega, sekaligus menyamankan posisinya dan memuaskan diri menghidu aroma tubuh kekasihnya itu.&#xA;&#xA;Kekasih.&#xA;&#xA;Mengulang kata itu di kepalanya membuatnya tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya.&#xA;&#xA;&#34;Hyungie,terima kasih,telah menerimaku&#34;, bisiknya pelan.&#xA;&#xA;&#34;Sama- sama, tak masalah. Toh aku menang banyak. Dapat tuan muda, kekayaanku bertambah, wilayah semakin luas, kekasih ralat calon suamiku cantik dan tampan sekaligus, serta sangan keren&#34;, jawabnya pelan&#xA;&#xA;&#34;Sungguh kau tak apa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sungguh sayang, buat apa aku berbohong, tiap kali kamu ke sini, pertanyaannya itu itu saja. Bosan ah. Ganti yang lain&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tapi aku tak bosan, katakan lagi kenapa kamu menerimaku?&#34;, tanyanya sambil mendongak memandangi wajah Yoongi.&#xA;&#xA;&#34;Karena yang pertama, kau menyelamatkanku. Kau membalas orang yang telah membunuh orangtuaku dengan cara yang keren. Berikutnya jelas karena harta dan kekuasaanmu yang juga akan menjadi milikku. Ketiga kalau aku menolak mungkin aku sudah jadi santapan hiu.  Keempat kamu seksi dan atraktif, pria dan perempuan jatuh hati saat melihatmu pertama kali.  Kelima, kamu wajah samar yang selalu hadi di tiap mimpi burukku tapi selalu menenangkanku, dan yang terakhir aku tak mau jadi santapan hiu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ih... mengesalkan&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hahahhaha.. aduh, jangan cubit, geli&#34;&#xA;&#xA;&#34;Biar, biar tahu rasa&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tapi jawaban sejujurnya, aku mencintaimu, itu saja&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmmm.. sama aku juga&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aku juga apa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Mencintaimu apalagi..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Mi...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmmm...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aku ingin membuat pengakuan dosa, aku pernah tidur dengan beberapa orang&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aku tahu, lalu masalahnya? Kau punya anak dari mereka?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tidak, hanya ingin mengaku saja.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Oh.. &#34;&#xA;&#xA;&#34;Marah?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tidak. Hanya tidak menyangka saja, yang mengajakku menikah dan berjanji menikahiku sewaktu kecil sempat melupakanku&#34;&#xA;&#xA;&#34;Huum..maafkan aku sayang. Salahku, karena kalah dengan traumaku&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tak ada yang salah, memang situasinya yang memaksa demikian. &#34;&#xA;&#xA;&#34;Kamu sendiri bagaimana?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aku, tak tertarik siapapun kecuali dia Meowgi hyungku&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aaw.. manisnya&#34;&#xA;&#xA;&#34;Oh ya, ayah bilang, pernikahan kita diajukan. Minggu ini&#34;&#xA;&#xA;&#34;Wow, secepat ini? Apa tidak apa apa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lebih cepat lebih baik katanya, karena beliau ingin segera pensiun&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tapi kita...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sudah diatur oleh ayah, murid muridku di kawasan serta orang di sini sudah dikondisikan&#34;&#xA;&#xA;&#34;Haruskah demikian? Padahal aku ingin memamerkan bahwa kamj suamiku&#34;&#xA;&#xA;&#34;Itu syarat yang ayah berikan sayang, karena ayah percaya masih banyak orang di belakang Woo Shik yang belum terungkap. Jadi sementara identitasku tetap disembunyikan. &#34;&#xA;&#xA;&#34;Taehyung dan paman Ma setuju, jika  ayah mengumumkan Taehyung adalah putra ayah dan akan memimpin perusahaan paman Ma karena Paman Ma akan pensiun. Sementara Park Corp akan digabungkan dengan Min Corp. Sehingga publik akan tahu kamu dan Taehyung yang mewarisi usaha kita. Dan aku yang mengambil alih di dunia bawah. Bersama dengan yang lainnya seperti biasa. Tae memegang Seoul, Kamu dan Aku memegang Busan dan Daegu. Tae akan dibantu Jungkook, Namjoon akan membantumu, Seokjin hyung akan membantuku. Sedangkan kawasan ini tetap di bawah pengawasan Hobi hyung.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Terdengar cukup rumit. &#34;&#xA;&#xA;&#34;Memang, tapi dengan bantuan semuanya akan lebih mudah. Itulah sebabnya identitas utamaku akan disembunyikan. Publik akan mengenalku sebagai nona Park Jimin, anak dari kerabat ibu yang tinggal di Jepang dan menjadi guru taman kanak-kanak di kawasan khusus ini&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lalu aku akan mengumumkan pernikahanku dengan nona Park Jimin ini dengan prosesi yang tertutup yang hanya dihadiri oleh kolega dan kerabat dengan alasan kita sudah dijodohkan dari kecil&#34;.&#xA;&#xA;&#34;Ya... Betul. Ya, kurang lebih begitu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Apa kau tak apa-apa, menyamar lagi menjadi perempuan kalau menemaniku? Mereka yang di kawasan bagaimana, kan mengenalmu dengan Pak Jimin bukan Bu Jimin&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tak masalah. Hoseok hyung sedari awal sudah menyuruhku memakai wig panjang atau memintaku lebih banyak menunjukkan gestur yang feminim, ditunjang dengan gaya berpakaianku yang lebih banyak merupakan busana perempuan, seperti hari ini. Hoseok  hyung mengenalkanku dengan Jimin saem, tanpa menyebut jelas aku laki laki atau perempuan. Dan entah kenapa aku merasa hal ini sangat menyenangkan, dan memudahkan rencana kita mengecoh musuh musuh di sekitar kita. Aku merasa sudah melakukannya bertahun tahun, entah, rasanya familiar, padahal baru akan dijalankan&#34;&#xA;&#xA;&#34;Berjanjilah, kalau kau tak nyaman, ceritakan padaku, dan akan kucari cara agar kamu bisa lebih leluasa.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya, aku berjanji sayangku&#34;, ucapnya pelan sambil mengecup bibir Yoongi&#xA;&#xA;Hehehhehehe&#xA;&#xA;Keduanya hanya berpandangan sambil tersenyum.&#xA;&#xA;&#34;Kini aku tahu kenapa ayahmu mengibaratkan aku phoenix dan kamu naga, selain lambang pelindung leluhur keluarga kita. Aku rasa hal ini juga terkait dengan kondisiku, karena aku sempat mati, terbakar habis dan bangkit kembali menjadi orang baru yang lebih kuat dan lebih berani. Sedangkan kau, naga sangat cocok untukmu. Gagah sekaligus terlihat luwes dan cantik&#34;&#xA;&#xA;&#34;Begitukah?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya, dan aku jatuh cinta dengan semua yang ada di dirimu. Park Ji yang feminim dan cantik, serta Park Jimin yang gagah dan penuh dengan semangat. Dan aku ingin membuat satu pengakuan dosa lagi sayang&#34;&#xA;&#xA;&#34;Apa itu?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Di hari kau menyelamatkanku dengan bertarung melawan Wooshik, Min Junior ikut bersemangat, lebih lebih saat mendengar aksen Busanmu yang kental.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Yaaaah. Mesum...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Mesum kesayanganmu sayang...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Dasar&#34;, ucap Jimin pelan sambil menyentil dahi Yoongi.&#xA;&#xA;&#34;Tapi hyung, aku penasaran, apa yang kau bicarakan dengan Namjoon hyung di hari ayah membeberkan semuanya, sampai sampai kau besoknya kau mengirimkan Namjoon untuk melamarku lagi&#34;&#xA;&#xA;&#34;Uhmmm itu.... itu... ungh...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmmm..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aaah aku mengantuk. Memeluk meowmi membuatku mengantuk&#34;&#xA;&#xA;&#34;YAaaah... Min Yoongi....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Krrrkrrrkrrrr&#34;&#xA;&#xA;&#34;Dasar...&#34;&#xA;&#xA;Yoongi yang sedang berpura pura tertidur dan memeluk erat Jimin sambil tersenyum, hanya membatin. Tak mungkin aku membeberkan kalau aku sempat mengintip Jimin saat mandi dan melihat tato naga di punggungnya, membuatku ketagihan mengintip saat dia merendam untuk melihat naga itu meliuk di kulitnya yang mulus. &#xA;&#xA;Berdasarkan tradisi keluarga Park, pemilik tato naga pewaris klan, sangat dijaga.  Hanya pasangannya yang resmi yang diijinkan melihat naga itu. Jika ada yang melihatnya sebelum mereka menikah, akan dibunuh dan dijadikan pakan hiu. Habislah aku jika Tuan Park, Tae bahkan Jimin menemukanku melakukan hal serendah itu.&#xA;&#xA;Tidak tidak.. Mereka tak boleh tahu.&#xA;&#xA;Tak ada yang boleh tahu&#xA;&#xA;Setidaknya sampai aku resmi membuat  Park Jimin menjadi Min Jimin, milikku. Hanya milikku&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Mafia au minimini
Menyebutkan Missgendering
Crossdressing
Menyebutkan Jimin menyamar menjadi perempuan di depan umum
Menyebutkan mengintip saat mandi
Alter ego
Nsfw,
Implisit membicarakan hubungan seksual
</p>

<hr/>

<p>“Selamat pagi Hyung...”</p>

<p>“Selamat pagi, sudah sarapan kamu?”, Yoongi membalas ramah. Ini hari ketiga dia dirawat di rumah sakit, besok sedianya dia boleh pulang setelah pengecekan terakhir.</p>

<p>“Hu um, udah tadi rame rame kayak biasa”, yang disapa bergerak mendekat, duduk di samping kursi tempat tidur Yoongi dan meletakkan barang bawaannya di lemari kecil sebelah ranjang Yoongi.</p>

<p>“Ada kabar apa hari ini?” , tanya Yoongi ringan sambil berusaha meraih tangan penjenguknya yang langsung disambut dengan saling menautkan jari jari mereka.</p>

<p>“Tak ada yang istimewa, huru haranya belum dimulai, mungkin akhir pekan nanti”, Yoongi memandangi penengoknya dengan tatapan sayang, satu tangannya yang bebas, merapikan anak anak rambut yang memanjang.</p>

<p>“Jadinya pirang?”</p>

<p>“Iya, lebih bagus pirang katanya. Lagipula, aku sempat bermimpi”.</p>

<p>“Mimpi apa?”</p>

<p>“Melihatmu dengan rambut pirang panjang terurai, dan rambutku hitam panjang. Tapi entah kenapa, rasanya sedih, jadi kuputuskan biar rambutku saja yang pirang. Toh sudah lama aku tidak mewarnai rambutku”</p>

<p>“Cantik,, cocok untukmu...”, kata Yoongi mengelus helaian anak rambut yang keluar karena dikuncir sekenanya.</p>

<p>“Hyungie,,”</p>

<p>“Hmmm... masih memimpikan hal hal yang aneh?”</p>

<p>“Masih. Seperti kilasan kilasan ingatan, tapi setelah berbicara denganmu mimpinya lebih banyak tentang hal yang menyenangkan. Bukan lagi soal perperangan, hujan anak panah, atau kamu yang tak bernafas. Kamu?”</p>

<p>“Sama. Tadi malam, aku bermimpi menari di depanmu dan ayahku. Anehnya Woo Shik, adalah Raja di mimpiku”</p>

<p>“Hum,, pasti cantik...”</p>

<p>“Eh...”</p>

<p>“Kamunya lah, bukan si bangsat”</p>

<p>“Iya, aku paham”</p>

<p>“Sini, aku perlu jimat keberuntunganku untuk menangkal sialku. Sini, “, Yoongi menepuk sisi ranjangnya yang tak lama kemudian diisi dengan sesosok pria mungil berambut pirang dengan kemeja putih kebesaran dan celana hitam yang pas memeluk kakinya.</p>

<p>Menyusup di pelukan Yoongi, pria itu menghembuskan nafas lega, sekaligus menyamankan posisinya dan memuaskan diri menghidu aroma tubuh kekasihnya itu.</p>

<p>Kekasih.</p>

<p>Mengulang kata itu di kepalanya membuatnya tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya.</p>

<p>“Hyungie,terima kasih,telah menerimaku”, bisiknya pelan.</p>

<p>“Sama- sama, tak masalah. Toh aku menang banyak. Dapat tuan muda, kekayaanku bertambah, wilayah semakin luas, kekasih ralat calon suamiku cantik dan tampan sekaligus, serta sangan keren”, jawabnya pelan</p>

<p>“Sungguh kau tak apa?”</p>

<p>“Sungguh sayang, buat apa aku berbohong, tiap kali kamu ke sini, pertanyaannya itu itu saja. Bosan ah. Ganti yang lain”</p>

<p>“Tapi aku tak bosan, katakan lagi kenapa kamu menerimaku?”, tanyanya sambil mendongak memandangi wajah Yoongi.</p>

<p>“Karena yang pertama, kau menyelamatkanku. Kau membalas orang yang telah membunuh orangtuaku dengan cara yang keren. Berikutnya jelas karena harta dan kekuasaanmu yang juga akan menjadi milikku. Ketiga kalau aku menolak mungkin aku sudah jadi santapan hiu.  Keempat kamu seksi dan atraktif, pria dan perempuan jatuh hati saat melihatmu pertama kali.  Kelima, kamu wajah samar yang selalu hadi di tiap mimpi burukku tapi selalu menenangkanku, dan yang terakhir aku tak mau jadi santapan hiu”</p>

<p>“Ih... mengesalkan”</p>

<p>“Hahahhaha.. aduh, jangan cubit, geli”</p>

<p>“Biar, biar tahu rasa”</p>

<p>“Tapi jawaban sejujurnya, aku mencintaimu, itu saja”</p>

<p>“Hmmm.. sama aku juga”</p>

<p>“Aku juga apa?”</p>

<p>“Mencintaimu apalagi..”</p>

<p>“Mi...”</p>

<p>“Hmmm...”</p>

<p>“Aku ingin membuat pengakuan dosa, aku pernah tidur dengan beberapa orang”</p>

<p>“Aku tahu, lalu masalahnya? Kau punya anak dari mereka?”</p>

<p>“Tidak, hanya ingin mengaku saja.”</p>

<p>“Oh.. “</p>

<p>“Marah?”</p>

<p>“Tidak. Hanya tidak menyangka saja, yang mengajakku menikah dan berjanji menikahiku sewaktu kecil sempat melupakanku”</p>

<p>“Huum..maafkan aku sayang. Salahku, karena kalah dengan traumaku”</p>

<p>“Tak ada yang salah, memang situasinya yang memaksa demikian. “</p>

<p>“Kamu sendiri bagaimana?”</p>

<p>“Aku, tak tertarik siapapun kecuali dia Meowgi hyungku”</p>

<p>“Aaw.. manisnya”</p>

<p>“Oh ya, ayah bilang, pernikahan kita diajukan. Minggu ini”</p>

<p>“Wow, secepat ini? Apa tidak apa apa?”</p>

<p>“Lebih cepat lebih baik katanya, karena beliau ingin segera pensiun”</p>

<p>“Tapi kita...”</p>

<p>“Sudah diatur oleh ayah, murid muridku di kawasan serta orang di sini sudah dikondisikan”</p>

<p>“Haruskah demikian? Padahal aku ingin memamerkan bahwa kamj suamiku”</p>

<p>“Itu syarat yang ayah berikan sayang, karena ayah percaya masih banyak orang di belakang Woo Shik yang belum terungkap. Jadi sementara identitasku tetap disembunyikan. “</p>

<p>“Taehyung dan paman Ma setuju, jika  ayah mengumumkan Taehyung adalah putra ayah dan akan memimpin perusahaan paman Ma karena Paman Ma akan pensiun. Sementara Park Corp akan digabungkan dengan Min Corp. Sehingga publik akan tahu kamu dan Taehyung yang mewarisi usaha kita. Dan aku yang mengambil alih di dunia bawah. Bersama dengan yang lainnya seperti biasa. Tae memegang Seoul, Kamu dan Aku memegang Busan dan Daegu. Tae akan dibantu Jungkook, Namjoon akan membantumu, Seokjin hyung akan membantuku. Sedangkan kawasan ini tetap di bawah pengawasan Hobi hyung.”</p>

<p>“Terdengar cukup rumit. “</p>

<p>“Memang, tapi dengan bantuan semuanya akan lebih mudah. Itulah sebabnya identitas utamaku akan disembunyikan. Publik akan mengenalku sebagai nona Park Jimin, anak dari kerabat ibu yang tinggal di Jepang dan menjadi guru taman kanak-kanak di kawasan khusus ini”</p>

<p>“Lalu aku akan mengumumkan pernikahanku dengan nona Park Jimin ini dengan prosesi yang tertutup yang hanya dihadiri oleh kolega dan kerabat dengan alasan kita sudah dijodohkan dari kecil”.</p>

<p>“Ya... Betul. Ya, kurang lebih begitu”</p>

<p>“Apa kau tak apa-apa, menyamar lagi menjadi perempuan kalau menemaniku? Mereka yang di kawasan bagaimana, kan mengenalmu dengan Pak Jimin bukan Bu Jimin”</p>

<p>“Tak masalah. Hoseok hyung sedari awal sudah menyuruhku memakai wig panjang atau memintaku lebih banyak menunjukkan gestur yang feminim, ditunjang dengan gaya berpakaianku yang lebih banyak merupakan busana perempuan, seperti hari ini. Hoseok  hyung mengenalkanku dengan Jimin saem, tanpa menyebut jelas aku laki laki atau perempuan. Dan entah kenapa aku merasa hal ini sangat menyenangkan, dan memudahkan rencana kita mengecoh musuh musuh di sekitar kita. Aku merasa sudah melakukannya bertahun tahun, entah, rasanya familiar, padahal baru akan dijalankan”</p>

<p>“Berjanjilah, kalau kau tak nyaman, ceritakan padaku, dan akan kucari cara agar kamu bisa lebih leluasa.”</p>

<p>“Ya, aku berjanji sayangku”, ucapnya pelan sambil mengecup bibir Yoongi</p>

<p>Hehehhehehe</p>

<p>Keduanya hanya berpandangan sambil tersenyum.</p>

<p>“Kini aku tahu kenapa ayahmu mengibaratkan aku phoenix dan kamu naga, selain lambang pelindung leluhur keluarga kita. Aku rasa hal ini juga terkait dengan kondisiku, karena aku sempat mati, terbakar habis dan bangkit kembali menjadi orang baru yang lebih kuat dan lebih berani. Sedangkan kau, naga sangat cocok untukmu. Gagah sekaligus terlihat luwes dan cantik”</p>

<p>“Begitukah?”</p>

<p>“Ya, dan aku jatuh cinta dengan semua yang ada di dirimu. Park Ji yang feminim dan cantik, serta Park Jimin yang gagah dan penuh dengan semangat. Dan aku ingin membuat satu pengakuan dosa lagi sayang”</p>

<p>“Apa itu?”</p>

<p>“Di hari kau menyelamatkanku dengan bertarung melawan Wooshik, Min Junior ikut bersemangat, lebih lebih saat mendengar aksen Busanmu yang kental.”</p>

<p>“Yaaaah. Mesum...”</p>

<p>“Mesum kesayanganmu sayang...”</p>

<p>“Dasar”, ucap Jimin pelan sambil menyentil dahi Yoongi.</p>

<p>“Tapi hyung, aku penasaran, apa yang kau bicarakan dengan Namjoon hyung di hari ayah membeberkan semuanya, sampai sampai kau besoknya kau mengirimkan Namjoon untuk melamarku lagi”</p>

<p>“Uhmmm itu.... itu... ungh...”</p>

<p>“Hmmm..”</p>

<p>“Aaah aku mengantuk. Memeluk meowmi membuatku mengantuk”</p>

<p>“YAaaah... Min Yoongi....”</p>

<p>“Krrrkrrrkrrrr”</p>

<p>“Dasar...”</p>

<p>Yoongi yang sedang berpura pura tertidur dan memeluk erat Jimin sambil tersenyum, hanya membatin. Tak mungkin aku membeberkan kalau aku sempat mengintip Jimin saat mandi dan melihat tato naga di punggungnya, membuatku ketagihan mengintip saat dia merendam untuk melihat naga itu meliuk di kulitnya yang mulus.</p>

<p>Berdasarkan tradisi keluarga Park, pemilik tato naga pewaris klan, sangat dijaga.  Hanya pasangannya yang resmi yang diijinkan melihat naga itu. Jika ada yang melihatnya sebelum mereka menikah, akan dibunuh dan dijadikan pakan hiu. Habislah aku jika Tuan Park, Tae bahkan Jimin menemukanku melakukan hal serendah itu.</p>

<p>Tidak tidak.. Mereka tak boleh tahu.</p>

<p>Tak ada yang boleh tahu</p>

<p>Setidaknya sampai aku resmi membuat  Park Jimin menjadi Min Jimin, milikku. Hanya milikku</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kitkat.writeas.com/phoenix-dan-naga</guid>
      <pubDate>Wed, 21 Sep 2022 10:56:08 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Rahasia demi Rahasia</title>
      <link>https://kitkat.writeas.com/rahasia-demi-rahasia?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;Mafia au minimini&#xA;Missgendering karena salah paham&#xA;Contain Fem Jimin (dari sudut pandang Yoongi)&#xA;Alter ego&#xA;Menyebutkan tusukan dan tembakan&#xA;Menyebutkan pembunuhan&#xA;Menyebutkan penyiksaan&#xA;Umpatan, makian, kata kasar !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Clak clak clak&#xA;&#xA;Ah sial, umpat Yoongi, kesempatan yang ada jadi terbuang sia sia. Jimin berhasil menendang jauh Wooshik dan membuatnya terpisah selama beberapa detik. Seharusnya itu kesempatan untuknya memecahkan kepala adik tuan Park itu, tapi sayang, pistol macet dan rupanya dia kehabisan amunisi.&#xA;&#xA;&#34;YOONGI PABO. BIARKAN AKU MENGURUS INI SENDIRI&#34; , Seru Jimin ke arah Yoongi tanpa mengehentikan serangannya ke Wooshik.&#xA;&#xA;Heh&#xA;&#xA;&#34;Tapi...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aku sudah ada rencana, diam dan tunggulah. Kubereskan dia dalam 5 menit. Mengerti Meowgi?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Meowgi...&#34;, Yoongi terdiam mendengar Jimin menyebutkan nama panggilan yang diberikan kedua orang tuanya. Nama itu, seketika membuka kilasan-kilasan memorinya tanpa diminta.&#xA;&#xA;Dia yang mengejar anak kecil di halaman belakang, ayah dan ibunya di lab rahasia mereka, gaun bunga bunga milik Tante Bo Young yang tersembunyi dalam jas lab putih, anak kecil berpipi merah yang menangis tersedu, gambar kucing belang tiga, anak kecil yang mengerucutkan bibir meminta es krim, Balon yang lepas, suara tembakan, suara orang yang merangsek masuk, dan ruangan kecil yang gelap dan pengap.&#xA;&#xA;Sesak&#xA;&#xA;Sial&#xA;&#xA;Pusing di kepalanya menjadi dan tiba- tiba semuanya menjadi gelap.&#xA;&#xA;***&#xA;&#xA;&#34;Sudah bangun, Meowgi hyung?&#34;, suara lembut Jimin dan wajahnya adalah hal pertama yang Yoongi lihat saat membuka mata.&#xA;&#xA;&#34;Ugh.. kepalaku...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hati-hati..&#34;, kata Jimin sambil membantunya untuk menyandar di tempat tidurnya. Dirasakannya kasa membebat kepalanya dan tangan kirinya yang tak bisa bergerak bebas. &#xA;&#xA;&#34;Semua sudah selesai. Tunggu sebentar lagi ya..&#34;, senyum Jimin, sambil mengenggam tangan kirinya yang terpasang infus.&#xA;&#xA;&#34;Di mana kita...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kawasan khusus, rumah sakit. Paman Ma sudah sadar juga dan akan segera dipindah ke sini,&#34; &#xA;&#xA;&#34;Eh.. Kau tidak apa apa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aku baik baik saja, hanya sedikit memar. Lihat&#34; , kata Jimin sengaja mengangkat kaosnya memperlihatkan perutnya yang terbentuk rapi dan membuat Yoongi terbelalak serta terbatuk.&#xA;&#xA;Laki-laki, Park Ji benar benar lelaki.&#xA;&#xA;Tersenyum memaklumi, Ji beralih menggosok pelan punggung Yoongi.&#xA;&#xA;&#34;Ji.. Jimin...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hmmm...&#34;, yang dipanggil hanya mendengung pelan.&#xA;&#xA;&#34;Bajingan itu....&#34;, &#xA;&#xA;&#34;Sebentar lagi, sedikit lagi, kau akan mendengar penjelasan semuanya Meowgi&#34;, kata Jimin memperlihatkan senyumnya dan kembali duduk di tempat tidur Yoongi sembari terus mengelus tangan kiri Yoongi.&#xA;&#xA;Hening, tak ada yang bersuara.&#xA;&#xA;Dan Yoongi memanfaatkan kesempatan itu untuk memperhatikan baik baik Jimin yang ada di hadapannya, mencocokkan dengan ingatannya tentang bocah laki laki yang sangat disayanginya dulu.&#xA;&#xA;&#34;Mi... Meowmi...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Oh, sudah ingat rupanya&#34;&#xA;&#xA;Mengangguk&#xA;&#xA;&#34;Ah, sudah sadar rupanya, syukurlah&#34;, suara Tuan Besar Park menyadarkan lamunan Yoongi.&#xA;&#xA;&#34;Ayah&#34;&#xA;&#xA;&#34;Nak,&#34; Park Seo Joon merentangkan tangan, menunggu reaksi Jimin.&#xA;&#xA;&#34;Aku pulang&#34;, kata Jimin, berdiri bergerak mendekat ke arah ayahnya dan memeluknya erat.&#xA;&#xA;&#34;Selamat datang nak. Selamat datang. Ayah merindukanmu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aku juga merindukan ayah&#34;&#xA;&#xA;Melihat pemandangan di hadapannya Yoongi mengeryit keheranan, karena setahunya Park senior dan Junior itu telah bertemu tadi pagi.&#xA;&#xA;&#34;Kita tunggu yang lainnya ya, kita selesaikan semuanya. Ada yang ingin ayah katakan&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aku juga&#34;&#xA;&#xA;Tak sampai 30 menit menunggu, satu persatu wajah yang dikenal Yoongi memasuki kamar yang cukup luas itu. Diawali dengan Tuan Ma lengkap dengan ranjangnya dan beragam peralatan medis yang menempel, bersama Tuan Han. Berturut -turut Tae, Jungkook, Hoseok, Namjoon dan juga Seokjin.&#xA;&#xA;Belum sempat Yoongi menyapa mereka, tuan Han berdehem.&#xA;&#xA;&#34;Terima kasih atas kesediannya berkumpul di sini. Mungkin banyak yang bertanya tanya tentang aneka peristiwa yang terjadi hari ini. Itulah sebabnya, saya meminta Tuan sekalian berkumpul di sini untuk mendengarkan penjelasan tentang apa yang terjadi. Waktu kita tidak banyak, karena kondisi Tuan Ma. Harapannya pertemuan ini bisa menghasilkan kesepakatan dengan berbagai pihak&#34;&#xA;&#xA;&#34;Terima kasih Han, baik, kita mulai saja&#34;, kata Tuan Park.&#xA;&#xA;&#34;Sebelumnya aku ingin minta maaf pada kalian, yang secara tidak langsung kulibatkan dalam rencanaku selama 10 tahun belakangan ini. Terutama, Yoongi, aku minta maaf. Ini akan menjadi penjelasan yang sangat panjang, dan kusarankan tak ada yang menyela sampai aku selesai.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Eh..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Nenek peramal terjitu di Daegu, beserta keluarganya adalah bawahanku. Kuminta dia berdiam di sini dan membantunya membangun persona peramal, agar kau juga mempercayainya. Semua ramalannya selama ini adalah atas perintahku. Termasuk tentang Phoenix dan naga air&#34;&#xA;&#xA;&#34;Semua kesialan yang menimpamu beberapa kusengaja, tapi lebih banyak terjadi di luar kendaliku, terutama saat tangan Namjoon yang patah, atau luka di matamu&#34;.&#xA;&#xA;&#34;Untuk itu aku minta maaf.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Usai kematian Bo Young, aku sudah mengira bahwa adik angkatku pelakunya. Motivasinya sangat jelas dan perilakunya sungguh mencurigakan. Namun tak adanya bukti, membuatku berpikir bagaimana agar dia muncul dan mengakui sendiri. Apalagi saat itu aku berfokus pada kesembuhan Jimin, anakku.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kejadian itu menimbulkan trauma yang luar biasa pada  Jimin, sehingga dia seolah menciptakan kepribadian lain yang sangat bertolak belakang dengan Jimin yang kita kenal selama ini. Dia agresif, berdarah dingin, suka akan kekerasan, dan menikmati penyiksaan&#34;, Jimin yang mendengar namanya disebut hanya menggelengkan kepalanya pelan.&#xA;&#xA;&#34;Yang kalian lihat saat ini adalah Park Jimin mode agresif yang dikenali Tae sebagai pribadi lain Jimin.  Taehyung mengira, Jimin yang lembut tak mungkin suka akan kekerasan, dan yang melakukan kekerasan selama ini adalah wujud Jimin yang berbeda.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tapi tidak, keduanya adalah Jimin, dan dia dengan sadar melakukannya. Dua duanya adalah Jimin seutuhnya. Saat mengetahui hal ini, aku dan Han meminta untuk merahasiakannya pada siapapun,dan memunculkan kesan bahwa Jimin mengalami amnesia dan merupakan sosok lembut jauh dari kekerasan, serta berkepribadian ganda&#34;&#xA;&#xA;&#34;Pengiriman dia ke Jepang dan NZ dengan dalih untuk bersekolah adalah rencana kami untuk mengejar Wooshik yang dilindungi oleh musuh kita. Sebut saja Jang dan Wang di antaranya. Berkat kemampuannya bermain peran, selama pengejaran Woo shik, Jimin juga berhasil membangun jaringan baru dan menemukan jenius jenius yang diremehkan untuk membantunya mengembangkan penelitian milik keluarga Min dan ibunya&#34;&#xA;&#xA;&#34;Alasan utama suami istri Min serta istriku dibunuh adalah untuk menguasai penelitian yang mereka kembangkan. Bo Young sudah curiga dengan Woo Shik, dia meminta pasangan Min untuk mencabut semua data dan menyembunyikannya. Naas, belum sampai data itu ke tanganku, mereka telah dibantai dengan kejam serta meninggalkan Yoongi yang trauma dengan tempat gelap dan sempit. Pun dengan Bo Young yang terbunuh&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jimin dan Yoongi, satu satunya saksi atas kejadian itu harus kulindungi. Oleh karena itu, aku membiarkanmu dan melatihmu bersama dengan Namjoon &#xA;tentang bisnis bawah tanah mulai dari level terendah, sampai akhirnya menguasai Daegu dengan keahlianmu&#34;&#xA;&#xA;&#34;Namjoon adalah manusia pilihanmu untuk menjadi tangan kananmu, aku masih tetap mengawasi kalian lewat Seokjin. Dia anak buahku, dan melapor padaku. Ah untuk urusan pribadi Namjoon dan Seokjin aku tak ikut campur, itu urusan mereka sendiri. Laporan dia padaku hanya sebatas bisnis&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sampai suatu ketika aku menemukan hardisk penelitian itu dalam boneka milik Jimin. Data penelitian ini yang kemudian dikembangkan  dan diteruskan oleh Jimin sampai saat ini. Inilah chip yang kita pasang hari ini&#34;&#xA;&#xA;&#34;Oh.,.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tentunya identitas Jimin dibalik penelitian ini sangat dirahasiakan. Hanya aku dan Han yang tahu, Jimin belajar robotika, rekayasa genetik, serta teknologi terpadu. Tae dan anak buahku yang lain mengira dia belajar untuk menjadi guru. Selama berurusan dengan bisnis Chip ini,  Tae hanya mengetahui bahwa Sung Woon yang menjadi mitranya, bukan Jimin. Sung woon sendiri adalah salah satu kepercayaan Jimin yang ditemukannyandi Jepang.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Pembentukan kawasan khusus inipun sebetulnya ide Jimin, untuk mengawasi dan memgamankan bisnis yang sedang berkembang. Untuk itu, dia merekomendasikan Hoseok sebagai pemimpin yayasan sekaligus mata dan tangan kami di sini, pun dengan Jungkook yang merupakan bawahan Taehyung adalah orang pilihanku&#34;.&#xA;&#xA;&#34;Aku tahu Taehyung bergerak sendiri, tapi sejauh ini masih dalam batas wajar sehingga aku membiarkannya. Toh tak ada yang merugikanku bahkan sangat membantuku. Aku tak khawatir peristiwa Wooshik akan terulang, karena Tae  sesungguhnya merupakan sepupu dari Jimin.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Taehyung, adalah anak kandung Ma yang dicarinya selama ini. Kukira Ma tak tahu bahwa dia memiliki anak, namun pembicaraan kami akhir akhir ini mengisyaratkan dia menyadari bahwa dia perlu keturunan untuk meneruskan bisnisnya dan mulai mencari anaknya. Sesungguhnya aku menemukan Taehyungpun tak sengaja, saat mengetahui golongan darahnya. Awalnya memang aku ingin membesarkannya sebagai pengantiku mengingat kondisi Jimin yang tak memungkinkan saat itu.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tapi ternyata, aku malah menemukan keponakanku sendiri. Sengaja tak kuceritakan hal ini padamu, Ma. Karena aku memegang janji pada pemilik panti yang menyerahkan Taehyung padaku, dia bilang, jangan bicarakan keberadaan Tae kecuali ayahnya mulai mencarinya dan menginginkannya. Dan ya... Taehyung anakmu, keponakanku, sepupu dari Jimin&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tuan Park..&#34;&#xA;&#xA;&#34; Kau sungguh peka Tae, meski berulangkali aku memintamu memanggilku ayah, kau tetap merasa aku bukanlah ayahmu dan menganggapku atasanmu. Cuma Jimin yang kau anggap saudara, dan memang benar, kau saudara Jimin&#34;.&#xA;&#xA;&#34;Ada lagi yang belum kuceritakan??&#34;&#xA;&#xA;&#34;Bajingan itu, katakan di mana bajingan itu, aku ingin menghajarnya&#34;&#xA;&#xA;&#34;Woo shik ya, dia sudah diurus. Dia harus membayar perbuatannya. Nyawa dibayar nyawa, jadi ya, dia harus mati berulangkali untuk menebus nyawa yang diambilnya. Istriku, ayahmu dan juga ibumu Yoon. Tak perlu kau memikirkan bajingan itu, semua sudah diatur. Ayahku yang malang menganggap dia anaknya sendiri, tak disangka dia hanyalah anak entah dari mana yang berhasil disusupkan di keluargaku dan diberi marga kami.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jimin, ada yang ingin kautambahkan nak?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tae, aku juga ingin minta maaf. Skenario percobaan menyelakaiku adalah skenarioku sendiri. Mereka orang yang kubayar untuk berpura pura berusaha menculik dan mencelakakanku untuk memancing Wooshik bertindak. Karena aku dan ayah baru menemukan beberapa penyadap di ruang kerja ayah.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Dan untuk Yoongi hyung serta Namjoom hyung, aku minta maaf karena memanfaatkan ketidaktahuan kalian atas situasi ini, yang berujung nyaris membunuh Yoongi hyung. Aku paham kalau kalian dan Tae marah atau membenciku karena aku pantas mendapatkannya&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aku tak membencimu Ji, karena Seokjin hyung sudah bercerita padaku beberapa waktu lalu.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aku juga, aku sudah paham situasinya dari Koo maupun Hobi hyung,serta kesimpulanku sendiri dari perilaku tuan Han. Terlepas fakta aku anak paman Ma, tak ada masalah bagiku. Malah aku lega, aku bisa leluasa berdiskusi denganmu tentang bisnis saat ini&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aku... aku tak tahu. Aku masih butuh waktu untuk mencerna semuanya&#34;, kata Yoongi lirih.&#xA;&#xA;Jimin, menatapnya dengan pandangan sedih, tapi dia mengangguk berusaha memaklumi posisi Yoongi.&#xA;&#xA;&#34;Ma?&#34;&#xA;&#xA;&#34; Daebak, berarti secara tak langsung Korea ada di tanganmu.. waaah Daebaaak....&#34;&#xA;&#xA;&#34;Eh...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aku bersyukur ternyata masih hidup dan bisa bertemu anakku. Tak ada yang kusesali, karena berkat ini aku jadi menemukannya. Dia tak jauh dariku, hanya tersembunyi dari pandanganku. Terima kasih Park&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sama sama,syukurlah kalau kau tak ada masalah. Aku dan Han sudah mempersiapkan dokumen yang kaubutuhkan untuk Tae menjadi pewarismu. Sementara Ji, akan tetap menjadi penerusku&#34;.&#xA;&#xA;&#34;Baiklah, kalau begitu. Hari ini terlalu panjang, kalian beristirahatlah. Ma akan kupindahkan ke ruangan lain. Aku permisi&#34;, kata Tuan Park berpamitan.&#xA;&#xA;&#34;Aku ikut, kata Tae mengekori Tuan Han dan membantunya mendorong ranjang serta peralatan medis Tuan Ma.&#xA;&#xA;Sementara Ji, masih terdiam di kursinya, memandangi Yoon menunggu isyarat darinya.&#xA;&#xA;&#34;Aku akan mengecek kondisi Tuan Ma, kalau kau butuh aku untuk segala sesuatunya, tekan belnya,&#34; kata Seokjin berpamitan pada Yoongi.&#xA;&#xA;Sedangkan Nam hanya berdiri memandangi Yoongi dengan tatapan bersalah.&#xA;&#xA;&#34;Aku akan pergi..&#34;, lirih Namjoon&#xA;&#xA;&#34;Tinggal di sini, aku ingin membuat perhitungan denganmu&#34;, sergah Yoongi kasar.&#xA;&#xA;Namjoon menelan ludah, mengangguk dan mempersiapkan dirinya dihajar oleh Yoongi.&#xA;&#xA;Melihat ketegangan di antara Namjoon dan Yoongi, Jimin beringsut berdiri, hendak diam diam meninggalkan ruangan.&#xA;&#xA;&#34;Mi...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Besok temani aku, aku ingin kau bertanggung jawab sampai aku sembuh.&#34;, jelas Yoongi.&#xA;&#xA;&#34;Ya, akan kubawakan jeruk besok meowgi hyung&#34;&#xA;&#xA;&#34;Humm&#34;&#xA;&#xA;&#34;Aku pergi dulu...&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hati-hati&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya..&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ehem.. Hyung, Park Jimin sudah pergi,&#34;bisik Namjoon di telinga Yoongi setelah 15 menit Yoongi memandangi pintu yang tertutup.&#xA;&#xA;&#34;Diam kau, sini kau harus berurusan denganku&#34;, Yoongi reflek menjambak rambut Namjoon, mengakibatkan si jangkung itu mengaduh dan berlutut di samping tempat tidurnya.&#xA;&#xA;Hanya satu doa Namjoon, dia akan keluar dari kamar itu dalam keadaan hidup hari ini&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<p>Mafia au minimini
Missgendering karena salah paham
Contain Fem Jimin (dari sudut pandang Yoongi)
Alter ego
Menyebutkan tusukan dan tembakan
Menyebutkan pembunuhan
Menyebutkan penyiksaan
Umpatan, makian, kata kasar </p>

<hr/>

<p><em>Clak clak clak</em></p>

<p>Ah sial, umpat Yoongi, kesempatan yang ada jadi terbuang sia sia. Jimin berhasil menendang jauh Wooshik dan membuatnya terpisah selama beberapa detik. Seharusnya itu kesempatan untuknya memecahkan kepala adik tuan Park itu, tapi sayang, pistol macet dan rupanya dia kehabisan amunisi.</p>

<p>“YOONGI PABO. BIARKAN AKU MENGURUS INI SENDIRI” , Seru Jimin ke arah Yoongi tanpa mengehentikan serangannya ke Wooshik.</p>

<p>Heh</p>

<p>“Tapi...”</p>

<p>“Aku sudah ada rencana, diam dan tunggulah. Kubereskan dia dalam 5 menit. Mengerti Meowgi?”</p>

<p>“Meowgi...”, Yoongi terdiam mendengar Jimin menyebutkan nama panggilan yang diberikan kedua orang tuanya. Nama itu, seketika membuka kilasan-kilasan memorinya tanpa diminta.</p>

<p>Dia yang mengejar anak kecil di halaman belakang, ayah dan ibunya di lab rahasia mereka, gaun bunga bunga milik Tante Bo Young yang tersembunyi dalam jas lab putih, anak kecil berpipi merah yang menangis tersedu, gambar kucing belang tiga, anak kecil yang mengerucutkan bibir meminta es krim, Balon yang lepas, suara tembakan, suara orang yang merangsek masuk, dan ruangan kecil yang gelap dan pengap.</p>

<p><em>Sesak</em></p>

<p>Sial</p>

<p>Pusing di kepalanya menjadi dan tiba- tiba semuanya menjadi gelap.</p>

<p>***</p>

<p>“Sudah bangun, Meowgi hyung?”, suara lembut Jimin dan wajahnya adalah hal pertama yang Yoongi lihat saat membuka mata.</p>

<p>“Ugh.. kepalaku...”</p>

<p>“Hati-hati..”, kata Jimin sambil membantunya untuk menyandar di tempat tidurnya. Dirasakannya kasa membebat kepalanya dan tangan kirinya yang tak bisa bergerak bebas.</p>

<p>“Semua sudah selesai. Tunggu sebentar lagi ya..”, senyum Jimin, sambil mengenggam tangan kirinya yang terpasang infus.</p>

<p>“Di mana kita...”</p>

<p>“Kawasan khusus, rumah sakit. Paman Ma sudah sadar juga dan akan segera dipindah ke sini,”</p>

<p>“Eh.. Kau tidak apa apa?”</p>

<p>“Aku baik baik saja, hanya sedikit memar. Lihat” , kata Jimin sengaja mengangkat kaosnya memperlihatkan perutnya yang terbentuk rapi dan membuat Yoongi terbelalak serta terbatuk.</p>

<p>Laki-laki, Park Ji benar benar lelaki.</p>

<p>Tersenyum memaklumi, Ji beralih menggosok pelan punggung Yoongi.</p>

<p>“Ji.. Jimin...”</p>

<p>“Hmmm...”, yang dipanggil hanya mendengung pelan.</p>

<p>“Bajingan itu....”,</p>

<p>“Sebentar lagi, sedikit lagi, kau akan mendengar penjelasan semuanya Meowgi”, kata Jimin memperlihatkan senyumnya dan kembali duduk di tempat tidur Yoongi sembari terus mengelus tangan kiri Yoongi.</p>

<p>Hening, tak ada yang bersuara.</p>

<p>Dan Yoongi memanfaatkan kesempatan itu untuk memperhatikan baik baik Jimin yang ada di hadapannya, mencocokkan dengan ingatannya tentang bocah laki laki yang sangat disayanginya dulu.</p>

<p>“Mi... Meowmi...”</p>

<p>“Oh, sudah ingat rupanya”</p>

<p>Mengangguk</p>

<p>“Ah, sudah sadar rupanya, syukurlah”, suara Tuan Besar Park menyadarkan lamunan Yoongi.</p>

<p>“Ayah”</p>

<p>“Nak,” Park Seo Joon merentangkan tangan, menunggu reaksi Jimin.</p>

<p>“Aku pulang”, kata Jimin, berdiri bergerak mendekat ke arah ayahnya dan memeluknya erat.</p>

<p>“Selamat datang nak. Selamat datang. Ayah merindukanmu”</p>

<p>“Aku juga merindukan ayah”</p>

<p>Melihat pemandangan di hadapannya Yoongi mengeryit keheranan, karena setahunya Park senior dan Junior itu telah bertemu tadi pagi.</p>

<p>“Kita tunggu yang lainnya ya, kita selesaikan semuanya. Ada yang ingin ayah katakan”</p>

<p>“Aku juga”</p>

<p>Tak sampai 30 menit menunggu, satu persatu wajah yang dikenal Yoongi memasuki kamar yang cukup luas itu. Diawali dengan Tuan Ma lengkap dengan ranjangnya dan beragam peralatan medis yang menempel, bersama Tuan Han. Berturut -turut Tae, Jungkook, Hoseok, Namjoon dan juga Seokjin.</p>

<p>Belum sempat Yoongi menyapa mereka, tuan Han berdehem.</p>

<p>“Terima kasih atas kesediannya berkumpul di sini. Mungkin banyak yang bertanya tanya tentang aneka peristiwa yang terjadi hari ini. Itulah sebabnya, saya meminta Tuan sekalian berkumpul di sini untuk mendengarkan penjelasan tentang apa yang terjadi. Waktu kita tidak banyak, karena kondisi Tuan Ma. Harapannya pertemuan ini bisa menghasilkan kesepakatan dengan berbagai pihak”</p>

<p>“Terima kasih Han, baik, kita mulai saja”, kata Tuan Park.</p>

<p>“Sebelumnya aku ingin minta maaf pada kalian, yang secara tidak langsung kulibatkan dalam rencanaku selama 10 tahun belakangan ini. Terutama, Yoongi, aku minta maaf. Ini akan menjadi penjelasan yang sangat panjang, dan kusarankan tak ada yang menyela sampai aku selesai.”</p>

<p>“Eh..”</p>

<p>“Nenek peramal terjitu di Daegu, beserta keluarganya adalah bawahanku. Kuminta dia berdiam di sini dan membantunya membangun persona peramal, agar kau juga mempercayainya. Semua ramalannya selama ini adalah atas perintahku. Termasuk tentang Phoenix dan naga air”</p>

<p>“Semua kesialan yang menimpamu beberapa kusengaja, tapi lebih banyak terjadi di luar kendaliku, terutama saat tangan Namjoon yang patah, atau luka di matamu”.</p>

<p>“Untuk itu aku minta maaf.”</p>

<p>“Usai kematian Bo Young, aku sudah mengira bahwa adik angkatku pelakunya. Motivasinya sangat jelas dan perilakunya sungguh mencurigakan. Namun tak adanya bukti, membuatku berpikir bagaimana agar dia muncul dan mengakui sendiri. Apalagi saat itu aku berfokus pada kesembuhan Jimin, anakku.”</p>

<p>“Kejadian itu menimbulkan trauma yang luar biasa pada  Jimin, sehingga dia seolah menciptakan kepribadian lain yang sangat bertolak belakang dengan Jimin yang kita kenal selama ini. Dia agresif, berdarah dingin, suka akan kekerasan, dan menikmati penyiksaan”, Jimin yang mendengar namanya disebut hanya menggelengkan kepalanya pelan.</p>

<p>“Yang kalian lihat saat ini adalah Park Jimin mode agresif yang dikenali Tae sebagai pribadi lain Jimin.  Taehyung mengira, Jimin yang lembut tak mungkin suka akan kekerasan, dan yang melakukan kekerasan selama ini adalah wujud Jimin yang berbeda.”</p>

<p>“Tapi tidak, keduanya adalah Jimin, dan dia dengan sadar melakukannya. Dua duanya adalah Jimin seutuhnya. Saat mengetahui hal ini, aku dan Han meminta untuk merahasiakannya pada siapapun,dan memunculkan kesan bahwa Jimin mengalami amnesia dan merupakan sosok lembut jauh dari kekerasan, serta berkepribadian ganda”</p>

<p>“Pengiriman dia ke Jepang dan NZ dengan dalih untuk bersekolah adalah rencana kami untuk mengejar Wooshik yang dilindungi oleh musuh kita. Sebut saja Jang dan Wang di antaranya. Berkat kemampuannya bermain peran, selama pengejaran Woo shik, Jimin juga berhasil membangun jaringan baru dan menemukan jenius jenius yang diremehkan untuk membantunya mengembangkan penelitian milik keluarga Min dan ibunya”</p>

<p>“Alasan utama suami istri Min serta istriku dibunuh adalah untuk menguasai penelitian yang mereka kembangkan. Bo Young sudah curiga dengan Woo Shik, dia meminta pasangan Min untuk mencabut semua data dan menyembunyikannya. Naas, belum sampai data itu ke tanganku, mereka telah dibantai dengan kejam serta meninggalkan Yoongi yang trauma dengan tempat gelap dan sempit. Pun dengan Bo Young yang terbunuh”</p>

<p>“Jimin dan Yoongi, satu satunya saksi atas kejadian itu harus kulindungi. Oleh karena itu, aku membiarkanmu dan melatihmu bersama dengan Namjoon
tentang bisnis bawah tanah mulai dari level terendah, sampai akhirnya menguasai Daegu dengan keahlianmu”</p>

<p>“Namjoon adalah manusia pilihanmu untuk menjadi tangan kananmu, aku masih tetap mengawasi kalian lewat Seokjin. Dia anak buahku, dan melapor padaku. Ah untuk urusan pribadi Namjoon dan Seokjin aku tak ikut campur, itu urusan mereka sendiri. Laporan dia padaku hanya sebatas bisnis”</p>

<p>“Sampai suatu ketika aku menemukan hardisk penelitian itu dalam boneka milik Jimin. Data penelitian ini yang kemudian dikembangkan  dan diteruskan oleh Jimin sampai saat ini. Inilah chip yang kita pasang hari ini”</p>

<p>“Oh.,.”</p>

<p>“Tentunya identitas Jimin dibalik penelitian ini sangat dirahasiakan. Hanya aku dan Han yang tahu, Jimin belajar robotika, rekayasa genetik, serta teknologi terpadu. Tae dan anak buahku yang lain mengira dia belajar untuk menjadi guru. Selama berurusan dengan bisnis Chip ini,  Tae hanya mengetahui bahwa Sung Woon yang menjadi mitranya, bukan Jimin. Sung woon sendiri adalah salah satu kepercayaan Jimin yang ditemukannyandi Jepang.”</p>

<p>“Pembentukan kawasan khusus inipun sebetulnya ide Jimin, untuk mengawasi dan memgamankan bisnis yang sedang berkembang. Untuk itu, dia merekomendasikan Hoseok sebagai pemimpin yayasan sekaligus mata dan tangan kami di sini, pun dengan Jungkook yang merupakan bawahan Taehyung adalah orang pilihanku”.</p>

<p>“Aku tahu Taehyung bergerak sendiri, tapi sejauh ini masih dalam batas wajar sehingga aku membiarkannya. Toh tak ada yang merugikanku bahkan sangat membantuku. Aku tak khawatir peristiwa Wooshik akan terulang, karena Tae  sesungguhnya merupakan sepupu dari Jimin.”</p>

<p>“Taehyung, adalah anak kandung Ma yang dicarinya selama ini. Kukira Ma tak tahu bahwa dia memiliki anak, namun pembicaraan kami akhir akhir ini mengisyaratkan dia menyadari bahwa dia perlu keturunan untuk meneruskan bisnisnya dan mulai mencari anaknya. Sesungguhnya aku menemukan Taehyungpun tak sengaja, saat mengetahui golongan darahnya. Awalnya memang aku ingin membesarkannya sebagai pengantiku mengingat kondisi Jimin yang tak memungkinkan saat itu.”</p>

<p>“Tapi ternyata, aku malah menemukan keponakanku sendiri. Sengaja tak kuceritakan hal ini padamu, Ma. Karena aku memegang janji pada pemilik panti yang menyerahkan Taehyung padaku, dia bilang, jangan bicarakan keberadaan Tae kecuali ayahnya mulai mencarinya dan menginginkannya. Dan ya... Taehyung anakmu, keponakanku, sepupu dari Jimin”</p>

<p>“Tuan Park..”</p>

<p>” Kau sungguh peka Tae, meski berulangkali aku memintamu memanggilku ayah, kau tetap merasa aku bukanlah ayahmu dan menganggapku atasanmu. Cuma Jimin yang kau anggap saudara, dan memang benar, kau saudara Jimin”.</p>

<p>“Ada lagi yang belum kuceritakan??”</p>

<p>“Bajingan itu, katakan di mana bajingan itu, aku ingin menghajarnya”</p>

<p>“Woo shik ya, dia sudah diurus. Dia harus membayar perbuatannya. Nyawa dibayar nyawa, jadi ya, dia harus mati berulangkali untuk menebus nyawa yang diambilnya. Istriku, ayahmu dan juga ibumu Yoon. Tak perlu kau memikirkan bajingan itu, semua sudah diatur. Ayahku yang malang menganggap dia anaknya sendiri, tak disangka dia hanyalah anak entah dari mana yang berhasil disusupkan di keluargaku dan diberi marga kami.”</p>

<p>“Jimin, ada yang ingin kautambahkan nak?”</p>

<p>“Tae, aku juga ingin minta maaf. Skenario percobaan menyelakaiku adalah skenarioku sendiri. Mereka orang yang kubayar untuk berpura pura berusaha menculik dan mencelakakanku untuk memancing Wooshik bertindak. Karena aku dan ayah baru menemukan beberapa penyadap di ruang kerja ayah.”</p>

<p>“Dan untuk Yoongi hyung serta Namjoom hyung, aku minta maaf karena memanfaatkan ketidaktahuan kalian atas situasi ini, yang berujung nyaris membunuh Yoongi hyung. Aku paham kalau kalian dan Tae marah atau membenciku karena aku pantas mendapatkannya”</p>

<p>“Aku tak membencimu Ji, karena Seokjin hyung sudah bercerita padaku beberapa waktu lalu.”</p>

<p>“Aku juga, aku sudah paham situasinya dari Koo maupun Hobi hyung,serta kesimpulanku sendiri dari perilaku tuan Han. Terlepas fakta aku anak paman Ma, tak ada masalah bagiku. Malah aku lega, aku bisa leluasa berdiskusi denganmu tentang bisnis saat ini”</p>

<p>“Aku... aku tak tahu. Aku masih butuh waktu untuk mencerna semuanya”, kata Yoongi lirih.</p>

<p>Jimin, menatapnya dengan pandangan sedih, tapi dia mengangguk berusaha memaklumi posisi Yoongi.</p>

<p>“Ma?”</p>

<p>” Daebak, berarti secara tak langsung Korea ada di tanganmu.. waaah Daebaaak....”</p>

<p>“Eh...”</p>

<p>“Aku bersyukur ternyata masih hidup dan bisa bertemu anakku. Tak ada yang kusesali, karena berkat ini aku jadi menemukannya. Dia tak jauh dariku, hanya tersembunyi dari pandanganku. Terima kasih Park”</p>

<p>“Sama sama,syukurlah kalau kau tak ada masalah. Aku dan Han sudah mempersiapkan dokumen yang kaubutuhkan untuk Tae menjadi pewarismu. Sementara Ji, akan tetap menjadi penerusku”.</p>

<p>“Baiklah, kalau begitu. Hari ini terlalu panjang, kalian beristirahatlah. Ma akan kupindahkan ke ruangan lain. Aku permisi”, kata Tuan Park berpamitan.</p>

<p>“Aku ikut, kata Tae mengekori Tuan Han dan membantunya mendorong ranjang serta peralatan medis Tuan Ma.</p>

<p>Sementara Ji, masih terdiam di kursinya, memandangi Yoon menunggu isyarat darinya.</p>

<p>“Aku akan mengecek kondisi Tuan Ma, kalau kau butuh aku untuk segala sesuatunya, tekan belnya,” kata Seokjin berpamitan pada Yoongi.</p>

<p>Sedangkan Nam hanya berdiri memandangi Yoongi dengan tatapan bersalah.</p>

<p>“Aku akan pergi..”, lirih Namjoon</p>

<p>“Tinggal di sini, aku ingin membuat perhitungan denganmu”, sergah Yoongi kasar.</p>

<p>Namjoon menelan ludah, mengangguk dan mempersiapkan dirinya dihajar oleh Yoongi.</p>

<p>Melihat ketegangan di antara Namjoon dan Yoongi, Jimin beringsut berdiri, hendak diam diam meninggalkan ruangan.</p>

<p>“Mi...”</p>

<p>“Ya..”</p>

<p>“Besok temani aku, aku ingin kau bertanggung jawab sampai aku sembuh.”, jelas Yoongi.</p>

<p>“Ya, akan kubawakan jeruk besok meowgi hyung”</p>

<p>“Humm”</p>

<p>“Aku pergi dulu...”</p>

<p>“Hati-hati”</p>

<p>“Ya..”</p>

<p>“Ehem.. Hyung, Park Jimin sudah pergi,“bisik Namjoon di telinga Yoongi setelah 15 menit Yoongi memandangi pintu yang tertutup.</p>

<p>“Diam kau, sini kau harus berurusan denganku”, Yoongi reflek menjambak rambut Namjoon, mengakibatkan si jangkung itu mengaduh dan berlutut di samping tempat tidurnya.</p>

<p>Hanya satu doa Namjoon, dia akan keluar dari kamar itu dalam keadaan hidup hari ini</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kitkat.writeas.com/rahasia-demi-rahasia</guid>
      <pubDate>Wed, 21 Sep 2022 07:15:44 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>